Pertanian Drop, Ekonomi Melambat
Kenaikan harga beras tidak bisa dilepaskan dari kontraksi di sektor pertanian.
BI mencatat, pertumbuhan ekonomi Sulsel pada triwulan II 2025 hanya mencapai 4,94 persen, turun dari 5,78 persen di triwulan I. Angka ini menempatkan Sulsel di peringkat 22 secara nasional.
"Sulsel di bawah 5 persen itu gambar merah. Apa saja yang drop? terutama pertanian karena normalisasi panen di Maret-April, sehingga produksi terkontraksi," ungkap Rizki.
Sektor pertanian yang menjadi penopang utama ekonomi Sulsel melambat signifikan. Pada triwulan II 2025, kontribusinya hanya tumbuh 3,36 persen (yoy), jauh di bawah capaian triwulan I yang sempat mencapai 15,73 persen.
Produksi padi bahkan terkontraksi hingga 6,27 persen yoy akibat pergeseran musim panen.
Selain pertanian, sektor transportasi dan pergudangan (transgud) juga mengalami penurunan dari 5,09 persen di triwulan I menjadi 4,13 persen pada triwulan II.
Meski begitu, lapangan usaha perdagangan, industri pengolahan, konstruksi, dan pertambangan masih memberikan andil positif terhadap pertumbuhan ekonomi di periode yang sama.
Naikkan Harga
Baca Juga: Harga Beras Mahal Justru Tak Buat Petani Sejahtera
Seperti diketahui, pemerintah akhirnya menaikan harga eceran tertinggi (HET) beras jenis medium.
Harga saat ini Rp13.500 per kilogram (kg), dari sebelumnya Rp 12.500 per kg.
Hal ini sesuai dengan Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Republik Indonesia Nomor 299 Tahun 2025 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Beras.
"Kami sampaikan Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Republik Indonesia Nomor 299 Tahun 2025 tanggal 22 Agustus 2025 tentang Penetapan Harga Ecaran Tertinggi Beras (terlampir), untuk dapat dipergunakan sesuai keperluan dan/atau menjadi acuan dalam penjualan beras ke konsumen," bunyi surat Pemberitahuan Penyesuaian HET Beras yang dikutip, Selasa, 26 Agustus 2025.
Kenaikan harga beras jenis medium itu berlaku untuk semua provinsi, di mana berbeda-beda setiap daerahnya.
Adapun, kenaikan harga beras juga bervariasi mulai dari Rp 900 per kg hingga Rp 2.000 per kg.
Sementara, Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) I Gusti Ketut Astawa mengatakan kenaikan harga beras saat ini telah berlaku.
Alasannya agar penggilingan padi tetap bisa bernafas dan berjalan memproduksi beras. Sebab, kata I Gusti, harga gabah kering giling (GKP) mulai alami kenaikan.
"Jadi ini adalah jalan pendek, karena kalau tidak dilakukan penyesuaian, teman-teman penggilingan pasti nggak berani berproduksi, karena memang harganya terlalu tinggi GKP-nya kita. Nah dia akan sulit melakukan produksi menghasilkan beras dengan posisi Rp 12.500/kg (HET medium sebelumnya)," katanya.
Adapun berikut harga beras medium setelah alami kenaikan di seluruh provinsi:
1. Jawa, Lampung, Sumatera Selatan:
Beras Medium: Rp 13.500 per kg
2. Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung:
Beras Medium: 14.000 per kg
3. Bali dan Nusa Tenggara Barat:
Beras Medium: Rp 13.500 per kg
4. Nusa Tenggara Timur:
Beras Medium: Rp 14.000 per kg
5. Sulawesi:
Beras Medium: Rp 13.500 per kg
6. Kalimantan:
Beras Medium: Rp 14.000 per kg
7. Maluku:
Beras Medium: Rp 15.500 per kg
8. Papua:
Beras Medium: Rp 15.500 per kg
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
Terkini
-
Prabowo Heran MBG Dituding Boros: Ribuan Triliun Kekayaan Indonesia Hilang Tak Ada yang Protes
-
Kasus Febrie Adriansyah Dinilai Mengarah ke Skenario 'Peti Es', Mirip Perkara Firli Bahuri
-
Ojol Kurir Makanan Menang Penghargaan Tinggi Sastra di China
-
Polri Buka Suara soal Dugaan Korupsi Hibah Lahan yang Libatkan Eks Wakapolri Oegroseno
-
5 Rekomendasi Bedak Gatal yang Manjur di Apotek, Harga Mulai Rp10 Ribuan
-
BKKBN: Bangun Keluarga Tak Cukup Modal Cinta
-
Jelang Dua Tahun Pemerintahan, Prabowo Kumpulkan Menteri untuk Evaluasi Kinerja Kabinet
-
ID FOOD Luncurkan Warung Pangan, Perkuat Distribusi dan Pangkas Rantai Pasok Bahan Pokok
-
Mengebut Saat Berkendara Bukannya Efisien Malah Bikin Boncos?
-
Keunggulan Serum Glow Bomb Glow fx, Kandungan Pencerahnya Capai 19 Persen