3. Blunder Fatal #2: Menuduh Semua Demo Karena "Soal Duit"
Kritik paling tajam dilontarkan pada pernyataan pejabat yang menganggap jika ekonomi rakyat ditingkatkan dan semua sibuk cari duit, maka tidak akan ada lagi demo.
"Itu artinya demo dilakukan karena kita miskin, karena soal duit. Mungkin disamakan dengan pemikirannya, pikirannya duit," sambungnya.
Felix menilai pejabat tersebut telah merendahkan seluruh perjuangan rakyat.
Ia menyiratkan bahwa tidak semua hal bisa diukur dengan uang. Tuntutan akan keadilan, reformasi, dan pemerintahan yang bersih adalah sebuah perjuangan ideologis, bukan sekadar jeritan perut yang lapar.
Pernyataan tersebut adalah penghinaan terhadap nurani rakyat.
"Orang Banyak Gaya, Belajar Ngomong Dulu Deh!"
Felix Siauw menutup analisisnya dengan sebuah kesimpulan yang sangat pedas. Ia menyebut para pejabat ini sebagai cerminan dari "orang-orang banyak gaya biasanya banyak tekanan."
Pesan terakhirnya adalah sebuah ultimatum sederhana yang kini menjadi seruan massal di media sosial, "Please pejabat belajar ngomong dulu. Belajar ngomong dulu deh!" ujarnya menegaskan.
Baca Juga: Sri Mulyani Pamit: Akhir Era 16 Tahun Sang Bendahara Negara
Bagaimana menurut Anda? Apakah Anda setuju dengan kritik tajam Felix Siauw bahwa masalah utama pejabat kita adalah cara mereka berbicara?
Diskusikan di kolom komentar!
Tag
Berita Terkait
-
Sri Mulyani Pamit: Akhir Era 16 Tahun Sang Bendahara Negara
-
Yudo Anak Purbaya Yudhi Sadewa Kerja Apa? Pernah Pamer Untung Rp13 M di Usia Muda
-
Pelaksana Ketua LPS Segera Diumumkan, Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa
-
Nasib Berbalik 180 Derajat: Dulu Dimusuhi, Kini Sri Mulyani Dibanjiri Simpati Karena Dicopot
-
Intip Isi Garasi Menkeu Baru Purbaya Yudhi Sadewa dari Toyota Alphard Sampai Mercedes-Benz
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
6 Fakta di Balik Bebasnya Piche Kota Indonesian Idol dari Tahanan Kasus Dugaan Pemerkosaan
-
Wabah Hantavirus di Kapal MV Hondius Memaksa Spanyol Ambil Tindakan Darurat Evakuasi Penumpang
-
Muatan Penumpang Disorot! Bus ALS Maut yang Tewaskan 16 Orang Angkut Tabung Gas hinga Sepeda Motor
-
Tragedi Bus ALS vs Truk Tangki di Sumsel: 16 Jenazah Tiba di RS Bhayangkara, Mayoritas Luka Bakar!
-
Komandan Elite Hizbullah Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel di Beirut Selatan
-
Viral Kuitansi Laundry Gubernur Kaltim Rp20,9 Juta Seminggu: Nyuci Dalaman Aja Seharga Cicilan Motor
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Terancam Hak Angket, DPR: Kepala Daerah Harus Sensitif Isu Publik
-
Motif Sakit Hati Anggota BAIS ke Andrie Yunus Diragukan, Hakim: Apa Urusan Prajurit dengan RUU TNI?
-
Gibran dan Teddy Indra Wijaya Jadi Magnet Pilres 2029, Hensa: Semua Bergantung Keputusan Prabowo
-
Rusia Minta Evakuasi Diplomat dari Ibu Kota Ukraina, Eropa Memanas