Suara.com - Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI asyik berjoget usai sidang tahunan MPR RI kini viral di media sosial.
Dalam video yang viral di media sosial, para wakil rakyat tersebut asyik bergoyang dengan mengikuti irama lagu Sajojo dan Fa Mi Re.
Dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @lambe_turah, raut wajah bahagia dan suka ria terpancar jelas dari para anggota dewan terhormat tersebut.
Alih-alih mendapat simpati, aksi joget berjamaah itu justru memantik amarah warganet. Kolom komentar unggahan tersebut dibanjiri kritik pedas.
Banyak yang menilai aksi tersebut tidak pantas dan menunjukkan minimnya empati para pejabat terhadap kondisi rakyat yang tengah menghadapi berbagai kesulitan.
Salah seorang warganet bahkan menyindir aksi tersebut dengan mengaitkannya pada fenomena politik yang pernah terjadi sebelumnya.
"Biarin aja lah. Toh yang kemaren menang juga awalnya joget joget. Dah capek komentar," kata @aai*****.
Komentar lain menuding para wakil rakyat berbahagia di atas penderitaan masyarakat yang mereka wakili.
"Bahagia banget bikin rakyatnya sengsara," ucap @ran*****.
Baca Juga: Dukungan Rektor ke Prabowo Dikecam: Kampus Jadi Alat Legitimasi Penguasa?
Rasa muak dan benci yang mendalam juga diungkapkan oleh warganet lain. Ia kecewa dengan perilaku para pejabat negara.
"Nggak pernah sebenci dan semuak ini sama pejabat negara," kata @_el****.
Puncak kekesalan warganet terangkum dalam sebuah komentar singkat namun tajam, yang menggambarkan kontrasnya kondisi antara rakyat dan wakilnya.
"Rakyatnya kejang, pejabatnya goyang," timpal @doy****.
Berita Terkait
-
Meutya Hafid Ungkap Modus Baru Penipuan, Pelaku Ngaku Anggota DPR lalu Minta Sumbangan
-
Membaca Ketakutan The Economist terhadap Prabowo
-
Presiden Prabowo Tepis Isu RI Bakal Collapse, Sebut Indonesia Masih Oke!
-
DPR Sebut Pernyataan Prabowo soal 'Rakyat di Desa Tak Pakai Dolar' untuk Menenangkan Masyarakat
-
Riwayat Pendidikan Prabowo Subianto yang Bilang Orang Desa Tak Pakai Dolar
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Operasi Pencarian Kapal Migran WNI yang Tenggelam di Malaysia Resmi Dihentikan
-
Saling Terhubung via HT, 21 'Sniper' Pasang Badan Jaga Kampung Narkoba di Samarinda Selama 4 Tahun!
-
Dibanding Era Habibie, Tekanan Rupiah Kini Dinilai Lebih Berat karena Utang Luar Negeri Membengkak
-
Perang AS - Iran Makin Parah, Donald Trump Lakukan Hal Tak Terduga Ini
-
Mendagri Apresiasi Inflasi 2,42 Persen, Minta Pemda Waspadai Dampak Geopolitik Global
-
Nama Hakim dan Dosen UGM Diduga Dicatut di Struktur Yayasan Daycare Little Aresha
-
Anggota DPR Sentil Prabowo: Orang Desa Bukan Hidup di Zaman Batu, Pasti Terasa Kalau Dolar Naik
-
KPK Akan Periksa Muhadjir Effendy soal Mekanisme Pembagian Kuota Haji 2023-2024
-
Babak Baru Kasus Jeffrey Epstein: 10 Korban Baru di Prancis dan Keterlibatan Agensi Model
-
Komarudin PDIP Sentil Pernyataan Prabowo Soal Rupiah: Ingat, 1998 Dolar Naik Semua Harga Melambung