Suara.com - Amnesty International mengeluarkan peringatan kepada pemerintah Indonesia terkait maraknya larangan pengibaran bendera bajak laut dari serial anime populer One Piece menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI, 17 Agustus.
Melalui unggahan di platform X, organisasi HAM internasional ini menilai tindakan aparat yang menertibkan penggunaan bendera tersebut sebagai bentuk pengekangan kebebasan berekspresi.
"Beberapa orang menjadi sasaran pihak berwenang Indonesia karena mengibarkan bendera dari anime Jepang populer untuk menyampaikan ketidakpuasan terhadap pemerintah," tulis Amnesty International.
"Salah satu menteri bahkan mengatakan tindakan tersebut dapat dianggap sebagai pengkhianatan," lanjut peringatan tersebut.
Mereka menegaskan, pemerintah seharusnya menghentikan penindasan terhadap kebebasan berekspresi dan lebih fokus pada penyelesaian akar keresahan publik yang mendorong fenomena ini.
Fenomena pengibaran bendera Jolly Roger ala One Piece memang menjadi perbincangan hangat di berbagai daerah.
Bendera ini kerap dipasang di rumah, jalanan, hingga dicat sebagai mural, memicu respons beragam dari pemerintah pusat maupun daerah.
Meski tidak ada larangan nasional yang tertulis secara eksplisit, sejumlah pemerintah daerah dan aparat keamanan mengambil langkah tegas untuk menurunkan bendera atau menghapus mural tersebut.
Respons Pemerintah dan Aparat di Berbagai Daerah
Baca Juga: Benarkah Film Merah Putih One for All Buru-buru Dirilis Demi Lawan Viral Bendera One Piece?
Pemerintah Kota Surabaya melakukan penertiban bendera dan mural One Piece di sejumlah pemukiman.
Wali Kota Eri Cahyadi menyebut langkah ini dilakukan secara persuasif, sembari mengimbau warga agar memprioritaskan Bendera Merah Putih pada momen kemerdekaan.
Tak jauh dari Surabaya, warga Malang menghapus lukisan logo One Piece di jalan setelah mendapat teguran dari aparat.
Di Batam, warga yang memasang bendera One Piece di bawah Bendera Merah Putih didatangi Kapolsek dan Lurah.
Bendera tersebut akhirnya diturunkan, dengan alasan tidak etis menyandingkan simbol negara dengan lambang yang maknanya belum jelas, terutama di bulan kemerdekaan.
Kejadian serupa terjadi di Sleman, Yogyakarta. Aparat meminta penghapusan dua mural One Piece di tembok, dengan alasan dianggap melecehkan lambang negara.
Berita Terkait
-
Cerita Lebih Ringkas, Remake Anime One Piece Garapan Wit Studio Tayang 2027
-
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
-
Mimpi Jadi Nyata! IShowSpeed Segera Punya Anime Sendiri, Gaet Penulis One Piece Live-Action
-
Sinopsis One Piece: The Battle of Alabasta, Misi Luffy Selamatkan Kerajaan Vivi dari Kehancuran
-
Update One Piece: Live Action Season 3, Remake Anime dan Proyek LEGO
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat