Gerakan ini mencapai puncaknya di Pati ketika menantu Samin, Pak Karsiyah, mengajak rakyat Kayen untuk menentang pemerintah dan menamakan diri sebagai Pangeran Sendang Janur.
Sementara di Kecamatan Tambakromo, warga serentak menolak membayar pajak—sebuah aksi pembangkangan sipil yang menjadi ciri khas mereka.
Pati Membara: Tuntutan Mundur dan Gelombang Kekecewaan
Lebih dari seabad kemudian, jalanan Pati kembali menjadi saksi bisu perlawanan.
Aliansi Pati Bersatu, yang dikoordinasi oleh Teguh Istyanto, menegaskan bahwa pembatalan kenaikan PBB tidak cukup untuk memadamkan amarah.
Kekecewaan telah terakumulasi dari serangkaian kebijakan Bupati Sudewo yang dinilai tidak populis. Teguh menyoroti kebijakan lima hari sekolah dan regrouping (penggabungan) sekolah yang berdampak pada nasib guru honorer.
"Itu pasti ada dampaknya bagi guru honorer kalau ada dua sekolah menjadi satu pasti ada guru tidak bisa untuk mengabdi menjadi guru," papar Teguh.
Isu lain yang menjadi sorotan adalah pemutusan hubungan kerja (PHK) ratusan karyawan honorer RSUD RAA Soewondo tanpa pesangon, yang diikuti dengan rekrutmen pegawai baru.
"Orang lama dikeluarkan tanpa pesangon, tanpa tali asih. Kemudian dia merekrut karyawan baru dengan alasan meningkatkan pelayanan," sambung Teguh.
Baca Juga: Desak Bupati Sudewo Mundur, Ini 5 Tuntutan Rakyat di Aksi Demo Pati 13 Agustus 2025
Filosofi Perlawanan
Meski begitu yang membuat Gerakan Samin istimewa adalah filosofi perlawanannya, bergerak tanpa kekerasan fisik yang menjadikan sebuah anomali dalam sejarah perlawanan di Jawa.
"Gerakan Samin ini yang dapat dikatakan unik Sejarah Jawa. Ada beberapa aspek dari sikap Orang Samin yang patut dicatat di antara tanpa kekerasan, rajin, jujur, dan berhasil sebagai petani, serta menghargai sesama derajat, termasuk kaum wanita," catat buku sejarah tersebut.
Semangat ini terus hidup dalam komunitas Sedulur Sikep, pewaris ajaran Samin.
Menurut Tokoh Sedulur Sikep, Gunretno, perlawanan Samin adalah bentuk ketidaktaatan terhadap kebijakan yang tidak adil.
Namun, Gunretno mengungkapkan bahwa perlawanan Samin hari ini berfokus pada isu lingkungan.
Perjuangan melawan perusakan alam akibat tambang dan penggundulan hutan di Pegunungan Kendeng adalah manifestasi modern dari ajaran Samin.
Pengamanan Ketat dan Peringatan Aparat
Menghadapi demonstrasi masif hari ini, Rabu (13/8/2025), aparat keamanan tidak tinggal diam.
Sebanyak 2.684 personel gabungan dari kepolisian, TNI, dan instansi terkait diturunkan untuk mengawal jalannya aksi.
Kepala Polresta Pati, Kombes Pol Jaka Wahyudi, menyatakan bahwa pendekatan yang akan digunakan adalah profesional dan humanis.
"Pengamanan akan dilakukan secara profesional dan humanis. Kami tidak hanya fokus pada pengamanan massa, tetapi juga mengutamakan komunikasi yang baik agar situasi tetap terkendali tanpa gesekan," ungkapnya.
Aparat juga memberikan peringatan keras agar massa tidak membawa senjata tajam, minuman keras, atau benda berbahaya lainnya. Rekayasa lalu lintas disiapkan untuk meminimalisir dampak bagi masyarakat yang tidak terlibat aksi.
"Jangan terpancing provokasi. Tugas kita adalah menjaga, melindungi, dan mengayomi. Gunakan pendekatan persuasif terlebih dahulu sebelum langkah penegakan hukum," ujarnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Tata Cara Sholat Tolak Bala Rebo Wekasan 2026: Urutan Bacaan Surat, Niat, dan Doa Lengkap
-
Ekshumasi Sutrimo Dipimpin dr Hastry dan dr Yudianto, Jasad Diperiksa hingga Bagian Dalam
-
Eks Kaesang Felicia Tissue Buktikan Move On Total, Ini Kabar Terbarunya dengan Calon Suami
-
Cara Download Logo Hari Pramuka 2026, Lengkap dengan Link Resminya
-
Bybit Resmi Ekspansi ke Indonesia usai Akuisisi Nobi, Incar 20% Pangsa Pasar Transaksi Kripto
-
Sholat Tolak Bala Rebo Wekasan 2026 Jam Berapa? Simak Waktu Pelaksanaannya di Sini!
-
Uji Coba Tabung CNG 3 Kg Direncanakan Mulai Pekan Depan
-
Kota Jogja Siapkan Rp40 Miliar Angkut Sampah ke PSEL, Bantul Pastikan Warga Sekitar Tak Direlokasi
-
Niat Sholat Tolak Bala Rebo Wekasan: Lengkap dengan Bacaan Latin, Arti, dan Jadwalnya di Tahun 2026
-
Misteri Kunci Hilang Terjawab: Sebulan Diincar, Mobil Avanza di Bandar Lampung Raib Digasak