Suara.com - Misteri di balik video viral yang memperlihatkan sebuah mobil Lamborghini putih ringsek di ruas Tol Tangerang akhirnya terjawab. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya secara resmi merilis kronologi kecelakaan tunggal yang terjadi pada Minggu (17/8) tersebut, menyebut insiden ini murni disebabkan oleh pengemudi yang kehilangan kendali.
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Ojo Ruslani, memberikan penjelasan detail mengenai detik-detik saat supercar tersebut mengalami kecelakaan. Menurutnya, pengemudi berinisial ES (37) sedang melaju dari arah Benda menuju Serpong.
"Kendaraan Lamborghini No.Pol D-1357-QGK yang dikemudikan pengemudi berinisial ES (37) melaju dari arah Benda menuju ke arah Serpong," kata AKBP Ojo Ruslani dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Antara, Selasa (19/8/2025).
Insiden bermula ketika mobil mewah itu berada di lajur paling kanan di Jalan Tol Jakarta Kunciran, tepatnya di KM 15.200. Secara tiba-tiba, pengemudi kehilangan kendali atas kendaraannya.
Mobil oleng tajam ke kiri hingga menabrak guardrail, sebelum akhirnya pengemudi membanting setir ke kanan dan menabrak pembatas jalan.
"Kemudian menabrak gadrill di kiri jalan, lalu banting stir ke kanan, menabrak pembatas di kanan jalan. Maka terjadi kecelakaan lalu lintas yang berakibat kendaraan Lamborghini tersebut mengalami kerusakan," ujar Ojo.
Tayangan video yang beredar luas di media sosial, salah satunya diunggah oleh akun Instagram @ciledug24jam, memang menunjukkan dampak kerusakan yang parah.
"Puncak dari insiden ini adalah ringseknya sebuah Lamborghini Murcielago yang menjadi sorotan utama, mobil sport berwarna putih itu tampak hancur di bagian depan," tulis akun tersebut.
Meskipun kerusakan pada mobil terlihat sangat parah, pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Insiden tersebut murni menimbulkan kerugian material.
Baca Juga: Kecelakaan Lamborghini yang Viral Terjadi di Hari Kemerdekaan, Pengendara Kena Sanksi Apa?
Namun, pengemudi ES tidak bisa langsung bernapas lega. Pihak kepolisian telah menjadwalkan pemanggilan terhadapnya untuk proses klarifikasi lebih lanjut. Sanksi pun telah menanti di depan mata.
"Kemudian, ES akan dipanggil pada Selasa (19/8) atau Rabu (20/8) untuk diklarifikasi terkait kecelakaan tersebut, sanksinya membayar kerusakan jalan ke pengelola tol," tutur Ojo.
Lebih jauh, Ojo menegaskan bahwa sanksi ganti rugi kerusakan fasilitas tol bukanlah satu-satunya konsekuensi yang mungkin diterima ES.
Jika dalam proses klarifikasi nanti ditemukan adanya ketidaklengkapan surat-surat kendaraan, maka sanksi tambahan berupa tilang akan langsung diterapkan.
Pemeriksaan ini menjadi prosedur standar dalam penanganan setiap kecelakaan lalu lintas untuk memastikan kepatuhan administrasi kendaraan.
Berita Terkait
-
Kecelakaan Lamborghini yang Viral Terjadi di Hari Kemerdekaan, Pengendara Kena Sanksi Apa?
-
BRI Super League: Carlos Pena Buka Suara soal Debut Perdana Hokky Caraka
-
Konvoi Kebut-kebutan saat 17 Agustus, Polisi Ungkap Sanksi Kasus Tabrakan Lamborghini di Tangerang
-
Kata Pelatih Spanyol Melihat Debut Kurang Mulus Hokky Caraka Bersama Persita
-
BRI Super League: Eduardo Perez Dedikasikan Kemenangan Perdana untuk Fans
Terpopuler
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Usia 50 Tahun ke Atas
- Ini 4 Smartphone Paling Diburu di Awal Januari 2026
- 5 Sepatu Nike Diskon hingga 40% di Sneakers Dept, Kualitas Bagus Harga Miring
- 5 Tablet dengan SIM Card Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking Anti Ribet
- Beda dengan Inara Rusli, Wardatina Mawa Tolak Lepas Cadar Demi Uang
Pilihan
-
UMP Minim, Biaya Pendidikan Tinggi, Warga Jogja Hanya jadi Penonton Kemeriahan Pariwisata
-
Cek Fakta: Video Rapat DPRD Jabar Bahas Vasektomi Jadi Syarat Bansos, Ini Faktanya
-
Dipecat Manchester United, Begini Statistik Ruben Amorim di Old Trafford
-
Platform Kripto Indodax Jebol, Duit Nasabah Rp600 Juta Hilang Hingga OJK Bertindak
-
4 HP RAM 12 GB Paling Murah Januari 2026, Pilihan Terbaik untuk Gaming dan Multitasking
Terkini
-
Gedung Kedubes AS Diguncang Protes, Massa Buruh: Jangan Sampai Indonesia Jadi Sasaran Berikutnya
-
Peta Aceh Harus Digambar Ulang, Desa-Dusun di 7 Kabupaten Hilang Diterjang Bencana
-
Korupsi Mukena dan Sarung Bikin Negara Rugi Rp1,7 M, Pejabat-Anggota DPRD Diseret ke Meja Hijau
-
Ada Menteri Kena Tegur Prabowo di Retret Hambalang?
-
Geger Video Mesum Pasangan Misterius di Pos Polisi Tulungagung, Pelaku Diburu
-
Bupati Bekasi Ade Kuswara Ogah Bicara soal Dugaan Kasih Duit ke Kajari
-
Indonesia Dinominasikan Jadi Presiden Dewan HAM PBB, Apa Syarat Kriterianya?
-
Mendagri Dorong Percepatan Pendataan Rumah Rusak Pascabencana Sumatra
-
KPK 'Korek' Ketum Hiswana Migas di Pusaran Korupsi Digitalisasi SPBU Pertamina
-
Kejar Target Sebelum Ramadan, Satgas Galapana DPR RI Desak Sinkronisasi Data Huntara di Aceh