Suara.com - Dekan Fakultas Kedokteran Gigi UGM, Suryono beberapa waktu yang lalu mengaku melihat bukti yang jelas terkait kebenaran soal kasus dugaan ijazah palsu milik Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
Dalam khotbah jumatnya pada 1 Agustus 2025, Suryono mengatakan telah melakukan investigasi untuk membuktikan kebenaran yang sesungguhnya.
Suryono menceritakan pertemuannya dengan Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Sigit Sunarta pada 19 Juli 2025.
Menurutnya, Sigit telah menunjukkan dokumen lengkap terkait Jokowi yang kuliah di kampus UGM.
Mendengar penjelasan dari Sunaryo, Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun tergelitik untuk mengomentarinya.
Refly mengatakan bahwa dokumen Jokowi yang sempat disebutkan oleh Sunaryo tersebut sudah dibuktikan fake.
“Dia mengkonfirmasi dengan Dekan Fakultas Kehutanan UGM Sigit Sunarta. Sigit ini yang menampilkan ijazah fotocopy Jokowi yang berkacamata (fotonya), yang juga muncul di reuni Ambarukmo, yang muncul dalam unggahan kader PSI, yang muncul di Bareskrim Mabes Polri,” urai Refly, dikutip dari youtubenya, Kamis (14/8/25).
“Jadi kalau itu konsisten dengan ijazah itu maka Rismon Sianipar, Topi Merah, dan Roy Suryo sudah melakukan penelitian atasnya. Dan kesimpulannya adalah fake,” tambahnya.
Menurut Refly, Jika Sunaryo mengakui telah klarifikasi dengan Sigit, maka hal itu sulit diterima.
Baca Juga: Presiden Prabowo: 20 Juta Orang Sudah Terima Makan Bergizi Gratis
“Kalau dia mengklarifikasi dengan Sigit Sunarta, justru klarifikasi itu agak sulit diterima. Kita harus tahu tanya kepada siapa. Apakah orang yang kita tanya itu orang terpercaya, atau orang yang diduga bagian dari konspirasi,” ucap Refly.
Hal inilah yang menurut Refly menjadi pangkal persoalan. Pasalnya orang yang disebut oleh Sunaryo belum bisa dibuktikan seratus persen terpercaya.
Refly menyebut bahwa tindakan Sunaryo itu dianggap justru sebagai cara UGM untuk menutup-nutupi masalah ini.
“Kalau Suryono mengklarifikasi dengan Sigit itulah pangkal persoalannya,” ujarnya.
“Ada kesan UGM menutup-nutupi, melindungi hal ini dengan tidak bertindak secara transparan,” imbuhnya.
Pasalnya, Refly mengatakan bahwa UGM hanya berani menunjukkan data tersebut secara tersembunyi kepada perorangan saja.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Indonesia Ingin Belajar Strategi China soal Pengentasan Kemiskinan
-
Polda DIY Selidiki Dugaan Pembubaran Ibadah Jemaat GMS di Bantul
-
Digeruduk Yakuza Mangenes, Pengasuh Ponpes Pekalongan Ditangkap usai Diduga Cabuli 25 Santri
-
Iduladha 1447 H, Kemensos Salurkan 295 Ekor Hewan Kurban ke Berbagai Wilayah Indonesia
-
Bukan Cuma Pagar Canggih, Gang Haji Jeni Kini Punya 'Smart Geprek' Pengubah Sampah Jadi Cuan
-
Gedung Putih Bangun Arena Baku Pukul untuk Rayakan HUT ke-250 AS dan Ulang Tahun Trump
-
Alarm Bahaya! Ratusan Siswa di 26 Provinsi Terpapar Radikalisme Lewat Medsos dan Game Online
-
Ketua MUI Soal Sapi Kurban Prabowo Pakai APBN: Sah Secara Syar'i
-
DPR Murka! Skandal Riset Palsu WNI di Denmark Hancurkan Marwah Akademisi RI
-
Sapi Kurban Pak Suardi 'Ngambek' Saat Mau Dipotong, Damkar DKI Sampai Turun Tangan