Suara.com - Perseteruan antara mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil alias RK dengan model dewasa Lisa Mariana telah memasuki babak penting.
Bareskrim Polri dalam waktu dekat ini dikabarkan akan segera mengumumkan hasil tes DNA anak Lisa berinisial CA yang diakui merupakan hasil hubungan gelap dengan RK.
Di tengah rencana Bareskrim Polri mengumumkan hasil tes DNA tersebut, Lisa melalui kuasa hukumnya, Jhonboy Nababan memastikan siap menerima apapun hasilnya.
Ia mengaku tak ingin berandai-andai hingga dibuat pusing sebelum hasil tersebut diumumkan.
"Kami tidak mau berandai-andai dan tidak terlalu kami pusingkan gimana nanti saja hasilnya ke depan," kata Jhonboy dalam video yang diunggah akun Instagram @jonboynababan.rekan dikutip Suara.com, Sabtu (9/8/2025).
Alih-alih mencemaskan bagaimana hasil tes DNA nanti, Jhonboy menyerahkan sepenuhnya kepada penyidik Bareskrim Polri. Ia meyakini Polri akan bekerja secara profesional.
"Kami masih percaya dan yakin bahwa proses tersebut akan berjalan dengan baik," katanya.
Kapan Hasil Tes DNA Keluar?
Kepala Biro Laboratorium dan Dokpol Kesehatan (Labdokkes) Brigjen Sumy Hastry Purwanti menyampaikan proses uji laboratorium terhadap sampel DNA RK, Lisa dan CA hingga kekinian masih berlangsung di Pusdokkes Polri.
Baca Juga: 99,99 Persen Akurat? Ini Cara Kerja Tes DNA Paternitas yang Dilakukan Ridwan Kamil dan Lisa Mariana
"Sampel darah dan buccal masih diuji di Laboratorium DNA Pusdokkes Polri," kata Hastry kepada wartawan, Jumat (8/8/2025).
Menurut perkiraan Hastry, hasil tes DNA ini akan keluar dalam waktu maksimal 10 hari kerja. Namun, ia tak menutup kemungkinan hasinya bisa keluar lebih cepat.
"Kurang lebih 5-10 hari," ungkapnya.
Tes DNA di Hari yang Sama
RK, Lisa dan CA telah menjalani proses pengambilan sampel DNA di Bareskrim Polri pada 7 Agustus 2025.
Tes DNA ini merupakan tindak lanjut atas laporan RK terhadap Lisa di Bareskrim Polri pada April 2025 terkait dugaan pencemaran nama baik.
Berita Terkait
-
Menanti Hasil Tes DNA Yang Akan Tentukan Nasib Ridwan Kamil dan Lisa Mariana
-
Kubu RK Skakmat Lisa Mariana Jangan Pede Menang: Hasil Tes DNA Belum Keluar!
-
Polisi Bocorkan Hasil Tes DNA Bisa Diumumkan Lebih Cepat, Ridwan Kamil Pasrah
-
99,99 Persen Akurat? Ini Cara Kerja Tes DNA Paternitas yang Dilakukan Ridwan Kamil dan Lisa Mariana
-
Hasil Tes DNA Ridwan Kamil dan Lisa Mariana Bisa Keluar Lebih Cepat, Ini Bocoran Dokter Polri!
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 30 Kode Redeem FF 25 Maret 2026: Klaim Bundle Panther Gratis dan Skin M14 Sultan Tanpa Top Up
- 5 Rekomendasi HP Samsung Terbaru Murah dengan Spek Gahar, Mulai Rp1 Jutaan
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Soroti Penyalahgunaan Kendaraan Dinas untuk Mudik Lebaran, KPK: Bisa Jadi Pintu Masuk Korupsi
-
Viral Zebra Cross Hilang Disulap Jadi Pac-Man di Tebet, Dinas Bina Marga DKI Buka Suara
-
PBNU Tegas Dukung Iran, Gus Yahya Serukan Perdamaian dan Desak RI Ambil Langkah Diplomatik
-
Pencurian Ternak Modus Tembak dan Kuliti Sapi Bikin Geger Kupang! Pelaku Aparat Desa hingga ABH
-
Ada Bazar di Monas, KA Keberangkatan Gambir Bakal Berhenti di Jatinegara
-
BGN Tindak Tegas! SPPG di Nabire Dibekukan Usai Mobil MBG Dipakai Angkut Sampah
-
Arus Balik Tahap 2 Dipantau Ketat! Korlantas Siap Terapkan One Way Nasional Kalikangkung-Cikatama
-
Stasiun Jakarta Masih Diserbu Penumpang Arus Balik, Tembus 52 Ribu Penumpang Hari Ini
-
Antisipasi Macet Monas, KAI Alihkan Naik Kereta dari Gambir ke Jatinegara Hari Ini
-
Tekan BBM Lewat WFH ASN? DPRD Jakarta Peringatkan Risiko ke Layanan Publik