- Andika Lutfi Falah, pelajar 16 tahun, meninggal setelah ikut demo di DPR.
- Ia meninggal karena keretakan tempurung kepala, diduga akibat benturan benda tumpul.
- Keluarga memilih untuk ikhlas dan tidak memperpanjang kasus secara hukum.
Suara.com - Kehilangan seorang anak adalah duka yang tak terperikan, terlebih jika kepergiannya diduga karena hal-hal yang tidak bisa dijelaskan. Seperti kekerasan atau kecelakaan saat demo.
Inilah kisah tragis yang menimpa Andika Lutfi Falah, seorang pelajar berusia 16 tahun dari Kabupaten Tangerang. Kepergiannya pada 1 September 2025.
Setelah sempat kritis dan dirawat di Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Mintohardjo, meninggalkan banyak pertanyaan dan luka mendalam.
Andika, yang dikenal sebagai siswa kelas 2 di SMKN 14 Kabupaten Tangerang, meninggal dunia setelah diduga mengalami cedera parah saat mengikuti aksi unjuk rasa di Gedung DPR RI pada hari Kamis, 28 agustus 2025.
Fakta-fakta di Balik Kepergian Andika
Andika, seorang siswa kelas 2 di SMKN 14 Kabupaten Tangerang, meninggalkan sekolahnya pada hari Kamis, 28 Agustus 2025.
Menurut kesaksian Ketua RT/RW setempat, Sugiono, Andika meminta izin kepada gurunya untuk pulang lebih cepat dengan alasan mengantar ibunya berobat.
Namun, Andika ternyata tidak pulang ke rumah. Sebaliknya, ia diduga pergi ke Jakarta Pusat untuk mengikuti unjuk rasa di Gedung DPR RI.
Meskipun informasi dari temannya menyebutkan Andika hanya diajak dan tidak mengetahui tujuan aksi tersebut, keterlibatannya dalam demonstrasi menjadi titik awal dari serangkaian peristiwa tragis.
Baca Juga: Kondisi Depan Gedung DPR Sepi Demonstran, Deretan Mobil TNI Keliling Amankan Jalan
Setelah aksi tersebut, Andika dinyatakan menghilang. Pihak keluarga kebingungan dan cemas karena Andika tidak memiliki telepon seluler atau identitas diri yang bisa melacak keberadaannya.
Kecemasan mereka semakin memuncak saat sekolah menghubungi, mengonfirmasi bahwa Andika tidak kembali ke rumah.
Kritis di Rumah Sakit dan Keretakan Tengkorak
Titik terang keberadaan Andika baru muncul pada hari Sabtu, 30 Agustus 2025. Pihak keluarga mendapat kabar melalui media sosial bahwa Andika dirawat di Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Mintohardjo, Jakarta, dalam kondisi kritis.
Tanpa membuang waktu, mereka segera mendatangi rumah sakit. Di sana, duka mereka semakin bertambah setelah tim medis menyampaikan kondisi Andika yang sudah koma sejak hari Jumat, 29 Agustus 2025.
Hasil pemeriksaan medis sangat mengejutkan. Andika mengalami keretakan parah pada tempurung kepala bagian belakang. Cedera ini diduga kuat akibat hantaman benda tumpul.
Berita Terkait
-
Kendaraan Taktis TNI Berjaga di Pusat Perbelanjaan
-
Sejarah Berulang? 3 Aksi Massa Dunia yang Menggambarkan Kondisi Kita Sekarang
-
Ojol Gelar Aksi Damai, Berbagi Bunga dan Harapan
-
Sinyal Positif dari Senayan: DPR Pastikan RUU Perampasan Digarap Setelah Naskah Akademik Rampung
-
Gibran Sambangi Rumah Duka Andika, Pelajar Tewas di Demo DPR: Dialog dengan Ortu, Ini Isinya
Terpopuler
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
Syarat Gencatan Senjata Permanen Iran, Israel Wajib Angkat Kaki dari Lebanon
-
Infrastruktur Uzur, Rano Karno Sebut Jalanan di Jakarta Masih Rawan Amblas
-
Rencana MBG di Arab Saudi, DPR: Jangan Ngide, Benahi Dulu yang Amburadul!
-
Klaim Investasi Seskab Teddy Dipreteli Guntur Romli: Menyesatkan Publik
-
Ironi Korupsi Haji: Bos Maktour Absen Diperiksa KPK Karena Sedang Ibadah di Arab Saudi
-
Tak Sesuai Fakta, Seskab Teddy Dinilai Overclaim Soal Nilai Investasi Buah Diplomasi Prabowo
-
Revisi UU Polri Disebut Tak Banyak Berubah, DPR Fokus pada 8-9 Pasal
-
Kompolnas Nilai Sanksi Saat Ini Belum Bikin Jera Polisi Terlibat Narkoba
-
Berkas Lengkap! Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang Kasus Ijazah Palsu Jokowi
-
Kritik Rencana MBG untuk Anak Sekolah Indonesia di Arab, DPR: Urus Dulu yang di Dalam Negeri