- Israel melancarkan serangan udara simultan ke Teheran (Iran) dan Beirut (Lebanon) menyasar target militer Iran dan Hizbullah.
- Hizbullah merespons serangan Israel tersebut dengan meluncurkan serangan balasan berupa drone dan roket ke tiga pangkalan militer Israel.
- Serangan udara Israel dilaporkan mengakibatkan lima anggota IRGC tewas di Iran, memperluas eskalasi konflik Timur Tengah.
Suara.com - Israel melancarkan serangan udara secara bersamaan ke Teheran, Iran, dan Beirut, Lebanon, pada Selasa, seiring meluas dan meningkatnya eskalasi perang di Timur Tengah. Serangan tersebut menyasar target militer Iran dan kelompok bersenjata Hizbullah.
Militer Israel menyatakan Angkatan Udara Israel mulai melakukan serangan terarah terhadap sasaran strategis di dua negara tersebut.
“IDF saat ini sedang melakukan serangan secara bersamaan di Teheran dan Beirut. Angkatan Udara Israel telah memulai serangan terarah terhadap sasaran militer rezim teror Iran dan organisasi teroris Hizbullah,” demikian pernyataan resmi Israel Defense Forces.
Serangan tersebut memicu ledakan keras di sejumlah wilayah Iran. Jurnalis AFP melaporkan suara ledakan terdengar di kawasan utara Teheran. Media Iran juga melaporkan ledakan di Kota Karaj, pinggiran Teheran, serta di Isfahan, wilayah Iran bagian tengah. Hingga kini belum ada keterangan resmi mengenai lokasi pasti yang menjadi sasaran.
Sebagai respons, Hizbullah mengumumkan telah melancarkan serangan balasan terhadap Israel. Kelompok yang didukung Iran itu mengklaim menyerang tiga pangkalan militer Israel menggunakan drone dan roket.
Sebagai respons atas agresi kriminal Israel terhadap puluhan kota dan wilayah di Lebanon, Hizbullah menyatakan telah menargetkan Pangkalan Udara Ramat David dan Pangkalan Meron di wilayah utara Israel dengan serangan drone.
Selain itu, Hizbullah juga menyebut telah meluncurkan rentetan roket ke sebuah pangkalan militer Israel di Dataran Tinggi Golan yang diduduki.
Di sisi lain, media Iran melaporkan adanya korban jiwa dari pihak Iran. Reuters, mengutip kantor berita ISNA, menyebut sedikitnya lima anggota Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.
Konflik regional ini terus memburuk sejak Israel dan Amerika Serikat melancarkan operasi militer besar-besaran terhadap Iran, yang kemudian dibalas dengan serangan Iran dan kelompok-kelompok sekutunya di kawasan, termasuk Hizbullah di Lebanon.
Baca Juga: Siapa Penerus Ali Khamenei? Dua Kota Suci Ini Jadi Penentunya
Wilayah Beirut selatan sebelumnya telah digempur Israel setelah Hizbullah menyatakan bergabung dalam konflik sebagai bentuk solidaritas terhadap Iran. Sejak saat itu, serangan lintas negara semakin intens, melibatkan Iran, Lebanon, Israel, serta kepentingan militer Amerika Serikat di kawasan.
Hingga kini, belum ada tanda-tanda meredanya pertempuran, sementara kekhawatiran akan perang regional skala penuh terus meningkat.
Berita Terkait
-
Siapa Penerus Ali Khamenei? Dua Kota Suci Ini Jadi Penentunya
-
Pengamat UGM Soroti Risiko Cadangan BBM 20 Hari di Tengah Perang AS- Iran
-
Israel Perluas Cengkeraman di Lebanon Pasca Serangan Balas Dendam Hezbollah
-
Ribuan Warga Amerika Serikat Turun ke Jalan, Desak Trump Hentikan Serangan ke Iran
-
AFC Tunda Jadwal Liga Champions Akibat Serangan AS dan Israel ke Iran Demi Lindungi Pemain
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Ahmad Bahar Tegaskan Damai dengan GRIB Jaya Tak Berlaku untuk Kasus Putrinya
-
Dosen UPN Veteran Yogyakarta Dinonaktifkan Usai Dilaporkan Terkait Kasus Kekerasan Seksual
-
WNA Filipina di Palopo Ditahan Imigrasi karena Miliki e-KTP Indonesia
-
Dudung Warning Oknum di Program MBG: Jangan Jual Titip dan Cari Keuntungan
-
Wapres Gibran Panggil KSP Dudung, Bahas Persoalan MBG
-
Bandingkan Aturan Kuota Haji Muhadjir vs Gus Yaqut, KPK Temukan Anomali 'Separuh-separuh'
-
Status Jabatan Sekda Tangsel Menggantung, BKN Didesak Segera Keluarkan Surat Pengukuhan
-
KAI Tutup 7 Titik Maut Perlintasan Liar di Jakarta, Ini Daftar Lokasinya
-
Segera Naik Sidang, KPK Limpahkan Perkara Bupati Pati Sudewo ke Tahap Penuntutan
-
'Jangan Kaget Bunda, HP Sudah Dibuang ke Laut', Pesan Terakhir Andi Angga Sebelum Ditangkap Israel