Aksi demo yang terjadi belakangan ini, yang awalnya dipicu oleh tunjangan rumah dinas DPR, kemudian berbelok setelah tragedi meninggalnya Mas Afan Kurniawan, menunjukkan adanya “tumpangan” isu-isu yang lebih besar.
“Ini adalah hasil dari akumulasi 10 tahun praktik kekuasaan Jokowi,” ucap Refly Harun.
Merujuk pada tumpukan ketidakadilan, peristiwa di Rempang kata dia, pengambilan hak-hak rakyat tanah, masalah ijazah palsu, masalah korupsi di mana-mana, partai politik dilumpuhkan, dikriminalkan, ulama-ulama.
Melihat situasi ini, para pengamat mengusulkan dua jalur penyelesaian, jalur konstitusional atau jalur ekstrakonstitusional.
Namun, jalur konstitusional dianggap sulit karena memerlukan konsolidasi politik yang kuat, sementara partai politik dianggap “tidak benar-benar punya cita-cita untuk membangun peradaban yang lebih baik untuk Indonesia dan cenderung mementingkan keuntungan sendiri.”
Oleh karena itu, muncul gagasan tentang “sekretariat bersama,” sebagai wadah konsolidasi tokoh-tokoh nasional dan civil society.
“Saatnya kekuatan di luar kekuasaan berkumpul, boleh dong silaturahmi, menghentikan anarkisme, untuk menghentikan saling prasangka,” kata Faizal Assegaf.
Diharapkan, sekber ini dapat menjadi motor penggerak perubahan dengan “mengundang semua komponen society, tokoh-tokoh untuk bersama-sama mengerjakan isu ini.”
Sebagai penutup, ditekankan pentingnya “memisahkan antara rezim 10 tahun dengan rezim yang baru ini.”
Baca Juga: Apa Isi Desakan PBB untuk Pemerintahan Prabowo dan Gibran?
Jika tidak, luka dan masalah rezim lalu akan terus menumpuk, menghambat kemajuan bangsa.
“Negeri ini baru aman kalau seandainya clear dulu pemisahan antara rezim 10 tahun dengan rezim yang baru ini,” ujar Refly Harun.
Dengan eskalasi yang diperkirakan akan terus meningkat, harapan disematkan pada Presiden Prabowo untuk “segera sadar dan mengambil langkah tegas,” ucap Roy Suryo.
Langkah lain, menurut Refly Harun, adalah dengan “mengadili Jokowi dan makzulkan Gibran,” sebagai simbol tidak membiarkan kesalahan dan kebrutalan masa lalu, serta menyelamatkan bangsa dari pemimpin yang tidak memiliki kapasitas.
Sekretariat Bersama diharapkan dapat menjadi jembatan komunikasi bagi semua pihak untuk bersama-sama menemukan solusi atas krisis yang melanda bangsa.
Reporter: Safelia Putri
Berita Terkait
-
GOTO Buka Suara Soal Identitas Pengemudi Ojol yang Bertemu Gibran: Siapa Sebenarnya Cang Rahman?
-
Sambangi Gibran di Istana, Ojol Sampaikan Dua Tuntutan: BPJS Gratis dan Keadilan untuk Affan
-
Ini Sosok Pengemudi Ojol yang Dituding 'Taruna'
-
Apa Isi Desakan PBB untuk Pemerintahan Prabowo dan Gibran?
-
Gelar Pertemuan dengan Perwakilan Driver Ojol, Roy Suryo Sebut Gibran Pencitraan
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti
-
Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi
-
Dosen UI: Tantangan Literasi Bencana Ada pada Aksi, Bukan Sekadar Informasi
-
Geruduk Kementerian Diktisaintek, BEM SI Teriakan Tiga Dosa Perguruan Tinggi
-
Prabowo Panggil Mendiktisaintek, Kampus Diminta Jadi Mitra Pemda Atasi Masalah Daerah
-
Ribka Haluk: Keselarasan Kebijakan Pusat - Daerah Kunci Sukses PSN Pantura Jawa
-
Telisik Penyebab Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Polisi Periksa Dinas PU Hingga Sopir Green SM
-
Kapal Perang AS Terjang Iran di Selat Hormuz dengan Dalih "Project Freedom"
-
Polisi Ciduk Pelaku Penusukan Terhadap Ibu di Pondok Aren Tangsel, Motif Masih Dalam Penyelidikan
-
Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Video Ceramah JK