Suara.com - Ada momen yang unik dan lucu dalam kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Pontianak, Kalimantan Barat pada Sabtu (23/8/2025). Wapres Gibran mendadak bertemu "Surya Paloh KW".
Pertemuannya dengan pria yang mirip dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh itu terjadi saat Gibran mampir ke kedai Kopi Asiang, Pontianak.
Momen tersebut terjadi di sela-sela kunjungan kerja Gibran di Kota Pontianak. Usai meninjau bahan pokok dan mendengarkan aspirasi warga di Pasar Flamboyan, Gibran didampingi Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menikmati kopi tarik hangat di kedai yang berlokasi di Jalan Merapi, Pontianak tersebut.
"Mirip, mirip," kata Gibran sembari tersenyum menjawab santai di hadapan awak media.
Sosok pria tersebut bernama Wahyu (69). Ia mengaku sudah mengetahui Gibran yang akan datang ke warung Kopi Asiang yang menjadi ikon kuliner Kota Pontianak itu.
Wahyu yang melihat Gibran sedang minum kopi, langsung mendekati Gibran dan mengajaknya untuk berfoto bersama.
Penampilan rambut Wahyu yang gondrong, dengan brewok dan jenggot tebal khas Surya Paloh membuat siapa pun yang melihatnya akan sepakat bahwa ia mirip dengan bos salah satu media nasional tersebut.
Wahyu juga mengenakan kemeja dan celana berwarna biru dongker, yang merupakan ciri khas warna Partai NasDem.
Meskipun tidak ingin secara gamblang menyebutkan kemiripan Wahyu dengan Surya Paloh, Gibran hanya menjawab singkat pertanyaan sambil tersenyum.
Baca Juga: Noel Ngemis-ngemis Amnesti, Prabowo Janji Tak Bela Anak Buah yang Korupsi
"Mirip ketua ini...," jawab Gibran mengambang sambil tersenyum.
Gibran pun memenuhi permintaan Wahyu untuk berfoto bersama dengan gaya berjabat tangan. Saat ditanya lebih lanjut, Wahyu mengaku dirinya sudah pernah foto bersama Presiden Ke-7 RI Joko Widodo, yang juga ayah Gibran.
"Pernah (foto dengan Jokowi), dengan Mas Kaesang juga sudah (pernah)," kata Wahyu.
Berita Terkait
-
Noel Ngemis-ngemis Amnesti, Prabowo Janji Tak Bela Anak Buah yang Korupsi
-
Pesan Gibran ke Warga Dayak: Bapak-Ibu Jangan sampai Termakan Hoaks IKN Mangkrak!
-
Drama Air Mata Noel Ebenezer jadi Bahan Olok-olok, Eks Pimpinan KPK: Nangis Bos!
-
Minta Jatah Setelah Tahu Ada Korupsi di Kemenaker, Eks Pimpinan KPK Sebut Noel Pejabat Kurang Ajar!
-
Kuliti Modus Noel dkk Cekik Buruh, Eks Penyidik KPK Geleng-geleng: Matematika Korupsinya Dahsyat!
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Gus Ipul: 869 Ribu Peserta BPJS PBI Aktif Kembali
-
Riva Siahaan Dinilai Tak Nikmati Uang Korupsi: Hakim Bebaskan Uang Pengganti, Blokir Rekening Dibuka
-
Jakarta Darurat Lapangan Padel 'Bodong', 185 Bangunan Tak Berizin Terancam Ditertibkan Satpol PP
-
Vonis Korupsi Tata Kelola Minyak: Eks Dirut Pertamina International Shipping Dihukum 9 Tahun Penjara
-
Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?
-
Bareskrim Ambil Alih Pengejaran Ko Erwin, Bandar Narkoba Terkait Kasus AKBP Didik
-
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
KPK Telusuri Pemilik Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar dalam Kasus Bea Cukai
-
DPRD DKI Kritik Impor 3.100 Sapi oleh Pramono Anung, Dinilai Tak Sejalan UU Pangan