- Ketua Bapemperda DPRD DKI Jakarta desak Pramono Anung terbitkan Pergub jaringan utilitas karena kabel menjuntai berbahaya.
- Kesemrawutan kabel optik internet tak terpakai telah menyebabkan korban jiwa terjerat di jalanan Jakarta.
- Regulasi baru ini bertujuan membersihkan kabel menjuntai dan menata utilitas bawah tanah demi estetika kota global.
Suara.com - Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD DKI Jakarta, Abdul Aziz, mendesak Pramono Anung untuk segera menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang jaringan utilitas demi mengatasi ancaman kabel yang menjuntai di ibu kota.
Kondisi jaringan utilitas di Jakarta pada saat ini dinilai sudah memasuki tahap yang mengkhawatirkan bagi keselamatan publik.
"Apalagi sekarang musim hujan ya," keluh Aziz di Kompleks DPRD DKI Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Kesemrawutan utamanya disebabkan oleh juntaian serat optik milik perusahaan penyedia jasa internet yang kerap dibiarkan berserakan tanpa tuan.
"Banyak sekali kabel-kabel yang nggak jelas siapa yang punya tuh kabel, terutama banyaknya dari provider internet ya, yang sudah tidak terpakai juga, itu banyak menjuntai di jalan," lanjut Aziz.
Kelalaian dalam merawat infrastruktur telekomunikasi ini bahkan telah memicu tragedi maut yang tak terduga bagi para pengguna jalan.
"Sudah ada korbannya, yang terjerat lehernya karena kabel menjuntai. Akhirnya sampai meninggal dunia gitu kan," beber Aziz.
Oleh karena itu, Bapemperda menuntut ketegasan eksekutif agar petaka serupa tidak kembali memakan nyawa di kemudian hari.
Aturan teknis tersebut nantinya diharapkan sanggup menuntaskan pembersihan untaian kabel yang masih malang melintang di jalanan ibu kota.
Baca Juga: OTT KPK di Kolaka Timur, LP3HI: Bupati Abdul Aziz Bisa Dijerat TPPU
"Sehingga seluruh jalan, seluruh jalan di Jakarta terutama jalan-jalan protokol ya tidak ada lagi kabel yang menjuntai," tegas Aziz.
Selain demi menjamin keselamatan warga, pembenahan prasarana ini juga sangat vital dalam menunjang keindahan visual daerah.
Penanaman instalasi secara bawah tanah mutlak diperlukan apabila Jakarta ingin menyejajarkan wajah kotanya dengan standar global.
"Kalau kita ingin menjadi kota global, ya kita harus menunjukkan secara estetika bahwa kita siap untuk menjadi kota global, yang tidak ada kabel di atas begitu ya. Kabel semua di bawah sehingga semuanya terlihat lebih indah nantinya," pungkas Aziz.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Brantas Abipraya Jalin Sinergi dengan Kejaksaan Agung RI untuk Kokohkan Tata Kelola
-
BI Kembali Pertahankan Suku Bunga Acuan di 5,75 Persen
-
Rupiah Menguat ke Rp17.840, Sikap Hawkish BI Jadi Penopang Mata Uang Garuda
-
Ngecas Mobil Listrik Pakai Listrik Rumah 2.200 VA, Bisa? Ini Rincian Biaya Tambah Daya Home Charger
-
Berkat Digitalisasi, Verifikasi Penerima Bansos Kini Cukup 5 Menit dari Sebelumnya 200 Hari
-
Mabuk Berat Intisari! Joshua Ngaku Lupa ke Polisi Ditanya Alasan Ngamuk dan Telanjang
-
Good Will Hunting: Perjalanan Seorang Jenius Berdamai dengan Dirinya Sendiri
-
Harga Korek Api Naik 100 Kali Lipat di Jalur Gaza, Jadi Barang Paling Langka, Kenapa Bisa Begitu?
-
Bukan Jadi Ratu, WNI Korban Pengantin Pesanan di China Malah Wajib Layani 10 Orang di Satu Rumah
-
Tunggu Aku Sukses Nanti dan Kerja Keras yang Berubah Jadi Pembuktian Diri