Suara.com - Isu Musyawarah Nasional Luar Biasa atau Munaslub yang menerpa Partai Golkar ditanggapi dengan keras. Politisi senior Beringin, Melchias Marcus Mekeng, secara terbuka menantang pihak-pihak yang menggulirkan isu tersebut untuk menampakkan diri, alih-alih bermain di balik layar.
Menurut Mekeng, isu Munaslub ini tidak lebih dari sekadar wacana liar tanpa sumber yang jelas, karena tidak ada satu pun kader yang berani menyuarakannya secara terbuka.
Mekeng menegaskan, jika memang ada pihak yang serius ingin menggoyang kursi kepemimpinan Golkar, mereka harus berani berpolitik secara sehat dan terbuka, bukan dengan menyebar isu.
"Kalau yang ingin Munaslub, harus munculkan mukanya dong. Kalau mau berpolitik yang sehat, muncul mukanya. Siapa yang mau Munaslub dan dia harus jelaskan kenapa musti ada Munaslub," tantang Mekeng di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (8/8/2025).
Ia menyayangkan wacana ini hanya bergulir di media tanpa ada inisiator yang jelas.
"Tidak ada kader yang muncul ke depan, kader Golkar ya, yang berani menyatakan bahwa harus ada Munaslub," tegasnya.
Lebih lanjut, Mekeng menyebut bahwa isu Munaslub ini seperti hantu yang tidak jelas asal-usulnya. Ia mengamati bahwa wacana ini hanya ramai diperbincangkan tanpa ada yang bisa mempertanggungjawabkan sumbernya.
"Ini kan kalau kita baca di media kan hanya isu-isunya, tapi sumbernya dari mana kan tidak pernah jelas," katanya.
Klaim Golkar Solid, Bahlil Rajin Turun Gunung
Baca Juga: Tak Peduli Bersama Gibran atau Tidak, Maman Tegaskan 100 Persen Golkar Tetap Dukung Prabowo di 2029!
Di tengah terpaan isu, Mekeng memastikan bahwa kondisi internal Partai Golkar di bawah komando Ketua Umum Bahlil Lahadalia tetap solid dan tidak terpengaruh.
Sebagai bukti, ia membeberkan bahwa Bahlil justru sedang aktif-aktifnya melakukan konsolidasi ke daerah-daerah untuk memperkuat barisan.
"Pak Bahlil boleh dibilang tiap minggu melakukan roadshow ke daerah, melakukan musda di provinsi, dan setelah itu konsolidasi tingkat kabupaten," jelas Mekeng.
Sebelumnya, Ketua Umum Bahlil Lahadalia sendiri sudah menepis mentah-mentah isu keretakan ini. Ia mempertanyakan kredibilitas berita yang beredar tanpa sumber yang bisa diverifikasi.
“Masa mau dipercaya berita yang enggak ada sumbernya?” kata Bahlil beberapa waktu lalu.
Nama lain yang ikut terseret, Nusron Wahid, juga memberikan bantahan keras dan mengklaim kabar yang mengaitkan dirinya dengan rencana Munaslub sama sekali tidak benar.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi