Suara.com - Bareskrim Polri akan memeriksa kembali mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan selebgram Lisa Mariana terkait kasus dugaan pencemaran nama baik.
Pemeriksaan lanjutan usai tes DNA ini akan menjadi penentu nasib Lisa, yang berpotensi ditetapkan sebagai tersangka.
Direktur Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri, Brigjen Himawan Bayu Aji, menyebut pemeriksaan terhadap Ridwan Kamil atau RK dijadwalkan berlangsung pekan ini.
“Kemudian minggu depan pemeriksaan LM dari hasil yang kemarin diumumkan terkait DNA,” ujar Himawan kepada wartawan, Rabu (27/8/2025).
Setelah pemeriksaan keduanya, penyidik akan menggelar perkara untuk menentukan langkah hukum selanjutnya terhadap Lisa.
“Setelah itu kita lakukan gelar perkara, apa kira-kira nanti hasilnya berdasarkan pemeriksaan dan tes DNA yang sudah dilakukan terhadap LM dan RK,” jelas Himawan.
Tes DNA Negatif
Sebelumnya, RK, Lisa, dan seorang anak berinisial CA telah menjalani pengambilan sampel DNA berupa darah dan liur pada 7 Agustus 2025.
Pemeriksaan ini merupakan tindak lanjut dari laporan RK pada April 2025 terhadap Lisa, yang menuding CA merupakan anak hasil hubungan gelapnya dengan RK.
Baca Juga: Lisa Mariana Bangga Umumkan Sudah Cerai, Bikin Malu Mertua karena Kasus dengan Ridwan Kamil?
Bareskrim Polri kemudian memastikan bahwa CA bukan anak biologis RK. Hasil tes DNA itu diumumkan di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, pada Rabu (20/8/2025).
“Hasil tes DNA saudara RK dan LM dengan anak inisial CA tidak memiliki kecocokan,” kata Kasubdit I Dittipidsiber Bareskrim Polri, Kombes Rizki Agung Prakoso.
Kuasa hukum RK, Muslim Jaya Butarbutar menilai hasil tes DNA ini semakin menguatkan keyakinan dan laporan kliennya. Ia berharap Lisa dapat legawa menerima hasil tes yang disampaikan Dokkes Polri tersebut.
“Kita mengajak Lisa Mariana harus menerima apa yang sudah disampaikan Dokkes. Karena itu profesional,” tegasnya.
Di sisi lain, Muslim juga membuka peluang penyelesaian melalui jalur damai. Meski hal ini menurutnya akan terlebih dahulu dipertimbangkan bersama RK.
“Kan ada restorative justice, tentunya juga nanti akan kita sampaikan. Apa sih yang nggak bisa diselesaikan sepanjang itu dilakukan dari hati,” katanya.
Berita Terkait
-
Selain Ridwan Kamil, Lisa Mariana Ngaku Pernah Jadi Simpanan Banyak Pejabat Lain
-
Borok Ridwan Kamil Dikuliti Dinar Candy, Ada Simpanan Selain Lisa Mariana Berinisial S
-
Menjanda 3 Hari, Lisa Mariana Sudah Pamer Pacar Baru yang Lebih Ganteng dari Ridwan Kamil
-
Spesifikasi Mercedes Benz 280 SL Milik BJ Habibie yang Dibeli Ridwan Kamil
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Bus TransJakarta Hantam Tiang PJU di Kolong Tol Tanjung Barat, Satu Penumpang Terluka!
-
El Clasico Legenda Bakal Hadir di GBK, Pramono Anung: Persembahan Spesial 500 Tahun Jakarta
-
Jakarta Dikepung Banjir, Ini 5 Cara Pantau Kondisi Jalan dan Genangan Secara Real-Time
-
Superflu vs Flu Biasa: Perlu Panik atau Cukup Waspada?
-
BNI Pertegas Dukungan Sekolah Rakyat untuk Perluas Pemerataan Pendidikan Nasional
-
Tutup Rakernas I 2026, PDIP Umumkan 21 Rekomendasi Eksternal
-
Banjir Rendam Jakarta, Lebih dari Seribu Warga Terpaksa Mengungsi
-
Hujan Deras Rendam 59 RT di Jakarta, Banjir di Pejaten Timur Capai Satu Meter
-
Arahan Megawati ke Kader PDIP: Kritik Pemerintah Harus Berbasis Data, Bukan Emosi
-
Sikap Politik PDIP: Megawati Deklarasikan Jadi 'Kekuatan Penyeimbang', Bukan Oposisi