Suara.com - Sebuah video viral bernarasi penemuan mobil berisi 30 ton ginjal manusia. Organ tubuh itu disebut akan diperdagangkan secara ilegal di pasar internasional.
Video ini pertama kali diunggah oleh akun TikTok @coganbatak dan kemudian dibagikan ulang oleh akun Instagram “Jenis_Kitchen_sg” pada Senin, 21 Juli 2025.
Lantas, benarkah isi video tersebut?
Dalam video berdurasi pendek itu, seorang narator mengklaim bahwa aparat kepolisian menemukan puluhan ton ginjal manusia dalam sebuah mobil yang sedang diamankan.
Klaim itu memicu kehebohan publik dan kecemasan akan perdagangan organ manusia ilegal yang diduga dilakukan secara besar-besaran.
Tim pemeriksa fakta dari Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) melalui kanal TurnBackHoax, melakukan penelusuran terhadap video tersebut. Hasil penelusuran mengarah pada laporan Tempo.co yang tayang pada 4 Agustus 2025.
Tempo memverifikasi video tersebut menggunakan alat deteksi kecerdasan buatan (AI) serta bekerja sama dengan Deepfakes Analysis Unit (DAU) dari Misinformation Combat Alliance, India.
Hasilnya, video mobil berisi 30 ton ginjal manusia itu dipastikan palsu dan merupakan hasil manipulasi digital menggunakan teknologi AI deepfake.
Melalui pemindaian dengan Hive Moderation, diketahui bahwa 99,9 persen elemen dalam video dibuat menggunakan AI. Tak hanya visual, suara narator dalam video juga dipastikan palsu oleh Hiya Deepfake Voice Detector.
Tak hanya itu, beberapa kejanggalan juga ditemukan dalam video tersebut. Mulai dari seragam polisi bertuliskan "INTERPOL" yang terlihat pudar dan tidak resmi, hingga bekas jahitan operasi yang tidak logis secara anatomi.
Bahkan, suasana konferensi pers yang ditampilkan tampak janggal, karena sejumlah kamera justru mengarah ke sudut lain dan bukan ke para pejabat.
Kesimpulan
Berdasarkan verifikasi fakta dari berbagai sumber kredibel, dapat disimpulkan bahwa video mobil berisi 30 ton ginjal manusia adalah konten menyesatkan (misleading content). Video tersebut tidak mengandung kejadian nyata dan seluruhnya direkayasa menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Masyarakat diimbau untuk lebih kritis dalam menyikapi konten viral, terutama yang menyangkut isu sensitif seperti perdagangan organ manusia ilegal.
Penyebaran konten palsu tidak hanya meresahkan, tapi juga berpotensi melanggar hukum jika terbukti menyebarkan hoaks yang memicu kepanikan publik.
Berita Terkait
-
Hoaks Kesehatan di Sosmed hingga AI Jadi Rujukan Konsultasi, Ini Pandangan RS Pelni
-
BGN Tegaskan Tuduhan Pembagian Dana MBG kepada Presiden adalah Hoaks
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
-
Hoaks Cerai Bikin Khawatir, Cita Citata dan Didi Mahardika Belum Berniat Tempuh Jalur Hukum
-
Konten Kreator Aa Juju Nekat Mau Jalan-jalan ke Perbatasan Kamboja yang Identik Perdagangan Ginjal
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Bukan Untuk Cetak Tentara, Kemhan Ungkap Misi Utama Latsarmil Calon Manajer Kopdes
-
Dinilai Punya Kepribadian Baik, Uya Kuya Bakal Pimpin PAN Jakarta
-
Jawab Prabowo Soal Tidak Bisa Bikin Mobil Sendiri, UGM: Kuncinya di Keberpihakan Pemerintah
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Mahfud MD Soroti Kemunduran Demokrasi, Sebut Politik Uang Gerus Penegakan Hukum
-
Panas Lagi! AS Luncurkan Serangan Balasan ke Iran Usai Insiden di Selat Hormuz
-
Jokowi Mulai Safari Politik, PAN Merasa Tak Terancam: Kami Tunggu PSI Lolos ke Senayan
-
Batas Penghasilan MBR Rp8 Juta Tak Cukup, Pemerintah Harus Tekan Biaya Hidup
-
Ucapan 'Adikku Sayang' Berujung Penganiayaan Caddy Golf, Pelaku Dibekuk di Lampung
-
Open House Sekolah Rakyat Surabaya, Orang Tua Terharu Lihat Perkembangan Siswa