- MBG program Prabowo jadi sorotan
- Komisi IX akan panggil BGN
- Respons mendesak dari DPR dan tuntutan klarifikasi
Suara.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto tengah menjadi sorotan.
Pasalnya, muncul dugaan bahwa nampan makanan yang digunakan dalam program tersebut mengandung minyak babi, sehingga tidak halal bagi siswa muslim.
Dugaan ini pertama kali diungkap melalui artikel investigatif yang dipublikasikan Indonesia Business Post pada Senin (25/8/2025).
Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) untuk segera memberikan klarifikasi.
"Menurut saya, agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat, ada baiknya BGN meng-clear-kan hal ini," kata Zainul kepada Suara.com, Rabu (27/8/2025).
Zainul menambahkan bahwa Komisi IX DPR RI akan memanggil BGN untuk mengklarifikasi dugaan tersebut.
"Sudah terjadwal dalam agenda masa persidangan Komisi IX bulan depan," tegasnya.
Ia juga memastikan bahwa Komisi IX akan mendalami masalah ini secara menyeluruh.
Investigasi mendalam oleh IBP bahkan menemukan adanya praktik impor ilegal dan pelanggaran standar kesehatan, serta pemalsuan label pada nampan makanan yang digunakan.
Baca Juga: BP Haji Kini Jadi Kementerian, Gus Irfan Otomatis Menjadi Menteri Haji?
Hal ini tentu menjadi ironi, mengingat program MBG bertujuan untuk meningkatkan gizi 82,9 juta siswa di seluruh Indonesia.
Berita Terkait
-
Weton Prabowo dan Jokowi Ternyata Sama, Rabu Pon: Berkah atau Potensi 'Matahari Kembar'?
-
Mengungkap Makna Weton Prabowo dan Gibran: Rabu Pon Bertemu Kamis Legi, Pertanda Apa?
-
Melihat Layanan Terpadu dan Institut Neurosains RSPON yang Baru Diresmikan
-
Butuh Waktu 35 Tahun, Bagaimana Cara RI Hadapi Krisis 70 Ribu Dokter Spesialis?
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Perang Rusia-Ukraina Masuk Tahun Keempat, PBB Desak Gencatan Senjata Segera
-
Fakta Baru! Pegawai Rental yang Aniaya Petugas SPBU Ternyata Positif Sabu dan Ganja
-
Komisi III DPR RI Sayangkan Guru Honorer di Probolinggo Dipidanakan karena Rangkap Jabatan
-
Sebut Dakwaan Jaksa Tidak Terbukti, Kerry Riza Minta Pembebasan dan Pengembalian Aset
-
Tragedi NS dan Fenomena Filisida: Mengapa Rumah Jadi Ruang Berbahaya bagi Anak?
-
Kubu Kerry Riza Sebut Jaksa Paksakan Keputusan Bisnis Jadi Tindak Pidana Korupsi
-
Konflik Kartel Meksiko Geser Rantai Pasok Narkoba ke Indonesia, BNN Waspadai Jalur Alternatif
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
Jelang Vonis Korupsi Pertamina, Ketua Hakim Beri Peringatan Keras: Jangan Coba-coba Pengaruhi Kami!