Suara.com - Kedok bejat IS (36) seorang ayah tiri di Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang, Baten terbongkar usai puluhan kali mencabuli Bunga (12)— bukan nama sebenarnya. Selama dua tahun, pelaku menciptakan skenario licik seolah-olah diancam oleh sosok misterius bernama "Bos Mafia" untuk melakukan aksi bejatnya.
Peristiwa tragis ini diungkap oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Banten setelah korban melaporkan trauma mendalam yang dialaminya.
Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Banten Kompol Herlia Hatarani menjelaskan bahwa modus pelaku sangat keji dan manipulatif. Semua berawal pada Februari 2023 ketika Bunga berkenalan dengan sosok "Bos Mafia" melalui aplikasi kencan LITMACH.
Sosok fiktif Bos Mafia yang diduga merupakan IS itu sendiri, awalnya meminta Bunga mengirim video bugil dan mengancam akan mereset HP jika permintaan itu tak dituruti.
Di bawah tekanan, korban yang ketakutan lalu menuruti permintaan tersebut. Namun, teror tidak berhenti. Bos Mafia itu kemudian meminta uang, dan ketika korban mengaku tidak punya, ia memerintahkan korban untuk membuat video persetubuhan dengan ayah tirinya IS.
Merasa terdesak, korban akhirnya memberanikan diri bercerita kepada IS, ayah tirinya, berharap mendapat perlindungan. Namun, predator yang sesungguhnya justru ada di hadapannya. IS berpura-pura akan membantu, namun kemudian membalikkan keadaan dengan dalih tidak punya uang untuk membayar sang "Bos Mafia".
"Saat korban kembali diancam, ia melapor lagi ke IS. Saat itulah pelaku mengatakan, 'Ya udah hayu buat aja, soalnya Apih lagi gak da uang'," ungkap Herlia menirukan pengakuan korban kepada wartawan, Selasa (12/8/2025).
Malam itu, setelah memastikan ibu kandung korban tertidur lelap, IS melancarkan aksi bejatnya untuk pertama kali di ruang tamu kontrakan mereka.
Sejak saat itu, IS terus mengulangi perbuatannya dengan modus yang sama. Ia berdalih kepada korban bahwa "Bos Mafia" terus meminta video baru.
Baca Juga: Fakta Pilu Tiwi Pegawai BPS Dibunuh Teman Kantor: Dipaksa Oral Seks, Tewas Kejang-kejang Dilakban!
"Pelaku menghubungi korban dan berkata, 'Bos Mafia chat Apih, nyuruh Apih sama Mbi (panggilan korban) bikin video lagi'," tutur Herlia.
Perbuatan biadab itu terjadi berulang kali, diperkirakan mencapai 20 kali dalam rentang waktu Februari 2023 hingga Juni 2025. Terkadang, setelah melampiaskan nafsunya, pelaku memberi korban uang antara Rp100.000 hingga Rp250.000.
"Motifnya adalah menyetubuhi korban dengan modus berpura-pura sebagai 'Bos Mafia' untuk mengelabui dan menjebak korban," tegas Herlia.
Pelaku IS kini telah ditangkap dan ditahan di Polda Banten sejak 9 Agustus 2025. Ia dijerat dengan Pasal 81 Jo Pasal 76D dan atau Pasal 82 Jo Pasal 76E Undang-Undang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun.
Berita Terkait
-
Fakta Pilu Tiwi Pegawai BPS Dibunuh Teman Kantor: Dipaksa Oral Seks, Tewas Kejang-kejang Dilakban!
-
Terpidana jadi Komisaris BUMN, Kontroversi Silfester Matutina Ikut Seret Nama Erick Thohir!
-
Silfester Matutina Tak Dipenjara Meski Terpidana Kasus JK, Mahfud MD Ngaku Ngeri: Menakutkan jika...
-
Viral Kepergok Tak Disalami hingga Dibalas Tatapan Sinis: Gibran-AHY Perang Dingin?
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
Terkini
-
Ferdy Sambo Lulus S2 di Lapas, Apakah Semua Narapidana Punya Hak yang Sama?
-
Marco Rubio: Harga Bensin Tinggi Tak Akan Paksa AS Beri Konsesi ke Iran
-
Donald Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Harus Tetap Terbuka
-
Siasat Cerdik China Ganti Nama Marco Rubio agar Bisa Masuk Meski Masih Kena Sanksi
-
5 Fakta Dua Pemuda Bogor Dipatuk Ular Weling: Sempat Jadi Mainan hingga Satu Orang Tewas
-
Bundaran HI Tak Lagi Aman usai Turis Italia Jadi Korban Jambret? Legislator PSI Bereaksi Keras
-
SMAN 1 Pontianak Tolak LCC Ulang, MPR: Kami Menghargai Sikap Mereka
-
200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Anggota DPR: Pemerintah Jangan Diam
-
Nunggak Utang Rp 3 Juta, Pria di Cilincing Ditusuk Debt Collector di Tengah Jalan
-
Berkedok Karaoke, Tempat Hiburan di Daan Mogot Jadi Sarang Prostitusi Anak: 5 Orang Jadi Tersangka!