Suara.com - Kabar duka datang dari komunitas ojek online (ojol) yang menyita perhatian publik, termasuk dari kalangan selebriti dan politisi.
Anggota DPR RI Sigit Purnomo Said, atau yang lebih dikenal sebagai Pasha Ungu, terlihat mendatangi langsung rumah duka seorang driver ojol bernama Affan Kurniawan.
Momen tersebut terekam dan diunggah oleh akun Instagram @andreli_48, memperlihatkan Pasha yang mengenakan kemeja dan peci hitam berdiri di tengah kerumunan pelayat dengan raut wajah yang serius dan penuh duka.
Di sampingnya, tampak seorang wanita berhijab hitam yang tertunduk lesu, diduga merupakan keluarga yang ditinggalkan.
Kehadiran Pasha di tengah keluarga dan rekan-rekan almarhum Affan menjadi bukti kepeduliannya.
Tak hanya datang langsung, Pasha juga mengungkapkan rasa kehilangan dan patah hatinya melalui sebuah tulisan yang menyentuh.
Ia menyebut almarhum sebagai seorang syuhada dan pejuang.
Dalam unggahan tersebut, Pasha menuliskan pesan duka yang mendalam untuk almarhum dan keluarga.
"Selamat jalan 'syahid' affan kurniawan.. patah hati ini ya Allah..patahnya hati ini.. ditabahkanlah keluarga yang ditinggalkan.. dikuatkanlah sahabat yang mendoakan.. diterangkanlah kubur bagi sang pejuang.. innalillahi wa inna ilaihi rojiun.. surga menantimu de..," ucap Pasha Ungu dalam video itu.
Baca Juga: 9 Fakta Mencekam Kasus Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob yang Wajib Kamu Tahu
Penyebutan kata "syahid" dan "pejuang" oleh Pasha mengisyaratkan bahwa almarhum Affan Kurniawan meninggal dunia saat sedang berjuang mencari nafkah untuk keluarganya, sebuah realita ekonomi yang dihadapi oleh banyak pekerja informal di kota-kota besar Indonesia.
Sontak, unggahan yang memperlihatkan momen lawatan Pasha tersebut langsung dibanjiri komentar oleh warganet.
Banyak yang mengapresiasi sikap Pasha, namun tidak sedikit pula yang menuntut aksi lebih lanjut dari dirinya yang juga merupakan seorang figur publik dan politisi.
Seorang warganet dengan akun @m.g.n menantang Pasha untuk tidak hanya menunjukkan simpati, tetapi juga mengawal kasus atau memperjuangkan nasib para driver ojol.
"Buktikan dan kawal pak Sigit P," tulisnya di kolom komentar.
Sementara itu, komentar lain dari warganet justru membandingkan kehadiran Pasha dengan tokoh publik lainnya, yang seringkali menjadi pemandangan umum di media sosial ketika sebuah isu menjadi viral.
"Uya Kuya Ahmad Syahroni mana???" komentar akun @irmanez27896.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati
-
Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah
-
Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu
-
Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend