Suara.com - Apa yang seharusnya menjadi tugas jurnalistik rutin berubah menjadi adegan penyergapan biadab yang mengguncang publik.
Pengeroyokan terhadap delapan wartawan dan staf Humas Kementerian Lingkungan Hidup (KLHK) di PT Genesis Regeneration Smelting, Serang, bukanlah insiden spontan.
Ia adalah sebuah drama mencekam dengan banyak babak, mulai dari intimidasi, jebakan, kekerasan brutal, hingga perlawanan tak terduga.
Berikut adalah 8 fakta penting yang merangkum keseluruhan peristiwa kelam ini.
1. Bukan Penganiayaan Biasa, Tapi Penyergapan Terencana
Insiden ini bukan perkelahian, melainkan sebuah jebakan. Menurut kesaksian korban, setelah sidak KLHK selesai, rombongan wartawan sengaja dipancing oleh oknum Brimob untuk bertemu HRD.
Saat menolak karena curiga akan dikunci di dalam, serangan langsung dilancarkan. Teriakan "matiin..matiin" dari gerombolan ormas menjadi penanda dimulainya perburuan.
2. Akar Masalah: Pabrik Limbah Timbal yang Pernah Disegel
PT Genesis, lokasi kejadian, bukanlah perusahaan tanpa catatan. Menurut Ketua PWI Cilegon, pabrik peleburan timbal ini sebelumnya sudah pernah disegel oleh KLHK karena masalah limbah.
Baca Juga: Wartawan Dianiaya saat Meliput Pabrik Nakal di Banten, IJTI Minta Aparat Tegas
Kuat dugaan, perusahaan ini beroperasi kembali secara ilegal dan kekerasan terjadi untuk menutupi praktik lancung tersebut dari sorotan media.
3. Pelaku Gabungan: Sekuriti, Ormas, dan Dugaan Keterlibatan Oknum Brimob
Serangan ini diduga kuat dilakukan secara terkoordinir. Para korban bersaksi bahwa pengeroyok terdiri dari sekuriti internal pabrik, gerombolan preman/ormas yang sudah bersiaga di warung seberang, dan setidaknya seorang oknum yang mengenakan seragam Brimob.
Keterlibatan oknum aparat inilah yang membuat kasus ini menjadi sangat serius.
4. Ancaman Golok dan Korban Diinjak-injak
Tingkat kebrutalan para pelaku sangat mengerikan. Selain memukul dengan tangan kosong dan helm, salah seorang pelaku terekam mengacungkan sebilah golok untuk mengancam wartawan.
Korban yang paling parah adalah staf Humas KLHK dan seorang jurnalis Tribun; keduanya tak sempat kabur, dipukuli hingga tersungkur, lalu diinjak-injak tanpa ampun.
Tag
Berita Terkait
-
Wartawan Dianiaya saat Meliput Pabrik Nakal di Banten, IJTI Minta Aparat Tegas
-
KLH Segel Pabrik Pengolahan Limbah di Kabupaten Serang
-
Wartawan Dikeroyok saat Liput Sidak Pabrik di Serang, Pelaku Diduga Sekuriti, Ormas hingga Aparat
-
Melihat Ragam Helikopter di Pameran Heli Expo Asia 2025
-
Tolak Kerja Sama TPA Bangkonol, Warga Buang Sampah di Kantor Bupati Pandeglang
Terpopuler
- 4 Mobil Sedan Bekas di Bawah 30 Juta Mudah Dirawat, Performa Juara!
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- Bupati Mempawah Lantik 25 Pejabat, Berikut Nama-namanya
- 4 Rekomendasi HP Murah Layar AMOLED dengan Baterai Jumbo Terbaik Januari 2025
- Stargazer vs Xpander: 10 Fakta Penentu MPV 7 Seater Paling Layak Dibeli
Pilihan
Terkini
-
Tambang Emas Ilegal di Cigudeg Sulit Diberantas? Diduga Ada Cepu Bocorkan Razia Polisi
-
Darah Tumpah di Caracas, 75 Tewas Saat Pasukan AS Serbu dan Tangkap Presiden Maduro
-
Wagub Babel Dicecar 10 Jam di Bareskrim, Misteri Ijazah Sarjana Terkuak?
-
Yusril Sebut Batas Kritik dan Hinaan di KUHP Baru Sudah Jelas
-
Update Terbaru Kompleks Haji Indonesia di Arab Saudi, Siap Meluncur Tahun Ini
-
Rugikan Negara Rp16,8 Triliun, Isa Rachmatarwata Dipenjara 1,5 Tahun
-
'Raja Bolos' di MK: Anwar Usman 113 Kali Absen Sidang, MKMK Cuma Kirim Surat Peringatan
-
4 WNA Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Kapal PT ASL Shipyard di Batam
-
AS Ancam 'Serang' Iran, Senator Sebut Rezim Teheran Mirip dengan Nazi
-
Anak Marah Gawainya Dilihat? Densus 88 Ungkap 6 Ciri Terpapar Ekstremisme Berbahaya