Suara.com - Nama Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, di tengah riuh rendahnya dinamika politik nasional, mencuat sebagai sosok sentral yang dinilai mampu memadamkan gejolak dan amarah publik.
Ketua Harian Partai Gerindra ini disebut memiliki kepekaan dan kemampuan manuver di atas rata-rata, untuk menenangkan massa atas berbagai kebijakan yang menuai protes keras.
Gayanya yang tenang namun responsif, dianggap menjadi aset krusial bagi stabilitas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Penilaian ini salah satunya datang dari Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA, Toto Izul Fatah.
Menurutnya, Dasco menunjukkan kualitas sebagai elite politik yang langka.
“Tidak semua elite politik di negeri ini yang memiliki sensitivitas tinggi dalam merespons berbagai kebijakan publik yang menuai protes, kecuali Dasco,” ujar Toto, Rabu (27/8/2025).
Toto menilai, Dasco memiliki improvisasi di atas rata-rata. Ia cepat membaca situasi dan gesit memberi jawaban yang menenangkan publik.
Kemampuan ini teruji dalam serangkaian isu panas yang berpotensi memicu eskalasi kemarahan rakyat yang lebih luas.
Respons Cepat Hadapi Gelombang Protes
Baca Juga: Bikin Ngakak! Raffi Ahmad Bocorkan Deretan Singkatan Kocak Ala 'Anak Didik' Dasco, Ada APBD Segala!
Contoh paling anyar adalah ketika gelombang unjuk rasa menuntut pembubaran DPR RI memanas.
Sehari setelah aksi massa, Dasco segera tampil ke depan publik.
Ia memberikan klarifikasi taktis terkait salah satu pemicu amarah, yakni tunjangan perumahan anggota dewan sebesar Rp50 juta per bulan.
Dasco menegaskan, fasilitas tersebut bersifat sementara dan hanya berlaku sampai Oktober 2026. Langkah cepat ini terbukti efektif menurunkan tensi di masyarakat.
Sikap serupa juga ditunjukkan Dasco saat polemik royalti musik membentur para pelaku usaha dengan musisi.
Ketika pemilik restoran, kafe, dan hotel resah karena takut terkena denda jika memutar lagu, Dasco turun tangan.
Ia memfasilitasi pertemuan antara komposer, penyanyi, dan pemerintah, yang berujung pada kesepakatan untuk merevisi Undang-Undang Hak Cipta.
"Teruntuk masyarakat luas diharapkan tetap tenang dan kembali seperti sedia kala, memutar lagu tanpa takut, menyanyi tanpa takut karena dinamika yang terjadi sudah disepakati untuk sama-sama diakhiri," ujar Dasco saat itu.
Tak hanya itu, perannya sebagai jembatan komunikasi juga terlihat jelas dalam penyelesaian sengketa wilayah antara Aceh dan Sumatera Utara terkait empat pulau.
Dasco menjadi penghubung komunikasi krusial antara DPR dan Presiden Prabowo.
Hasilnya, Presiden mengambil alih persoalan dan memberikan keputusan yang mengakhiri polemik puluhan tahun tersebut.
Begitu pula saat terjadi kelangkaan LPG 3 kg akibat kebijakan yang melarang pengecer menjual gas bersubsidi. Dasco sigap menyampaikan aspirasi rakyat langsung kepada Presiden.
"Presiden Prabowo telah menginstruksikan kepada Menteri ESDM untuk mengaktifkan kembali pengecer berjualan gas LPG 3 Kg sambil menertibkan pengecer jadi agen sub pangkalan secara parsial," kata Dasco, menyampaikan hasil komunikasinya dengan Presiden yang secara efektif mengatasi kelangkaan di tingkat bawah.
Jembatan Komunikasi dan 'Juru Bicara' Presiden
“Dari rangkaian peran penting tadi, sangat beralasan jika Presiden Prabowo memberi kepercayaan lebih kepadanya,” kata Toto.
Dasco tidak hanya dilihat sebagai pimpinan legislatif, tetapi juga sebagai jembatan komunikasi yang efektif antara parlemen, pemerintah, dan publik.
Kelebihan lain yang disorot adalah perannya sebagai ‘juru bicara’ informal Presiden.
Dasco dinilai mampu menerjemahkan dan menyampaikan program-program besar Prabowo dengan gaya komunikasi yang tenang, terukur, dan tanpa ledakan emosi. Hal ini menjadikannya figur penyeimbang di tengah hiruk pikuk informasi.
“Saya melihat Dasco pandai membaca psikologi publik,” ujar Toto.
Ia menambahkan, setiap kali ada tanda-tanda kemarahan rakyat, Dasco cepat mengambil sikap tegas yang berpihak pada kepentingan publik, yang efek positifnya turut dirasakan oleh Presiden.
“Presiden dalam beberapa hal terima bersih efek positifnya tanpa terseret efek negatifnya,” tambahnya.
Menurut Toto, pemerintahan ke depan membutuhkan lebih banyak figur dengan kemampuan seperti Dasco.
Para menteri dan kepala daerah diharapkan dapat memainkan peran serupa untuk memastikan program pemerintah tersampaikan dengan baik dan responsif terhadap dinamika sosial.
Ia mencontohkan riuhnya pemberitaan negatif soal program Makan Bergizi Gratis.
“Yang muncul ke publik hanya berita keracunan, sementara keberhasilannya tenggelam,” ujarnya.
Berita Terkait
-
Bikin Ngakak! Raffi Ahmad Bocorkan Deretan Singkatan Kocak Ala 'Anak Didik' Dasco, Ada APBD Segala!
-
Gejolak di Pati dan Bone Cuma Pemicu? Analis Bongkar Skenario Gulingkan Presiden Prabowo
-
Bikin Deg-degan, Momen Prabowo Tegur MC yang Salah Bicara Pakai Gerakan Tangan
-
Akui Bagian dari 'Adidas' Anak Didik Dasco, Rafi Ahmad: Saya Belajar dari Siapapun
-
Daftar Riwayat Hidupnya Viral, Nafa Urbach SD Cuma 3 Tahun? Ini Fakta Sebenarnya
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Hutan Bukan Milik Negara: Mengapa Masyarakat Adat Papua Menolak Skema Perhutanan Sosial?
-
Eks Tapol Bongkar Ngerinya Siksaan 'Ular Listrik' Rezim Jokowi: Ada Ojol Disiksa Sampai Mata Copot
-
Kepala Ditindih TV Rusak! Siswi SD Makassar Tewas di Toilet Rumah Kosong Usai Diperkosa Tetangga
-
Kata Abu Janda Usai Dipolisikan Sebut Sumbar 'Barbar': Kalau Dasarnya Sudah Benci ya Susah
-
Api Misterius di Sleman Masih Muncul, Pemilik Rumah Ngaku Sudah Sempat Didatangi Dukun
-
Akbar Husein Kenang Kerusuhan 21-22 Mei 2019 di Bawaslu: Ada Koordinasi Aktivis hingga Purnawirawan
-
Harga Minyak Langsung Ugal-ugalan Usai Amerika Serang Iran Lagi
-
Ada Larangan Baru! Jemaah Haji Indonesia Dilarang Keluar Tenda di Jam Berikut, Ini Alasannya
-
Bencana Bukan Sekadar Takdir: Bagaimana Pemuka Agama Lintas Iman Menafsir Ulang 'Dosa Ekologis'?
-
Dilaporkan ke Polisi, Abu Janda Bantah Hina Warga Sumbar