Suara.com - Usai demo Nepal, kini negara tetangga India tersebut mengalami kekosongan kekuasaan setelah 'ditinggal mangkir' oleh Presiden dan Perdana Menteri yang kompak mundur.
Kedua pemimpin dan kepala negara tersebut masing-masing mundur usai masyarakat melancarkan demonstrasi besar-besaran menuntut beberapa poin yang membuat publik resah.
Salah satu keresahan masyarakat timbul setelah pemerintah melakukan pembatasan penggunaan 26 kanal media sosial seperti Facebook, X dan lainnya.
Kebijakan tersebut sangat kontroversial dan membuat masyarakat dibatasi kebebasan mereka sejak 4 September 2025.
Media menggambarkan bahwa kebijakan tersebut menjadi salah satu pemicu amarah rakyat Nepal yang menyuarakan kegeraman mereka.
Kendati demikian, penyebab demo Nepal tak hanya dipicu oleh satu faktor. Adapun pemicu amarah masyarakat Nepal yakni terbatasnya lapangan kerja, pengangguran, korupsi, kondisi politik tidak stabil, dan kurangnya komitmen pemerintah dalam pembangunan.
Masyarakat akhirnya menuangkan tuntutan mereka agar pemerintah bisa memperbaiki kondisi negara di tengah tingginya korupsi dan carut marut politik.
Berikut beberapa tuntutan masyarakat pada demo Nepal yang buat para pejabat mengundurkan diri.
Rakyat Nepal ingin pemerintah turun
Mengutip beberapa kanal pemberitaan seperti Al Jazeera, NDTV, dan BBC, ada beberapa tuntutan yang disampaikan oleh para demonstran.
Baca Juga: Fenomena 'NepoKids' Bikin Murka Gen Z Nepal, Ini 5 Fakta Demo Brutal yang Paksa PM Mundur
Al Jazeera melaporkan bahwa poin utama dari tuntutan demo Nepal adalah agar para pejabat mundur dari posisinya karena dinilai tak cakap memimpin negara hingga menimbulkan kekacauan.
Berikut beberapa poin tuntutan yang dirangkum dari beberapa kanal media lokal Nepal dan internasional:
1. Pemerintah harus mencabut larangan media sosial
Masyarakat menilai bahwa langkah pemerintah Nepal telah memblokir sejumlah platform media sosial populer seperti Facebook, X, dan YouTube adalah bentuk pembungkaman pendapat.
2. Adanya pemberantasan korupsi dan akuntabilitas pemerintah untuk membersihkan tubuh negara dari politik kotor
Demonstran terutama kalangan Generasi Z, sangat marah terhadap korupsi yang merajalela dan gaya hidup mewah para politisi dan keluarga mereka. Diketahui bahwa keluarga pejabat kerap memamerkan kekayaan mereka hingga timbul istilah nepo baby, yakni anak-anak pejabat yang menyalahgunakan privilese mereka.
Berita Terkait
-
Fenomena 'NepoKids' Bikin Murka Gen Z Nepal, Ini 5 Fakta Demo Brutal yang Paksa PM Mundur
-
Nepal Mencekam: 20 Tewas dan PM Mundur, Sekjen PBB Antonio Guterres Turun Tangan
-
Protes Gen Z di Nepal: Refleksi Kritis tentang Empati dan Keadilan Sosial
-
Tragis! Detik-detik Menkeu Nepal Ditelanjangi, Dipukuli, Dikejar Pendemo Sampai Masuk Sungai
-
Terinspirasi Indonesia? 7 Fakta Demo Nepal Dipicu Pejabat Korupsi Gila-gilaan dan Doyan Flexing
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Belanja Rp75 Ribu di Alfamart Bisa Tebus Murah: Minyak Goreng Rp36.900 hingga Sirup Marjan Rp6.900
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Abu Janda Maki Prof Ikrar di TV, Feri Amsari Ungkap yang Terjadi di Balik Layar
-
Resmi Ditahan, Yaqut Diduga Terima Fee dari Jemaah Daftar Bisa Langsung Berangkat Haji
Terkini
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Gara-gara Donald Trump Salah Perhitungan, 2 Hari Perang AS Habiskan Rp 94 Triliun
-
Gebrakan Dittipideksus Bareskrim di Jawa Timur: Bongkar Skandal Emas Ilegal Rp25,9 Triliun
-
Alasan KPK Baru Tahan Gus Yaqut Sekarang: Tak Ingin Terburu-buru dan Tunggu Bukti
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Hampir 1 dari 10 Anak Indonesia Alami Masalah Kesehatan Mental, Apa Penyebabnya?
-
Praperadilan Direktur PT WKM, Ahli: Seorang Tersangka Harus Dipenuhi Haknya Meski Masih Penyidikan
-
KPK Ungkap Akal-akalan Gus Yaqut Bagi Kuota Haji Tambahan 50:50 Persen
-
Dua Tanker Diledakkan, Iran Kirim Ultimatum: Harga Minyak Akan Melonjak Brutal!
-
Sekolah Rakyat Diperluas, Budiman: Investasi Masa Depan untuk Putus Rantai Kemiskinan