Suara.com - Video detik-detik ibu hamil kejar maling motor di Kabupaten Muarojambi, Jambi, viral di media sosial. Peristiwa menegangkan ini terjadi di Desa Mendalo Darat, Kecamatan Jaluko, Kamis (31/7/2025).
Dalam rekaman CCTV yang beredar, wanita berhijab merah itu nekat mengejar pelaku pencurian sepeda motor miliknya yang terparkir di depan sebuah toko fotokopi, meski dalam kondisi mengandung.
Aksi heroik itu bermula saat korban tengah berbelanja di toko. Tiba-tiba, ia mendengar suara mesin motornya menyala.
Tanpa berpikir panjang, ibu hamil tersebut langsung keluar toko dan mengejar pelaku, yang sudah membawa kabur motor miliknya. Namun nahas, korban terjatuh saat mencoba menghadang laju kendaraan yang sedang dikendarai maling.
“Korban mengejar pelaku dan mencoba menarik motor, tapi pelaku berhasil kabur dan korban terjatuh,” kata Kasat Reskrim Polres Muarojambi, AKP Hanafi Dita Utama, dikutip dari pemberitaan, Jumat (1/8/2025).
Berdasarkan rekaman CCTV aksi pencurian motor, polisi berhasil mengidentifikasi dan menangkap tiga pelaku yang terlibat. Mereka adalah A, EY, dan S.
Dari hasil penyelidikan, pelaku A berperan sebagai eksekutor yang mencuri motor. Sementara EY dan S bertugas menjual hasil curian.
Polisi menyebut para pelaku memanfaatkan kelengahan korban yang meninggalkan kunci motor tergantung saat berbelanja.
“Pelaku memanfaatkan kelengahan korban yang sedang berbelanja, sementara kunci motornya masih tergantung,” jelas Hanafi.
Dalam pemeriksaan, EY mengaku spontan membawa motor karena melihat kunci tergantung.
Ketiga pelaku saat ini telah diamankan di Mapolres Muarojambi. Barang bukti berupa motor korban juga berhasil diamankan. Polisi kini mendalami dugaan keterlibatan pelaku lain, termasuk jaringan penadah motor curian di wilayah tersebut.
Masyarakat diimbau untuk tidak meninggalkan kendaraan dalam kondisi kunci tergantung, serta memasang pengaman tambahan seperti alarm dan kunci ganda. Aksi kejahatan jalanan seperti ini rawan terjadi di area publik, terutama lokasi parkir tanpa pengawasan.
Berita Terkait
-
Polda Jambi Tahan Mantan Kadisdik Varial Adhi Putra Terkait Kasus Korupsi DAK SMK Rp21,8 Miliar!
-
Inilah Tampang Kiai di Pati yang Diduga Cabuli 50 Santri hingga Hamil
-
Viral Lafaz Allah di Tokong, Polisi Tangkap Pemilik Toko Bangunan
-
Aksi Berbahaya Pria Bergelantungan di Kap Mobil Viral, Lisa Mariana Sebut Ada Konflik Asmara
-
Fenomena Awan Pelangi Bikin Heboh, Disebut Aurora Cabang Jonggol
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
12 Orang Jadi Korban Penembakan Massal di Pesta Tepi Danau Arcadia
-
Satgas PRR Tuntaskan Huntara di Sumut dan Sumbar, Pembangunan Huntap Kian Dipercepat
-
Tanpa Perlindungan, Transisi Energi Ancam Hak Pekerja: Mengapa?
-
Puan Desak Sanksi Tegas bagi Predator Seksual Anak: Negara Tidak Boleh Mentoleransi Sedikitpun
-
Commuter Line Lumpuh di Jam Pulang Kantor, Penumpang Terjebak di Antara JurangmanguPondok Ranji
-
Dokter Internship Meninggal di Jambi, DPR Tuntut Sanksi Jika Ada Kelalaian RS
-
Dinkes Yogyakarta Temukan Belasan Korban Little Aresha Alami Speech Delay dan Gizi Buruk
-
Viral Anggaran Sepatu Sekolah Rakyat Diduga Rp 700 Ribu per Pasang, KPK Lakukan Kajian
-
Cak Imin Andalkan UMKM dan Ekraf Tekan Kemiskinan hingga 5 Persen
-
Aksi 4 Mei: Kala Mahasiswi Pertanyakan Nurani Penguasa Soal Nasib Guru Honorer