- Cetro Leonardo Purba, seorang staf Kedutaan Besar Indonesia, meninggal ditembak di Kota Lima, Peru
- Cetro ditembak tiga kali usai bersepeda dari kantornya, Kedutaan Besar Indonesia di Peru.
- Rekan kerja korban ungkap bahwa Cetro Purba tidak pernah terima ancaman dan tidak menguasai Bahasa Spanyol
Suara.com - Kepolisian Nasional Peru tengah gencar melakukan investigasi untuk menangkap para pelaku pembunuhan seorang staf Kedutaan Besar Indonesia di negara tersebut, Zetro Leonardo Purba.
Insiden tragis ini terjadi hanya beberapa meter dari apartemen yang disewa korban di distrik Lince, Lima.
"Polisi menyesalkan pembunuhan seorang pegawai diplomatik di Kedutaan Besar Indonesia. Kami segera mengaktifkan rencana 'Cerco' (Pengepungan) dan memulai penyelidikan untuk mengidentifikasi serta menangkap para pelaku," demikian pernyataan institusi kepolisian melalui media sosial resminya mengutip media setempat, El Comercio.
Zetro Leonardo Purba dicegat di pintu masuk gedung apartemennya usai bersepeda, setibanya dari Kedutaan Besar Indonesia bersama istrinya.
Meski langsung dilarikan ke Klinik Javier Prado, tim medis hanya bisa menyatakan Cetro telah meninggal dunia.
Sang istri dikabarkan selamat tanpa cedera dan sedang berada di bawah perlindungan polisi.
Zetro Purba ditembak tiga kali setelah dua orang tak dikenal menghampirinya dengan sepeda motor dan menembaknya langsung di bagian kepala.
Pria berusia 40 tahun itu selama di Lima, belum sekalipun menerima ancaman.
Dalam laporan RPP disebutkan bahwa seorang teman sekaligus rekan kerja korban mengungkapkan bahwa Zetro Purba tidak menguasai bahasa Spanyol.
Baca Juga: Diplomat RI Tewas Ditembak Baru 5 Bulan di Peru, Apa Motifnya?
"Saya tidak tahu apa yang sedang terjadi. Kami tidak memiliki informasi tentang ini. Saya bekerja dengannya di kedutaan Indonesia yang sama."
"Dia dan keluarganya baru tiba di Lima April lalu. Tidak, dia tidak punya masalah apa pun. Dia bahkan tidak bisa berbicara bahasa Spanyol, jadi bagaimana mungkin dia punya masalah dengan siapa pun?” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, pejabat Kepolisian Peru Mayor Daniel Guivar menyatakan kepada media lokal bahwa insiden tersebut merupakan 'kasus pembunuhan bayaran pertama' yang dilihat pada tahun ini di distrik tersebut.
Meskipun motif pembunuhan belum diketahui, polisi tidak mengesampingkan kemungkinan adanya balas dendam.
Menurut versi polisi, pelaku diduga adalah warga negara asing, dilihat dari ciri-ciri fisik yang teridentifikasi.
Hingga saat ini, belum ada dugaan pasti mengenai motif pelaku.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan, RAM 6 GB Performa Jempolan
- 5 Sepatu Skechers Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Cocok Dipakai Lansia
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
Belajar dari Broken String Aurelie Moeremans: Mengapa Korban Sulit Lepas dari Jerat Pelaku?
-
Bupati Bogor Tak Mau Tutup Mata, Rudy Susmanto Janji Telusuri Kabar Korban Jiwa di Pongkor
-
Balik Kampung Bangun Masjid Rp1 Miliar, Haji Suryo Siapkan 3.000 Loker di Lampung Timur
-
Misteri Asap di Nanggung: Video Evakuasi Viral Disebut Hoaks, Tapi Isu Korban Jiwa Terus Menguat
-
Bukan Sekadar Elektoral, Legislator Gerindra Sebut Era Prabowo Sebagai Fase Koreksi Sejarah
-
JATAM Ungkap 551 Izin Industri Ekstraktif Kepung Sumatra, Masuk Kawasan Rawan Bencana
-
Mobil Listrik Terbakar Hebat di Tol Lingkar Luar, Penyebabnya Diduga Korsleting
-
Mayat Pria Tanpa Identitas dengan Luka Lebam Mengapung di Kali Ciliwung, Korban Pembunuhan?
-
Presiden Prabowo Dukung Penuh Sasakawa Foundation Berantas Kusta di Indonesia
-
MBG Selama Ramadan Dianggap Penting Agar Nutrisi Anak Tetap Terpenuhi