- Kasus dosen Unissula marah di RSI Sultan Agung viral usai video amukan beredar saat istrinya melahirkan.
- RSI bantah ada kekerasan fisik, sementara IDI Semarang bentuk tim khusus untuk lindungi tenaga medis.
- Unissula benarkan pelaku dosennya dan sebut kasus sudah damai secara kekeluargaan.
Suara.com - Kasus dosen Unissula aniaya dokter di Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung Semarang jadi sorotan publik usai viral di media sosial.
Insiden yang melibatkan dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Muhammad Dias Saktiawan, ini bermula ketika sang istri menjalani proses persalinan berisiko tinggi.
Dewan Pengawas RSI Sultan Agung, Farhat Suryaningrat, menyebut peristiwa itu hanya terjadi karena kepanikan keluarga pasien.
Namun, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Semarang tetap menegaskan perlunya perlindungan bagi tenaga medis. Berikut enam fakta terkait kasus viral tersebut.
1. Bermula dari Proses Persalinan Berisiko Tinggi
Farhat menjelaskan, dokter sudah merekomendasikan operasi caesar untuk istri Muhammad Dias Saktiawan. Namun, keluarga bersikeras agar persalinan dilakukan secara normal.
Setelah bayi lahir, kondisi sang ibu sempat menegangkan hingga memicu kepanikan keluarga di ruang perawatan. Dari sinilah kemarahan Dias mulai terjadi.
2. Video Viral Tunjukkan Amukan di Ruang Perawatan
Meski pihak rumah sakit menyebut tidak ada kekerasan fisik, video yang beredar memperlihatkan seorang pria diduga Dias meluapkan emosi dengan teriakan histeris, umpatan, dan amukan.
Video inilah yang kemudian membuat kasus dosen Unissula aniaya dokter menjadi viral di media sosial.
3. Klarifikasi RSI Sultan Agung
Farhat menegaskan kabar adanya kekerasan fisik terhadap dokter Astra tidak benar.
“Tidak ada cakaran, tidak ada kontak fisik. Pasien lahir normal, ibunya sehat, bayinya sehat. Ini hanya miskomunikasi akibat kepanikan seorang ayah,” ujarnya.
RSI juga memastikan tenaga medis tetap mendapat perlindungan penuh.
4. IDI Semarang Bentuk Tim Khusus
Berita Terkait
-
Narasi Viral Ternyata Rekayasa! Polisi: Model Ansy Jan De Vrie Bukan Korban Begal
-
Viral! Korban Perkosaan di Konawe Selatan Diminta Nikahi Pelaku Demi Citra Bupati
-
Demam Padel: Akankah Bertahan Lama atau Bernasib Sama seperti Tren Olahraga Sebelumnya?
-
Viral Pemotor Bonceng Tiga Masuk Tol Batang, Cuek Lawan Arah di Sisi Kanan Jalan
-
Delapan Dosen UPN Veteran Yogyakarta Dilaporkan dalam Dugaan Kasus Kekerasan Seksual
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Udara Jakarta Pagi Ini Terburuk di Dunia, Warga Diminta Kurangi Aktivitas Luar
-
Narasi Viral Ternyata Rekayasa! Polisi: Model Ansy Jan De Vrie Bukan Korban Begal
-
Peringati Harkitnas, Menteri PANRB Dorong Transformasi Birokrasi Berbasis Data
-
'Tetangga Punya SHM, Kami Kok Tidak?' Warga Pangkalan Jati Tagih Keadilan Lahan ke Komisi XI DPR
-
Benjamin Netanyahu Minta Lepaskan Aktivis Global Sumud Flotilla
-
Dari Tragedi 98 hingga Isu Papua, Mahasiswa UI Suarakan Kekecewaan Lewat Aksi #Reformati
-
Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Diduga Terima SGD 213.600 di Kasus Suap Blueray Cargo!
-
Benjamin Natanyahu: Perlakuan Menteri Israel ke Aktivis Global Sumud Flotilla Tak Sesuai Norma
-
Video Aktivis Global Sumud Flotilla Dirilis Menteri Israel, Disuruh Sujud Sambil Tangan Diikat
-
Kata-kata Benjamin Netanyahu Aktivis Global Sumud Flotilla Diperlakukan Tak Manusiawi