Suara.com - Sebuah video berdurasi satu menit beredar di TikTok pada Jumat, 2 Agustus 2025, menampilkan tangkapan layar yang disebut sebagai berita dari Kantor Berita ANTARA.
Judul yang tercantum dalam tangkapan layar itu berbunyi, "Prabowo usulkan PBB gelar referendum di wilayah sengketa Aceh dan Papua Barat."
Video tersebut juga menampilkan gambar Presiden Prabowo Subianto tengah bersalaman dengan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), António Guterres.
Cuplikan gambar lain memperlihatkan António Guterres memberikan pernyataan resmi di depan lambang PBB berlatar biru.
Dalam narasi video, disebutkan bahwa Guterres mendoakan agar referendum itu berjalan lancar.
Namun benarkah video tersebut merupakan berita resmi dari ANTARA dan memuat informasi valid?
Penelusuran:
Tim Cek Fakta Suara.com menelusuri kebenaran konten tersebut dan menemukan bahwa isi video TikTok itu merupakan disinformasi.
Faktanya, tidak ada berita resmi dari Kantor Berita ANTARA dengan judul sebagaimana yang dicantumkan dalam video.
Baca Juga: Prabowo Patriot Dikelilingi 'Idiot'? Adhie Massardi Beri Peringatan Keras!
Judul yang sebenarnya dari berita yang memuat pertemuan Presiden Prabowo dan Sekjen PBB António Guterres adalah:
"Presiden Prabowo dan Sekjen PBB bahas sejumlah isu strategis."
Berita itu diterbitkan pada 17 November 2024 dan melaporkan hasil pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo Subianto dan António Guterres di sela KTT G20 di Brasil. Dalam laporan itu, isu-isu yang dibahas meliputi:
- Keamanan pangan global
- Pengentasan kemiskinan
- Pelanggaran hak asasi manusia
- Krisis kemanusiaan di Palestina
Tidak ada satu pun pembahasan soal referendum di Aceh atau Papua Barat dalam pertemuan tersebut.
Lebih lanjut, video yang memperlihatkan António Guterres berbicara di depan simbol PBB juga merupakan cuplikan yang direkayasa.
Potongan tersebut diambil dari video lama yang diunggah di kanal YouTube resmi United Nations pada 10 Oktober 2019.
Berita Terkait
-
Prabowo Patriot Dikelilingi 'Idiot'? Adhie Massardi Beri Peringatan Keras!
-
Sikap Tegas Prabowo: Bakar Hutan Disikat, Tapi Diberi 'Modal' Teknologi Canggih?
-
Presiden Prabowo Sampaikan Peringatan Keras untuk Korporasi; Lahan Negara Bukan untuk Dibakar
-
Beri Amnesti Hasto dan Abolisi Tom Lembong, Cara Prabowo Akhiri Pengaruh Rezim Jokowi?
-
Jawaban Jokowi soal Kontroversi Amnesti Hasto dan Abolisi Lembong: Bukan Urusan Saya!
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
Terkini
-
Direksi Baru BEI Langsung Temui DPR, Reformasi Pasar Modal dan Integritas Jadi Prioritas
-
Kemensos Pastikan 8 Titik Sekolah Rakyat Permanen Masuk Tahap Konstruksi
-
Kasus Korupsi MBG Meluas, 41 Nama Diduga Terlibat usai Penyidik Telusuri Ponsel Sony Sonjaya
-
Kemendagri Percepat Implementasi SP2D Online untuk Perkuat Digitalisasi Keuangan Daerah
-
Kantongi Uang Saku dan Bayar Sendiri Rp233 Juta, Davina Karamoy Beberkan Alur Umrah Bareng Hanania
-
Mahasiswa Kembali Turun ke Jalan, Pimpinan DPR Siap Temui Massa Aksi Besok
-
BGN Jawab Protes Pengusaha, Penghentian MBG Saat Libur Sekolah Demi Efisiensi Anggaran
-
DPR dan OJK Sepakat Benahi Tata Kelola Bursa, Pengawasan Pasar Modal Bakal Diperketat
-
Ketegangan Warnai Demo Mahasiswa di Patung Kuda, Niat Bakar Sampah Picu Gesekan dengan Polisi
-
39 Ribu Siswa di Pulau Jawa Tak Lagi Terima MBG, BGN Fokuskan Program ke Daerah 3T