Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengunkap kondisi terkini Lurah Manggarai Selatan, Muhamad Sidik, setelah menjadi sasaran amuk massa aksi protes terhadap DPR di Pejompongan kemarin.
Sidik tak sendiri, sopirnya yang merupakan Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), Asep Yudiana juga ikut menjadi korban amukan massa.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Budi Awaluddin mengatakan Sidik dan Asep telah mendapat penanganan medis usai menjadi korban amuk massa saat aksi unjuk rasa di sekitar DPR RI.
“Kami pastikan lurah dan petugas PPSU yang mendampingi saat kejadian telah mendapatkan perawatan atas tindakan kekerasan yang menimpanya," ujar Budi kepada wartawan, Selasa (26/8/2025).
Meski harus menerima perawatan medis, Budi menyatakan Sidik sudah kembali ke rumah.
"Saat ini lurah sudah kembali ke rumah," ucapnya.
Setelah pemulihan, Budi memastikan Sidik akan membuat laporan ke polisi agar pelaku bisa diproses secara hukum yang berlaku.
"Lurah tersebut juga akan membuat laporan ke kepolisian setelah menjalani recovery,” tuturnya.
Sementara itu, Camat Tebet, Dyan Airlangga menjelaskan, peristiwa itu terjadi saat Sidik dalam perjalanan pulang ke rumah bersama sopirnya.
Baca Juga: Imbas Demo Ricuh di DPR, Transjakarta Alihkan Sejumlah Rute
Ketika melintas di sekitar lokasi demonstrasi, kendaraan yang mereka tumpangi menjadi sasaran amuk massa lantaran menggunakan pelat dinas.
“Jadi, ketika kejadian itu Lurah sedang dalam perjalanan pulang ke rumah. Nah, ketika di lokasi tersebut, ternyata masih banyak si pendemo, dan kejadiannya cepat saja. Jadi, langsung karena plat merah jadi sasaran, gitu sih,” jelas Dyan.
Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan saat ini masih menunggu instruksi lebih lanjut terkait tindak lanjut kasus tersebut.
Dyan menyebut pihaknya tengah mengumpulkan dokumen serta bukti-bukti pendukung sebelum melaporkannya kepada pimpinan.
“Saya belum tahu ya. Kita saat ini sedang mengumpulkan bukti-bukti dan bukti-bukti pendukung. Dan laporan pendukung, setelah itu kami laporkan kepada pimpinan, gitu sih, sementara langkah-langkahnya,” terang dia.
Adapun mobil dinas yang dirusak massa kini sudah diamankan.
“Mobilnya sedang proses untuk dibawa ke tempat yang aman, ya. Ini diproses untuk dibawa ke tempat yang aman,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
7 Fakta Lurah Manggarai Selatan Diamuk Massa di Depan Gedung DPR: Mobil Hancur, Tubuh Luka-luka!
-
Massa 25 Agustus Kesetanan, Lurah Manggarai Selatan Jadi Sasaran Amukan Mobil Dinas Hancur
-
Imbas Demo Ricuh di DPR, Commuter Line Tanah Abang-Palmerah Disetop Sementara
-
Imbas Demo Ricuh di DPR, Transjakarta Alihkan Sejumlah Rute
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- PLTS 100 GW Diproyeksikan Serap 1,4 Juta Green Jobs, Energi Surya Jadi Mesin Ekonomi Baru
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
Pilihan
-
Wafat di Usia 74 Tahun, Ini 7 Kontroversi Alex Noerdin: Kasus Korupsi hingga Dana Bagi Hasil Migas
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
Terkini
-
Soal PT 7 Persen, Titi Anggraini: Ambang Batas Fraksi Lebih Adil Bagi Suara Rakyat
-
Menag Tegaskan Zakat Tak Boleh untuk MBG, Penyaluran Wajib Sesuai 8 Asnaf
-
KPK Kembali Panggil Eks Menhub Budi Karya Sumadi Jadi Saksi Dugaan Suap Proyek DJKA
-
Maidi Diduga Terima Upeti 10 Persen Proyek PUPR Kota Madiun, KPK Cecar 6 Anak Buah
-
KPK Periksa Enam Pejabat Dinas PUPR Kota Madiun Terkait Korupsi Wali Kota Maidi
-
Kasus Pelecehan Guru SLB di Jogja Naik Penyidikan, Polisi Segera Panggil Terlapor
-
KPK Telusuri Pola Fee Proyek PUPR Madiun, Maidi Diduga Terima Imbalan hingga 10 Persen
-
532 Ribu Tiket Kereta Lebaran Ludes Terjual, KAI Daop 1 Ingatkan Sisa Kursi Menipis
-
Bongkar Sindikat SMS Blast e-Tilang Palsu, Bareskrim: Dikendalikan WN China
-
PDIP Soroti "Rasa Keadilan" Dunia Pendidikan: Pegawai MBG Jadi PPPK, Guru-Dosen Masih Terabaikan