- Salah satu jenazah atas nama Nyoman Sari berhasil terindentifikasi
- Keempat jenazah korban yang ditemukan seluruhnya perempuan
- Identitas pasti dari keempat korban menurutnya masih menunggu hasil pemeriksaan dokter.
Suara.com - Tim SAR gabungan kembali menemukan empat jenazah korban bencana banjir di Waduk Tukad, Badung, Bali pada Kamis (11/9/2025).
Salah satu jenazah atas nama Nyoman Sari berhasil terindentifikasi lewat kartu koperasi simpan pinjam yang ditemukan di dalam tas.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar I Nyoman Sidakarya menyampaikan keempat jenazah korban yang ditemukan seluruhnya perempuan.
"Satu jenazah tas kecil yang didalamnya ditemukan kartu koperasi simpan pinjam atas nama Nyoman Sari," ungkap Nyoman dalam keterangannya, Kamis (11/9/2025).
"Sementara jenazah lainnya tidak ditemukan barang-barang sebagai petunjuk identitasnya," Nyoman menambahkan.
Keempat jenazah korban saat ini menurut Nyoman telah dievakuasi ke RS Prof. Ngoerah.
Identitas pasti dari keempat korban menurutnya masih menunggu hasil pemeriksaan dokter.
"Kami masih menunggu hasil dari RS Prof Ngoerah untuk menghindari informasi yang simpang siur," jelasnya.
Sebelumnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD mencatat lebih dari 120 titik banjir melanda tujuh wilayah administrasi kota dan kabupaten di Bali. Di mana Kota Denpasar menjadi daerah paling parah dengan 81 titik banjir.
Baca Juga: Villa yang Ditinggali Patricia Gouw di Bali Kebanjiran, Mertua Jadi Korban
Selain banjir, bencana longsor juga terjadi di beberapa daerah. Rinciannya, 12 titik di Kabupaten Karangasem, 5 titik di Gianyar, dan 1 titik di Badung.
Hingga pukul 11.00 WIB, BPBD Bali mencatat 14 korban meninggal dunia dalam peristiwa ini. Proses pencarian terhadap korban masih terus dilakukan dengan melibatkan tim SAR gabungan.
Berita Terkait
-
Bali Diterjang Banjir Maut, Media Asing Sorot 6 Korban Tewas dan Sampah Penyumbat Jadi Biang Kerok
-
Bali Diterjang Banjir Besar, Andrew White Ungkap Kesedihan dan Ajak Warga Saling Bantu
-
Daftar Wilayah Banjir Bali Capai 120 Titik, Jumlah Korban Jiwa Berpotensi Bertambah
-
Villa yang Ditinggali Patricia Gouw di Bali Kebanjiran, Mertua Jadi Korban
-
Pulau Dewata Dilanda Banjir Besar, Luna Maya Kritik Keras Pemda: Setop Eksploitasi Bali!
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Cekcok Rebutan Lapak Mangkal, Sopir Angkot di Tanah Abang Bakar Teman Sendiri Hidup-hidup
-
Agar MBG Tak Berhenti Usai Ganti Presiden, APPMBGI Dorong Payung Hukun Setingkat UU
-
Maling Motor di Tanjung Duren Diamuk Warga saat Kepergok Beraksi, Tangan Diikat Kepala Diinjak!
-
Belajar dari Kasus Daycare Little Aresha, KPAI: Ortu Wajib Cek Izin dan Latar Belakang Pengasuh!
-
BNI Pastikan Koperasi Swadharma Berdiri Sendiri di Luar Struktur Bank
-
BRIN dan Wanadri Siapkan Misi Selamatkan Terumbu Karang Pulau Buru yang Hancur Akibat Bom Ikan
-
Belajar dari Kasus Little Aresha, Ini 3 Cara Cek Legalitas Daycare dan PAUD Agar Anak Aman
-
Kebakaran Maut di Lubang Buaya: Wanita 53 Tahun Pengidap Stroke Tewas Terjebak Dalam Rumah
-
Gus Ipul: Persiapan Muktamar NU Terus Berjalan, Tim Panel Tuntaskan SK Sebelum Agustus
-
Niat Lindungi Anak dari Amukan Ibu, Anggota TNI Berpangkat Peltu Malah Dikeroyok di Stasiun Depok