Suara.com - Sebuah akun Facebook bernama “Mini Kawo” pada Minggu, 10 Agustus 2025 mengunggah sebuah video [arsip] dengan narasi:
“Ribuan Warga Papua Demo Ingin Jokowi Jadi Presiden Lagi.”
Unggahan ini langsung mendapat atensi warganet. Hingga Selasa, 15 Agustus 2025, video tersebut telah ditonton lebih dari 20 ribu kali, disukai 40 ribu kali, dibagikan ulang 1.500 kali, serta menuai 5 ribu komentar.
Melansir dari TurnBackHoax.id, tim pemeriksa fakta melakukan penelusuran dengan kata kunci “Warga Papua Minta Jokowi Kembali Pimpin Negara” melalui Google.
Hasilnya, tidak ditemukan informasi dari media arus utama maupun akun resmi pemerintah yang menguatkan klaim tersebut.
Tim kemudian melakukan penelusuran lanjutan menggunakan metode reverse image search.
Hasilnya mengarah pada artikel papuasatu.com berjudul “Wamena Lautan Manusia Hadiri Kampanye Akbar LUKMEN”.
Dari sana diketahui, video yang dibagikan akun “Mini Kawo” sebenarnya adalah dokumentasi kampanye akbar pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Papua, Lukas Enembe – Klemen Tinal (LUKMEN) di Lapangan Sinapuk,
Wamena, Kabupaten Jayawijaya, pada Sabtu, 23 Juni 2018.
Baca Juga: CEK FAKTA: Benarkah Pendaftaran Petugas Haji 2026 Telah Dibuka?
Artinya, video tersebut tidak ada kaitannya dengan aksi demo mendukung Jokowi pada 2025.
Dapat disimpulkan, klaim dalam unggahan Facebook yang menyebut “Ribuan Warga Papua Demo Ingin Jokowi Jadi Presiden Lagi” adalah tidak benar.
Faktanya, video itu merupakan rekaman lama dari kampanye akbar pasangan Lukas Enembe – Klemen Tinal (LUKMEN) pada Pilgub Papua 2018 di Wamena.
Dengan demikian, unggahan tersebut termasuk konten menyesatkan (misleading content).
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Bripda Mesias Dipecat Tidak Hormat Usai Kasus Tewaskan Pelajar di Tual
-
DPR: Perjanjian Transfer Data RI-AS Harus Seimbang dengan Kedaulatan Digital dan Perlindungan Warga
-
Bantah Laporan Awal, Polda Sulsel Pastikan Bripda Dirja Tewas Akibat Penganiayaan
-
Menuju Piala Dunia 2026, DPR Minta Pengunduran Diri Dirut TVRI Tak Ganggu Stabilitas dan Kinerja
-
Terobos dan Rusak Portal JLNT Casablanca, 11 Motor Diamankan Polisi
-
Stunting Jadi Prioritas, Semarang Intervensi Gizi 78 Ribu Remaja dan Pantau 60 Ribu Balita
-
Membaca Amarah Publik pada Dwi Sasetyaningtyas Alumni LPDP: Selesai Kontrak, Selesai Loyalitas?
-
Apes! Pria Ini Kehilangan Mobil Gara-Gara Mabuk dan Ketiduran di Pinggir Jalan
-
Saksi Ungkap Transaksi Rp 809 Miliar ke Gojek, GoTo Tegaskan Dana Kembali ke Kas
-
Kemensos Salurkan Bansos Rp2,56 Triliun untuk Korban Bencana di Pulau Sumatra