Suara.com - Canggih Fitra berbicara mengenai Timothy Ronald saat berbincang dengan Deddy Corbuzier pada Rabu, 6 Agustus 2025.
Pengusaha tersebut belakangan ini ikut menanggapi pernyataan Timothy Ronald yang menyebut orang nge-gym kurang pintar.
Konten Canggih Fitra alias Canggihfit rupanya memancing korban-korban Akademi Crypto milik Timothy Ronald untuk bersuara.
"Ternyata sebanyak itu yang mau sikat ini orang. Banyaknya luar biasa," ungkap Timothy Ronald di podcast Close the Door, YouTube Deddy Corbuzier.
"Salah satunya itu orang-orang yang rugi kelas Akademi Crypto-nya dia," sambungnya.
Korban-korban Timothy Ronald diceritakan membentuk sebuah paguyuban dan mengumpulkan bukti-bukti kerugian mereka.
Canggihfit lantas mengungkap modus Timothy Ronald yang merugikan anggota Akademi Crypto-nya.
Kebanyakan anggota Akademi Crypto Timothy Ronald adalah orang awam yang tidak memahami trading sehingga selalu mengiyakan perkataan 'sang master'.
"Gue kan bayar, gue percaya banget sama Timothy, dan terus terang banyak temen-temen gue yang bayar ikut kelas Timothy itu masih belum terlalu tau trading. Jadi gue bayar kan untuk tau," ujar Canggihfit menirukan pernyataan salah satu korban..
Baca Juga: Pernah Hidup Susah? Intip Harga Mobil Bekas Murah yang Dulu Dipakai Timothy Ronald
Maka ketika Timothy Ronald menyatakan sebuah koin bagus, maka anggota Akademi Crypto akan ramai-ramai membelinya.
Begitu pun ketika Timothy Ronald meminta anggota Akademi Crypto menahan atau meng-hold, maka mereka tak punya alasan untuk membantah.
"Hold terus, waktu itu namanya Koin Manta katanya. Ternyata rungkad," beber Canggihfit.
"Ketika itu rungkad, orang-orang yang awam ini, yang udah ngeluarin uang jutaan bahkan sampai puluhan juta untuk member lifetime-nya dia, (Timothy Ronald) malah lepas tangan," imbuhnya.
Timothy Ronald diceritakan tak mau bertanggung jawab. Sebab ia berdalih hanya menyarankan, bukan memaksa para anggota Akademi Crypto untuk menuruti pernyataannya.
"Pas di situ, orang-orang minta pertanggungjawaban. Tapi ya si Timothy lepas tangan. 'Kan gue cuma menyarankan, yang neken tombol buy itu kan elu, kalian,'" tutur Canggihfit.
"Tapi buktinya menyarankan untuk beli itu ada. Menyarankan untuk hold, itu pun juga ada," tambahnya.
Oleh sebab itu, Canggihfit berempati terhadap korban-korban Timothy Ronald sehingga memanfaatkan kesempatan ini untuk mengungkapnya.
Total kerugian korban kabarnya mencapai lebih dari puluhan miliar rupiah.
"Karena kerugiannya bisa sampai miliaran, puluhan miliar di 2023 itu. Jadi ini bener-bener ngeri sih. Kerugiannya bukan cuma Rp10 miliar, Rp20 miliar, enggak," kata Canggihfit.
Dalam kesempatan yang sama, Canggihfit menegaskan tujuan kontennya bukan untuk mendapatkan permintaan maaf atau ditanggapi oleh Timothy Ronald.
Canggihfit berharap, dengan kasus ini, Timothy Ronald bisa lebih berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan yang kontroversial.
"Concern gue cuma ngebawa isu ini menjadi isu sosial dan ada ratusan orang yang merasa dirugikan, sudah mengeluarkan uang, ada uang miliaran yag ada di situ. Ini orang harus dikasih pelajaran karena mulutnya," ucap Canggihfit.
"Kalo ada orang yang merasa gue kepancing sama statement Timothy Ronald, sama sekali gue nggak kepancing," tandasnya.
Sebagai informasi, Timothy Ronald dikenal sebagai edukator kripto yang mendirikan Akademi Crypto untuk anak muda belajar literasi aset digital.
Saat berbincang dengan dr. Richard Lee, Timothy Ronald mengungkap biaya untuk menjadi anggota Akademi Crypto miliknya adalah Rp17 juta per tahun atau Rp1,4 juta per bulan.
Menurut Timothy Ronald, biaya Akademi Crypto miliknya sangat murah apabila dibandingkan dengan yang di luar negeri.
Biaya tersebut bisa dianggap mahal karena orang Indonesia kebanyakan tidak menghargai harga dari sebuah informasi.
Padahal profesional di industri finansial menganggap biaya yang ditetapkan Timothy Ronald sangat murah.
Apabila membayar untuk Akademi Crypto, Timothy Ronald menawarkan anggotanya modul-modul yang menjelaskan dasar-dasar kripto.
Mereka juga akan diberi tahu cara melakukan programming di Ethereum dan memahami Bitcoin termasuk dari aspek keamanan.
Kontributor : Neressa Prahastiwi
Tag
Berita Terkait
-
4 Olahraga yang Terbukti Meningkatkan Kecerdasan Otak, Nge-gym Termasuk?
-
Tak Cuma Ngatain Orang Ngegym, Timothy Ronald Juga Pernah Sindir Pengguna Toyota Avanza
-
7 Koleksi Mobil Mewah Timothy Ronald, McLaren Senna Satu-satunya di Indonesia?
-
5 Artis Jalani Co-Parenting Meski Pernikahan Kandas, Terbaru Acha Septriasa
-
Sebut Orang Ngegym Bodoh, Pendidikan Timothy Ronald Ternyata Tak Lebih Tinggi dari Ade Rai
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara