Suara.com - Sebuah manuver yang berujung maut terjadi di Jalan Pangeran Tubagus Angke, Jakarta Barat. Pengendara sepeda motor Yamaha Jupiter MX, Adika Isna Franata, tewas secara tragis usai terlindas bus Transjakarta pada Jumat (8/8/2025).
Insiden nahas ini menjadi pengingat keras bagi para pengendara tentang bahaya ekstrem saat mencoba mendahului kendaraan besar seperti bus.
Menurut keterangan pihak kepolisian, kecelakaan bermula dari upaya korban yang gigih untuk melewati bus Transjakarta yang melaju searah dengannya menuju kawasan Pesing.
Upaya tersebut tidak dilakukan sekali, melainkan dua kali dari sisi yang berbeda, sebuah keputusan yang terbukti fatal.
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Ojo Ruslani, membeberkan kronologi detail dari kecelakaan maut tersebut.
Awalnya, korban mencoba mendahului dari sisi kanan bus namun tidak berhasil menemukan celah yang aman. Tak menyerah, Adika kemudian bermanuver ke sisi kiri bus untuk kembali mencoba peruntungannya.
Nahas, saat berada di dekat Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Kabar Agung, upaya keduanya pun gagal total.
Motor yang dikendarainya justru menyerempet badan bus, membuatnya kehilangan keseimbangan dan terjatuh tepat di jalur roda raksasa Transjakarta.
“Secara bersamaan melaju disebelah kirinya hingga Pengemudi Kendaraan Yamaha Jupiter MX terjatuh dan tergilas ban belakang kanan Kendaraan Bus Transjakarta,” kata Ojo, saat dikonfirmasi, Jumat (8/8/2025).
Baca Juga: Tewas Seketika, Detik-detik Tabrakan Maut Presdir PT Nissen Chemitecdi GT Karawang Barat
Akibat kejadian mengerikan itu, Adika Isna Franata meninggal dunia seketika di lokasi kejadian. Ia dilaporkan menderita luka parah di bagian kepala serta beberapa bagian tubuh lainnya akibat terlindas.
Peristiwa ini menggarisbawahi risiko tinggi dari area blind spot atau titik buta pada kendaraan besar seperti bus.
Sisi kiri dan kanan, terutama di dekat bagian belakang, merupakan area yang sering kali tidak terlihat oleh pengemudi bus melalui spion.
Manuver mendahului dari sisi kiri sangat tidak disarankan karena menempatkan pengendara motor pada posisi paling rentan.
Petugas yang tiba di lokasi langsung melakukan penanganan dan mengevakuasi jenazah korban. Guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut, jenazah Adika telah dibawa ke Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.
Pihak kepolisian hingga kini masih mendalami penyebab pasti dari kecelakaan tersebut, termasuk memeriksa saksi dan rekaman CCTV jika tersedia di sekitar lokasi.
“Dugaan kecelakaan masih dalam proses lidik,” tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
-
Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK