Suara.com - Media sosial dihebohkan dengan video cekcok pejalan kaki dengan pengendara mobil di kawasan Jalan As-Shofa, Payung Sekaki Pekanbaru. Disebutkan peristiwa ini terjadi pada Sabtu (23/8/2025) pagi.
Dalam video viral yang dibagikan pengunggah, nampak bapak-bapak pejalan kaki itu menggendong bayi yang tersenggol mobil.
Diduga reflek membuat pejalan kaki tersebut memukul mobil hingga berujung adu mulut.
"Telah terjadi keributan akibat senggolan, menurut informasi dilapangan "Si bapak gendong bayi itu jalan, trs kynya kesenggol mobil, ya reflek lah kan dia mukul mobil, tp mukul mobil kan benda mati. Disamperin mau nny, eh tiba2 lsg dipukul" kasian debainya sampai jatuh," tulisnya dikutip Kamis (28/8/2025).
Beberapa warga yang melihat cekcok tersebut termasuk guru di sekolah As-Shofa, mencoba melerai. Namun pemobil yang mengenakan kemeja garis biru justru semakin agresif.
Bahkan, pengendara mobil sempat mengaku memiliki keluarga yang bertugas di kepolisian. Hal ini tentu saja semakin memancing emosi warga di lokasi.
Polresta Pekanbaru tengah mengusut video viral seorang pemobil menganiaya pejalan kaki yang sedang menggendong balita itu.
Kasatreskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Berry Juana mengatakan pihaknya telah menerima aduan korban dan saat ini penyidik tengah melakukan pendalaman.
"Laporan sudah kami terima, penyidik akan minta keterangan dari kedua belah pihak untuk mengetahui kronologi sebenarnya," terang Berry, Kamis (28/8/2025).
Baca Juga: Dari Pemungut Sisa Makanan Jadi Penerima Beasiswa: Kisah Inspiratif Samsul dan Aidil
Diketahui, aksi penganiayaan pejalan kaki oleh pengendara mobil tersebut pemobil lainnya saat melintas di lokasi kejadian.
"Kejadian di salah satu sekolah swasta di jalan tuanku Tambusai ujung, kelurahan labuh baru barat, kecamatan payung sekaki Pekanbaru. Disini kita bisa belajar, kalo emosi tak terkendali hanya membuat masalah menjadi besar," sebutnya dalam caption.
Dari rekaman video yang beredar, peristiwa bermula ketika pejalan kaki berinisial merasa tersenggol mobil pelaku.
Korban kemudian mengetuk bodi mobil sebagai bentuk teguran, namun tindakan itu justru memicu emosi pengendara.
Peristiwa ini sontak menuai kecaman netizen karena balita yang digendong korban ikut terjatuh saat insiden berlangsung.
Tak terima, pemobil turun dari kendaraan dan langsung mendorong serta memukul korban, padahal saat itu korban tengah menggendong anaknya yang masih berusia sembilan bulan.
Berita Terkait
-
Geger Video Mesum Pasangan Misterius di Pos Polisi Tulungagung, Pelaku Diburu
-
Tak Bisa Beli Roti Gegara Cuma Punya Uang Tunai: Kenapa Toko Lebih Suka Cashless?
-
Video Viral Badan Pesawat di Jalan Soetta, Polisi Ungkap Fakta Sebenarnya
-
Viral Video Main Golf di Tengah Bencana Sumatra, Kepala BGN Dadan Hindayana Buka Suara
-
BMKG Rilis Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Sejumlah Kota, dari Pekanbaru Hingga Banten
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Banjir Rendam Jakarta, Lebih dari Seribu Warga Terpaksa Mengungsi
-
Hujan Deras Rendam 59 RT di Jakarta, Banjir di Pejaten Timur Capai Satu Meter
-
Arahan Megawati ke Kader PDIP: Kritik Pemerintah Harus Berbasis Data, Bukan Emosi
-
Sikap Politik PDIP: Megawati Deklarasikan Jadi 'Kekuatan Penyeimbang', Bukan Oposisi
-
PDIP Tolak Pilkada Lewat DPRD, Megawati: Bertentangan dengan Putusan MK dan Semangat Reformasi
-
KPK Segera Periksa Eks Menag Yaqut dan Stafsusnya Terkait Korupsi Kuota Haji
-
Diperiksa 10 Jam, Petinggi PWNU Jakarta Bungkam Usai Dicecar KPK soal Korupsi Kuota Haji
-
KPK Periksa Petinggi PWNU Jakarta, Dalami Peran Biro Travel di Kasus Korupsi Haji
-
Kuasa Hukum Roy Suryo Sebut Kunjungan Eggi Sudjana ke Solo 'Bentuk Penyerahan Diri'
-
PDIP Kritik Pemotongan Anggaran Transfer, Desak Alokasi yang Adil untuk Daerah