- Ferry Irwandi akan dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Satuan Siber TNI
- Ferry Irwandi mengaku siap menghadapi laporan tersebut
- Ferry menegaskan ide tidak bisa dibunuh atau dipenjara
Suara.com - Ferry Irwandi, yang menjadi sorotan publik setelah dilaporkan oleh TNI ke Polda Metro Jaya, akhirnya angkat bicara.
Melalui tanggapan yang lugas dan tanpa basa-basi, Ferry menyatakan kesiapannya untuk menghadapi segala proses hukum yang ada, sekaligus menepis berbagai spekulasi yang beredar.
Dalam pernyataannya, Ferry Irwandi dengan tegas menyatakan tidak akan kabur dan akan menghadapi masalah ini.
"Saya tidak lari kemana-mana. Saya siap menghadapi semuanya, tenang saja, saya tidak pernah dididik jadi pengecut atau penakut" ujarnya dikutip dari akun Instagramnya.
Ia juga merasa aneh dengan pernyataan Komandan Satuan Siber (Dansatsiber) TNI, Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Juinta Omboh (J.O) Sembiring yang mengaku sudah menghubungi nomor telepon Ferry namun tidak tersambung.
"Semua wartawan bisa dengan sangat mudah menghubungi saya," tambahnya, menunjukkan kebingungannya terkait klaim sulit dihubungi.
Ferry juga menegaskan bahwa dirinya tidak akan terintimidasi oleh laporan tersebut.
"Tindakan ini dianggap bikin saya takut, khawatir, cemas, tidak pak. Saya tidak akan playing victim, merengek-rengek, tidak," kata Ferry dengan nada mantap.
Ia memandang proses hukum ini sebagai bagian dari negara hukum yang harus dijalani bersama. "Kalau memang mau diproses hukum ya ini kan negara hukum kita jalani bersama," ucapnya.
Baca Juga: Ucapkan Selamat Pada Jokowi, Jenderal Gatot: Karena Sudah Merusak Negeri Ini
Salah satu poin penting yang diutarakan Ferry adalah keyakinannya bahwa "ide tidak bisa dibunuh atau dipenjara." Pesan ini diulanginya beberapa kali, mengisyaratkan bahwa apa pun konsekuensi yang dihadapinya, pemikiran atau gagasannya tidak akan padam.
Ia juga memastikan bahwa dirinya masih berada di Jakarta dan tidak memiliki niat untuk melarikan diri ke luar negeri.
Meski demikian, Ferry mengaku tidak mengetahui secara pasti tindak pidana apa yang dituduhkan kepadanya. Namun, ia tetap optimis dan menyerahkan semuanya pada proses hukum.
"Ya memang Republik ini pantas untuk pemerintah, aparat dan sistem yang lebih baik," pungkasnya, seolah menyiratkan kritik sekaligus harapan untuk perbaikan sistem di Indonesia.
Sebelumnya Komandan Satuan Siber (Dansatsiber) TNI, Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Juinta Omboh (J.O) Sembiring mendatangi Polda Metro Jaya, Senin (8/9/2025).
Juinta Omboh tujuan kedatangannya adalah konsultasi mengenai rencana melaporkan CEO Malaka Project, Ferry Irwandi. Hasil diskusi, ada dugaan pidana yang dilakukan oleh Ferry Irwandi.
Tag
Berita Terkait
-
Ucapkan Selamat Pada Jokowi, Jenderal Gatot: Karena Sudah Merusak Negeri Ini
-
Ini Dia KRI Brawijaya 320, Kapal Baru TNI AL yang Siap Perkuat Pertahanan Laut
-
DPR Jawab 25 Tuntutan Rakyat: Tunjangan Dipangkas, Kunker Dibatasi, Ini yang Belum Terjawab
-
Viral Brimob Ejek TNI Latihan : Netizen Pertanyakan Proses Seleksi Anggota Polri!
-
Sadis! Anggota TNI Tembak Mati Warga Gegara Ribut Duit Parkir, Pratu TB Resmi Tersangka
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Bongkar Dampak Buruk Reklamasi di Pulau Serangan, DPR Minta Penghentian Sementara Seluruh Aktivitas!
-
Murni Penembakan atau Siasat Trump? Republik Tuduh Partai Demokrat sebagai Biang Kerok
-
Kapal Tanker Dibajak di Somalia, 4 WNI Jadi Tawanan
-
Analisis: Kenapa Perang 40 Hari Justru Perkuat Posisi Iran di Mata Dunia?
-
Gerak-gerik Mencurigakan Wanita Rambut Pirang Saat Penembakan Donald Trump, Ada yang Aneh
-
Tertipu Citra Profesional, Orang Tua Ini Ungkap Horor di Balik Daycare Little Aresha
-
Dosen UGM Jadi Penasihat Daycare Little Aresha, Kampus Tegaskan: Bukan Representasi Institusi
-
Siapa Cole Tomas Allen? Guru Terbaik Diduga Pelaku Penembakan Trump, Pendukung Partai Demokrat
-
Donald Trump Buka Tangan ke China Bantu Konflik di Selat Hormuz, Tapi Tidak Berharap Banyak
-
Bom Meledak di Bus Kolombia Hingga Ciptakan Kawah Besar, 20 Orang Tewas