- Dikawal 10 SPG, Calon Rektor Unhas Marhaen Hardjo Tampil Nyentrik ala Sultan Hasanuddin
- Spesialis Stem Cell, Marhaen Hardjo Wakafkan Hidup untuk Unhas
- Marhaen Tantang Petahana Jamaluddin Jompa dan Prof Budu di Pilrek Unhas 2025
Suara.com - Marhaen Hardjo resmi mendaftar sebagai calon Rektor Universitas Hasanuddin Makassar pada Kamis 28 Agustus 2025. Ia mendaftar dengan cara yang membuat suasana gedung rektorat Unhas mendadak riuh.
Marhaen datang ke lantai 4 Gedung Rektorat dikawal sepuluh sales promotion girl (SPG) yang membawa selebaran bertuliskan "Vote Marhaen Hardjo".
Kehadiran mereka sontak menjadi perhatian sivitas akademika dan awak media yang meliput jalannya pendaftaran.
Ia juga terlihat mengenakan jas akademik lengkap dengan passapu merah, berpenampilan ala Sultan Hasanuddin.
Prosesi pendaftarannya semakin meriah dengan alunan musik tradisional dan atraksi budaya anggaru yang melambangkan keberanian dan tekad.
Marhaen tak menampik bahwa dirinya memang ingin tampil beda. Ia sengaja menghadirkan SPG agar momentum pendaftaran terasa segar dan tidak monoton.
"Saya bingung juga karena semua dekan dan dosen sudah diborong pendaftar sebelumnya," ujarnya sambil tertawa.
Menurutnya, biasanya SPG jadi daya tarik tersendiri. Meski para SPG itu tidak memiliki hak pilih dalam pemilihan, kehadiran mereka adalah simbol keterbukaan dan kreativitas.
"Saya rasa kehadiran mereka ini bisa membuat wajah Unhas lebih cerah, lebih enak dilihat. Mungkin agak out of the box, tapi bisa memberi warna lain dalam pemilihan rektor ini," katanya.
Baca Juga: Ustad Das'ad Latif Berjubah Garuda Bagi-bagi Beasiswa di Unhas
Penampilannya yang menyerupai pahlawan nasional Sultan Hasanuddin juga bukan tanpa alasan.
Bagi Marhaen, Sultan Hasanuddin adalah simbol perjuangan yang relevan dengan semangatnya untuk membawa Unhas ke arah kejayaan.
"Sebagai pejuang tentu tidak ada kata kalah atau menang, yang ada hanyalah kejayaan Unhas. Saya datang dengan cosplay Sultan Hasanuddin untuk menunjukkan tekad itu," ujarnya.
Marhaen menegaskan dirinya bukan sosok sempurna. Namun, ia ingin merangkul semua pihak, termasuk media, dalam perjalanan menuju kursi rektor.
"Jangan ada lagi sekat antara profesor dan bukan profesor. Itu hanya gelar akademik. Saya pun sudah mengusulkan diri untuk profesor. Yang penting visi dan misi yang saya bawa untuk menjadikan Unhas sebagai center of excellence," tegasnya.
Marhaen bukan nama baru dunia akademik. Ia dikenal sebagai dokter spesialis sel punca (stem cell) dan kini menjabat Kepala Departemen Biokimia, Fakultas Kedokteran Unhas.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
Ironi Korupsi Haji: Bos Maktour Absen Diperiksa KPK Karena Sedang Ibadah di Arab Saudi
-
Tak Sesuai Fakta, Seskab Teddy Dinilai Overclaim Soal Nilai Investasi Buah Diplomasi Prabowo
-
Revisi UU Polri Disebut Tak Banyak Berubah, DPR Fokus pada 8-9 Pasal
-
Kompolnas Nilai Sanksi Saat Ini Belum Bikin Jera Polisi Terlibat Narkoba
-
Berkas Lengkap! Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang Kasus Ijazah Palsu Jokowi
-
Kritik Rencana MBG untuk Anak Sekolah Indonesia di Arab, DPR: Urus Dulu yang di Dalam Negeri
-
Kasus Riset Palsu di Denmark, Mendiktisaintek Temukan Dugaan Pencatutan Nama Kampus
-
Nadiem Makarim: Jadi Menteri Umur 35 Tanpa Pengalaman, Banyak yang Tersinggung
-
Balita Meninggal Usai Tindakan Sedasi di RSUD Prambanan, Keluarga Laporkan Dugaan Malapraktik
-
Viral 'Pulau Sampah' di Muara Angke: Bagaimana Berakhir di Sana dan Apa Bahaya Tersembunyinya?