- Lawrence Wong menuai pujian karena memilih pulang dengan pesawat kelas ekonomi usai acara ASEAN.
- Kesederhanaan Wong kontras dengan gaya hidup mewah pejabat Indonesia yang mendapat berbagai tunjangan besar.
- Sikap Wong jadi cermin dan tamparan moral bagi para pemimpin agar lebih merakyat dan bijak dalam menggunakan fasilitas negara.
Suara.com - Disaat gaya hidup mewah pejabat Indonesia kerap menjadi sorotan, Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong, justru menunjukkan kesederhanaan yang mengundang decak kagum.
Pada Oktober 2024 lalu, Lawrence Wong memilih untuk pulang menaiki pesawat kelas ekonomi bersama penumpang umum lainnya. Momen ini belakangan viral kembali di sejumlah media sosial Tanah Air.
Dalam video tersebut, Wong terlihat berada di dalam pesawat maskapai berbiaya rendah, Scoot, dalam penerbangan dari Vientiane, Laos, menuju Singapura usai menghadiri pertemuan ASEAN.
Para penumpang lainnya yang satu pesawat dengannya sontak memberikan tepuk tangan dan sorakan. Wong pun membalas sapaan hangat tersebut dengan senyuman dan lambaian tangan.
Sikap Wong yang memilih terbang dengan pesawat komersial, alih-alih jet pribadi atau pesawat kenegaraan, langsung menuai pujian dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari pengusaha India, Harsh Goenka.
"Membuat warganya respect, Perdana Menteri Singapura terekam kamera pulang kampung dengan pesawat komersil tarif murah," tulis akun Instagram @pembasmi.kehaluan.reall sebagai keterangan unggahannya, Kamis, 28 Agustus 2025.
"Lawrence Wong dapat sambutan hangat dari para penumpang lainnya," sambungnya.
Kontras dengan Fasilitas Pejabat di Indonesia
Kesederhanaan yang ditunjukkan oleh PM Lawrence Wong ini terasa kontras dengan fasilitas dan gaya hidup yang dinikmati oleh para pejabat di Indonesia.
Baca Juga: Begini Reaksi Pasha Ungu Saat Disentil Kuping DPR Terlalu Tipis
Sebagai perbandingan, ada rencana anggota DPR RI menerima berbagai tunjangan fantastis.
Sebut saja tunjangan rumah sebesar Rp50 juta per bulan dan tunjangan komunikasi yang mencapai Rp15 juta.
Tak hanya itu, mereka juga difasilitasi mobil dinas mewah dengan anggaran yang bisa menembus angka hampir Rp1 miliar per unit.
Kemewahan tersebut belum termasuk pengawalan ketat dan mobil patroli (patwal) yang kerap menyertai perjalanan para pejabat.
Pemandangan ini seolah menciptakan jarak yang semakin lebar antara pemimpin dan masyarakat yang diwakilinya.
Perbandingan mencolok ini pun memicu perbincangan di kalangan publik mengenai prioritas para pemimpin bangsa.
Tag
Berita Terkait
-
Pantesan Ahmad Sahroni Tak Berkutik? Ini 5 Fakta Salsa Erwina, 'Ratu Debat' Lulusan UGM
-
DPR Kerjanya Apa? Gaji dan Tunjangannya Disebut-sebut Tembus Rp100 Juta per Bulan
-
Blunder? Pasha Ungu Sebut Aksi Anggota DPR yang Joget-Joget Murni Spontanitas karena Ada Musik
-
Pasha Ungu: DPR Joget Gara-gara Lagu Nasional Diputar
-
Dear Ahmad Sahroni, Ini Loh Sebenarnya Orang Paling Tolol di Dunia Menurut Islam..
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam