Salah satu anggota Brimob dalam pemeriksaan itu mengaku bahwa ia terus bergerak maju untuk mencari jalan keluar demi keselamatan rekan-rekannya.
"Ya saya berusaha mencari jalan, menyelamatkan," kata dia.
Menanggapi perkembangan ini, Kepala Divisi Propam Polri, Irjen Pol Abdul Karim, menggelar konferensi pers pada hari yang sama.
Ia memastikan bahwa ketujuh terduga pelanggar tersebut telah diamankan dan sedang menjalani proses pemeriksaan intensif.
"Masih dalam pemeriksaan dan pendalaman," kata Irjen Pol Abdul Karim.
Ia menegaskan bahwa dari gelar perkara awal, sudah ada bukti yang cukup untuk menyatakan bahwa mereka telah melanggar kode etik profesi kepolisian.
Sebagai sanksi awal, tindakan tegas langsung diambil.
"Mulai hari ini kami lakukan penempatan khusus di Div Propam Polri selama 20 hari kedepan. Jadi sejak 29 Agustus sampai 17 September," ujarnya.
Irjen Pol Abdul Karim, jenderal bintang dua lulusan Akpol 1995, juga merinci peran masing-masing personel di dalam rantis tersebut.
Baca Juga: Rezeki Sudah Diatur, Nyawa Kawan Tak Bisa Diganti: Ojol Rela 'Off Bid' Demi Keadilan untuk Affan
"Dua orang duduk di depan, termasuk pengemudi. Lima lainnya di belakang."
Rantis tersebut teridentifikasi dikemudikan oleh Bripka R.
Sementara di sampingnya duduk Kompol C yang diduga sebagai komandan tim.
"Yang mengemudikan Bripka R. Sedangkan yang duduk di sebelah pengemudi Kompol C," ujarnya.
"Adapun yang duduk di belakang, Aipda R, Briptu D, Bripda M, Baraka J, dan Baraka Y."
Berita Terkait
-
Rezeki Sudah Diatur, Nyawa Kawan Tak Bisa Diganti: Ojol Rela 'Off Bid' Demi Keadilan untuk Affan
-
Cara Anggota TNI Tenangkan Massa di Depan Mako Brimob Kwitang: Mundur Dulu Bang
-
Beda Profil Affan Kurniawan dan Umar Amarudin yang Dilindas Rantis Brimob
-
Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob, Anggota Dewan Ini Setuju Tunjangan Anggota DPR Dipangkas
-
Mahasiswa hingga Ojol Demo di Depan Gedung DPR, Massa: Polisi Harusnya Mengayomi, Bukan Menindas
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
Kerry Riza Ajak Masyarakat Lihat Perkaranya Berdasarkan Fakta Bukan Fitnah
-
Dugaan Korupsi Minyak Mentah: Saksi Bantah Ada Kontrak Sebut Tangki BBM OTM Jadi Milik Pertamina
-
Menuju JFSS 2026, Pemerintah dan Kadin Sepakat Ketahanan Pangan Jadi Prioritas Nasional
-
Aceh Tamiang Dapat 18 Rumah Rehabilitasi, Warga Bisa Tinggal Tenang
-
Usai di Komdigi, Massa Demo Datangi Polda Metro Jaya Minta Usut Kasus Mens Rea
-
Profil Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa: dari Pilot ke Pemimpin Provinsi Baru
-
Catatan Kritis Gerakan Nurani Bangsa: Demokrasi Terancam, Negara Abai Lingkungan
-
Satgas Pemulihan Bencana Sumatra Gelar Rapat Perdana, Siapkan Rencana Aksi
-
Roy Suryo Kirim Pesan Menohok ke Eggi Sudjana, Pejuang atau Sudah Pecundang?
-
Saksi Ungkap Rekam Rapat Chromebook Diam-diam Karena Curiga Diarahkan ke Satu Merek