Suara.com - Warga Cirebon, Jawa Barat kini sedang digemparkan dengan marak beredarnya video syur diduga hasil editan teknologi kecerdasan buatan (AI). Parahnya, penyebaran video syur hasil editan AI itu menyeret sejumlah pelajar di daerah tersebut.
Adanya penyebaran video syur hasil editan AI yang menyeret para pelajar pada Jumat (22/8/2025), polisi langsung bergerak cepat menyelidiki kasus tersebut.
"Begitu informasi dari rekan media disampaikan ke kami, langsung kami respons cepat dengan melakukan penyelidikan," ungkap Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Cirebon Kota Ajun Komisaris Fajri Ameri Putra dikutip dari Antara, Selasa (26/8/2025).
Ia menjelaskan sampai saat ini, ada beberapa korban maupun terduga pelaku yang sudah mendatangi Polres Cirebon Kota, namun hingga Minggu (24/8) malam baru satu laporan resmi yang dibuat korban.
Kendati begitu, pemeriksaan terhadap korban dalam laporan itu belum dilakukan karena pendamping hukum meminta penjadwalan ulang pada hari berikutnya.
"Kami tetap membuka ruang kapan pun bagi masyarakat atau korban yang ingin membuat laporan," ujarnya.
Menurut ia, jumlah korban maupun terduga pelaku belum bisa dipastikan karena penyelidikan masih berlangsung dan polisi juga masih menunggu laporan tambahan dari pihak lain.
Beberapa korban telah menunjukkan barang bukti berupa foto hasil editan AI, sementara korban lain baru menyampaikan informasi dari orang lain tanpa bukti visual.
Fajri menegaskan materi yang beredar berbentuk foto, bukan video. Foto tersebut merupakan hasil rekayasa AI dengan memadukan wajah pelajar ke tubuh orang lain yang mengarah ke konten pornografi.
Baca Juga: Sama-sama Geruduk DPR, Dasco Sebut Aksi Buruh 28 Agustus Beda dengan Demo 25 Agustus, Kenapa?
"Dari keterangan awal, wajah korban diambil, lalu ditempelkan ke tubuh orang berbeda," katanya.
Ia mengakui ada kendala teknis dialami sejumlah korban yang ingin melapor, misalnya berbenturan dengan jam sekolah maupun kegiatan les. Namun, pihaknya tetap memberikan kelonggaran agar mereka bisa menyampaikan aduan.
Meski baru satu laporan resmi yang masuk, penyelidikan kasus ini sudah berjalan dan pihaknya telah menerbitkan surat tugas untuk mempercepat penanganan.
"Setiap perkembangan selalu kami tindak lanjuti. Tadi malam pun ada korban yang datang dan sudah dilakukan pemeriksaan," tuturnya.
Polisi kini masih mengumpulkan keterangan dari korban serta memetakan rangkaian perbuatan yang dilakukan terduga pelaku, apakah sebatas memproduksi atau turut menyebarkan konten hasil rekayasa.
Fajri mengimbau masyarakat khususnya pelajar perempuan agar segera melapor, jika merasa menjadi korban foto syur yang diedit dengan teknologi AI agar kasus tersebut bisa diusut secara tuntas.
Berita Terkait
-
Lapor Polisi Mobil Dirusak, Detik-detik ASN Kementerian Diamuk Massa saat Demo 25 Agustus
-
Imbas Sebut Ekonomi Indonesia Baik-baik Saja, Guru Gembul Tantang Prabowo: Turun Pak Please...
-
Irvian Bobby 'Sultan' Kemenaker Licik: Rekening Keluarga-Staf jadi 'Tumbal' Demi Tampung Pemerasan
-
Demo Rusuh di Jakarta, Emak-emak Nangis Diduga Kena Gas Air Mata Polisi: Tas hingga Laptop Bolong!
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 5 HP Murah 5G di Bawah Rp2 Juta, Koneksi Kencang untuk Multitasking
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah
-
Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan
-
Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi
-
Tentara Israel Klaim Temukan Buku Mein Kampf Saat Cari Prajurit yang Tewas di Lebanon
-
Awal Mula Sahroni Sadar Diperas KPK Gadungan Rp300 Juta, Berawal dari Tamu Perempuan di DPR
-
KPK Bongkar Modus 4 Pegawai Gadungan yang Peras Ahmad Sahroni, Ternyata Bukan yang Pertama Kali!
-
Kasus Andrie Yunus Tetap di Militer, Menko Yusril Respons Usul Gibran Soal Hakim Ad Hoc
-
Suap Ijon Proyek Bekasi: KPK Sita Duit Kadis Henri Lincoln, Diduga 'Uang Panas' dari Sarjan
-
Riset Global Soroti Inovasi Pertanian AI dari Indonesia, Disebut Bisa Pulihkan Tanah Rusak
-
Militer Israel Kian Brutal di Lebanon, Panglima IDF Cuekin Sinyal Damai Netanyahu