News / Nasional
Selasa, 09 September 2025 | 09:43 WIB
Presiden Prabowo Subianto menghadiri BRICS Leaders Virtual Meeting, Senin (8/9/2025). [Cahyo - Biro Pers Sekretariat Presiden]
Baca 10 detik
  • Prabowo menghadiri pertemuan virtual BRICS dan menyampaikan pandangan Indonesia
  • Indonesia mendukung penuh inisiatif BRICS sebagai pilar stabilitas global
  • Prabowo tekankan pentingnya kerja sama erat dan peran strategis BRICS di dunia
[batas-kesimpulan]

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menghadiri BRICS Leaders Virtual Meeting.

Secara daring, Prabowo mengikuti pertemuan dari kediaman pribadinya di Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin (8/9/2025)kemarin.

Para pemimpin negara anggota BRICS bertemu secara daring untuk membahas isu-isu global yang menjadi perhatian bersama.

Sejumlah kepala negara dan perwakilan tingkat tinggi yang hadir, antara lain Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva, Presiden Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Xi Jinping, Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi, Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Presiden Rusia Vladimir Putin.

Hadir juga, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, Putra Mahkota Uni Emirat Arab Khaled bin Mohamed bin Zayed, Menteri Luar Negeri Ethiopia Gedion Timothewos, serta Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar.

Presiden Brasil Lula da Silva membuka virtual meeting dengan memberikan pandangannya.

Setelahnya, Presiden RRT Xi Jinping dan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi menyampaikan pandangan di urutan kedua dan ketiga.

Presiden Prabowo Subianto menghadiri BRICS Leaders Virtual Meeting, Senin (8/9/2025). [Cahyo - Biro Pers Sekretariat Presiden]

Sedangkan urutan keempat, giliran Prabowo menyampaikan pandangan dan posisi Indonesia terkait sejumlah isu global.

Prabowo menegaskan, dukungan penuh Indonesia terhadap berbagai inisiatif yang dihasilkan dalam forum BRICS.

Baca Juga: Misteri Angka 8 Prabowo: Reshuffle Senin Pon, Kode Keras Ekonomi Meroket 8 Persen?

"Kami sepenuhnya mendukung inisiatif-inisiatif yang telah diambil. Kami mengapresiasi kepemimpinan Presiden Lula dan Indonesia berkomitmen untuk bekerja lebih erat dengan seluruh negara BRICS," kata Prabowo dikutip melalui keterangan resmi Sekretariat Presiden, Selasa (9/9/2025).

Menurut Prabowo, BRICS telah menjadi salah satu pilar penting bagi stabilitas dan harapan di tengah dinamika geopolitik internasional yang penuh tantangan.

Ia menyoroti bahwa multilateralisme kini sedang menghadapi ujian serius, sementara dunia terus diwarnai oleh ketidakstabilan.

“Merupakan kehormatan besar bagi saya untuk bergabung dalam pertemuan yang sangat penting ini. Indonesia memandang BRICS sebagai pilar yang sangat kuat bagi stabilitas dan harapan dalam situasi geopolitik internasional saat ini,” ujar Prabowo.

Prabowo menekankan dengan cakupan lebih dari 55 persen populasi dunia serta lebih dari 40 persen Produk Domestik Bruto (PDB) global, BRICS kini telah menjelma sebagai kekuatan strategis dengan ekonomi terbesar, populasi terbesar, pasar terbesar, dan sumber daya alam yang melimpah.

“BRICS memiliki ekonomi terbesar, negara dengan populasi terbesar, pasar terbesar, serta negara-negara dengan sumber daya alam besar dan sumber daya penting. Karena itu, BRICS semakin muncul sebagai pilar kekuatan. Indonesia mendukung kelanjutan peran ini,” ungkap Prabowo.

Load More