Jejak langkah Purbaya di pemerintahan dimulai pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Staf Khusus Bidang Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dari tahun 2010 hingga 2014, sekaligus menjadi Anggota Komite Ekonomi Nasional.
Pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, ia menjabat sebagai Deputi III Bidang Pengelolaan Isu Strategis di Kantor Staf Presiden (KSP) pada Maret 2015.
Kedekatannya dengan Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan membawanya ke Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sebagai Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi dari Mei 2018 hingga September 2020.
Puncak kariernya sebelum menjadi Menteri Keuangan adalah sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sejak 3 September 2020, berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 58/M Tahun 2020.
Sebagai Ketua LPS, Purbaya merupakan anggota tetap Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), bersama Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, dan Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK), memainkan peran strategis dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.
Ia dikenal sering menyampaikan pandangan optimis mengenai kondisi ekonomi Indonesia, bahkan di tengah ketidakpastian global, dengan menyoroti indikator-indikator positif seperti pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan, Indeks Manufaktur (PMI), dan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK).
Reshuffle Kabinet Merah Putih
Penunjukan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan ini merupakan bagian dari gelombang reshuffle Kabinet Merah Putih yang telah berjalan 10 bulan sejak Presiden Prabowo Subianto dilantik.
Reshuffle ini, menurut sejumlah pengamat, adalah upaya Presiden untuk meningkatkan efektivitas dan akselerasi program-program prioritas pemerintah.
Baca Juga: Selain Pecat Sri Mulyani, Ini 4 Kementerian yang Kena Reshuffle Prabowo
Pergantian di pos Menteri Keuangan menjadi sorotan utama mengingat krusialnya peran kementerian tersebut dalam mengelola perekonomian negara.
"Presiden melihat adanya kebutuhan untuk penyegaran dan penyesuaian di beberapa pos kementerian demi memastikan visi dan misi Kabinet Merah Putih dapat tercapai secara optimal," ujar Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, Senin sore
"Setiap keputusan didasari pada evaluasi kinerja dan kebutuhan strategis ke depan, agar pemerintah dapat bekerja lebih lincah dan responsif terhadap tantangan yang ada," katanya
Pengangkatan Purbaya Yudhi Sadewa diharapkan membawa angin segar dan perspektif baru dalam pengelolaan fiskal negara.
Dengan latar belakang akademis yang mendalam dan pengalaman luas di berbagai lini kebijakan ekonomi, ia diharapkan mampu merumuskan kebijakan yang adaptif, pro-pertumbuhan, dan menjaga stabilitas makroekonomi Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.
Para pelaku pasar dan masyarakat luas kini menanti langkah-langkah konkret yang akan diambil oleh Menteri Keuangan yang baru ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Hadirkan Raisa hingga Yura Yunita, Pagelaran Sabang Merauke 2026 Siap Guncang Indonesia Arena!
-
Terseret Pusaran Narkoba, Pemprov DKI Jakarta Segel Permanen Whiterabit PIK
-
Swadaya Warga Matraman Lindungi Ibu Hamil dan Anak dari Asap Rokok
-
Dokumen Pentagon Bocor Ungkap Rencana AS Hukum Spanyol dan Inggris Terkait Perang di Iran
-
Rapor Merah Pelayanan Hijau Jakarta: Kurang Armada, Ribuan Permohonan Pemangkasan Pohon Antre!
-
Tercekik Harga BBM, Transjakarta Siap Akhiri Era Tiket Murah Rp 3.500?
-
KPK Dorong Capres hingga Cakada Wajib dari Kader Parpol, Ini Alasan di Baliknya
-
Kelaparan Ekstrem Melanda Dunia di 2026, Gaza dan Sudan Paling Parah
-
El Nino Diprediksi Lebih Panjang, Jakarta Siapkan Modifikasi Cuaca dan Water Mist
-
Benjamin Netanyahu Sakit Kanker dan Tumor Jenis Apa? Pantes Jarang Tampil, Sering Pakai Video AI