- Serangan militer AS dan Israel pada 28 Februari 2026 terhadap Iran terbukti gagal mencapai tujuan strategisnya.
- Perlawanan Iran selama 40 hari berhasil mematahkan dominasi militer AS serta memperkuat posisi tawar diplomatik Teheran.
- Ketidakefektifan agresi militer memaksa Washington mempertimbangkan kembali jalur diplomasi untuk menyelesaikan konflik nuklir dan regional.
Suara.com - Keberhasilan Iran bertahan dari agresi militer besar-besaran Amerika Serikat (AS) memunculkan pertanyaan tentang efektivitas kekuatan militer dalam mencapai tujuan politik di Timur Tengah.
Perlawanan Teheran selama 40 hari setelah pembunuhan pemimpin tertingginya menunjukkan bahwa kekuatan militer AS memiliki batas, terutama saat menghadapi negara dengan ideologi perlawanan yang kuat.
Ketidakmampuan Washington memaksakan kehendak melalui serangan udara dan drone menjadi sinyal bahwa dominasi militer saja tak lagi cukup di kawasan tersebut.
Analisis program The Bottom Line Al Jazeera menyoroti bagaimana Iran mampu meruntuhkan narasi supremasi militer AS di Timur Tengah.
Vali Nasr, profesor hubungan internasional di Universitas Johns Hopkins, menilai kampanye militer yang dilancarkan pemerintahan Donald Trump bersama Israel gagal mencapai tujuan strategisnya.
"Anda tidak datang ke meja perundingan untuk menuntut penyerahan diri. Pihak lawan tidak akan menyerah karena mereka belum kalah. Jadi, Anda harus mencapai kesepakatan," ujar Nasr dalam wawancara dengan Steve Clemons.
Strategi Militer AS Dinilai Gagal
Sejumlah analis menilai pemerintahan Trump meremehkan ketahanan sistemik Iran serta dukungan rakyat terhadap kedaulatan nasional.
Strategi "tekanan maksimum" yang berkembang menjadi agresi militer terbuka justru menemui jalan buntu ketika Iran membalas dengan kekuatan yang tak diduga.
Baca Juga: AS Perketat Aturan Kartu Hijau, Pemohon yang Mendukung Palestina akan Ditolak
AS kini menghadapi dilema: melanjutkan perang dengan biaya besar atau kembali ke meja perundingan.
Menurut Nasr, tujuan utama Iran adalah menunjukkan kepada AS dan Israel bahwa perang melawan Teheran bukan perkara mudah.
"Tujuan Iran adalah memastikan AS dan Israel memahami bahwa perang dengan Iran itu tidak mudah," tegas Nasr.
Tekanan militer Washington justru memperkuat posisi tawar Iran, termasuk tuntutan penarikan pasukan asing dari Timur Tengah.
Diplomasi Jadi Jalan Akhir
Krisis ini menegaskan bahwa penggunaan kekuatan oleh negara adidaya memiliki batas yang jelas.
Berita Terkait
-
Donald Trump Buka Tangan ke China Bantu Konflik di Selat Hormuz, Tapi Tidak Berharap Banyak
-
Siaga Satu! Harga Minyak Mentah Dunia Dekati USD 108 Per Barel
-
Identitas dan Kronologis Penangkapan Penembak di Acara Gala Dinner Donald Trump
-
Dugaan Motif Anti-Kristen Terungkap dalam Manifesto Penembakan di Gala Dinner Donald Trump
-
Cek Fakta: Rudal Iran Melewati Langit Saudi Menuju Israel, Benarkah?
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Prabowo Terima Pengunduran Diri Perry Warjiyo, Destry Damayanti Jadi Plt Gubernur BI
-
Gubernur Jatim & Deputi Bank Indonesia Lepas Gowes Nusantara 2026 HUT ke-73 BI, Apresiasi Sinergitas
-
Mengapa Pengunduran Diri Gubernur BI Diumumkan Orang Istana , Di Mana Perry Warjiyo?
-
Gubernur Sulsel Ground Breaking Ruas Rantepao-Pangala-Baruppu
-
Prabowo Sebut PDIP Sehati, Hasto Ungkap Titah Megawati: Kader Pantang Jadi Buzzer Penyerang
-
Drama Teach You a Lesson, Aksi Agen BPHP dalam Menumpas Kejahatan Remaja
-
Siswa Sekolah Rakyat Semarakkan Ajang Jember Fashion Carnaval 2026
-
Bentrok PSHT vs Ormas Maluku Satu Rasa di Surabaya, 3 Orang Terluka
-
Maut di Tikungan Gelap: Perjalanan Terakhir Andre Saputra di Arus Irigasi Batanghari
-
Gubernur BI Perry Warjiyo Mengundurkan Diri