“Disamakan dengan Sahroni itukan nggak enak, haha. Dia nangis di situ, katanya. Kalau katanya ini artinya dari sumber – sumber yang pernah bertemu langsung dengan bu Sri Mulyani.” Imbuh Mahfud.
Sementara itu, menurut Mahfud keterlambatan pemerintah mengatasi kasus penjarahan rumah Menteri Kabinet Merah Putih ini karena tidak menduga dengan peristiwa besar yang akan terjadi.
“Saya kira alasannya sederhana kalau saya, mungkin orang tidak menduga. Sehingga penjagaannya biasa saja,” ujarnya.
“Seperti misalnya kalau saya dulu waktu jadi Menkopolhukam ada standar yang jaga rumah itu 4 orang, kalau dalam keadaan normal. Mungkin kalau Bu Sri Mulyani dianggap bersih, tidak akan apa – apa, gitu kira – kira kalau alasan sederhananya. Tapi kok tiba – tiba datang, baru minta bantuan,” tambahnya.
Mahfud menegaskan bahwa sudah seharusnya pemerintah memberi fasilitas penjagaan yang ketat untuk para Menteri – Menteri yang sensitif.
“Kalau sudah ada peristiwa Sahroni sudah dijarah, Eko dijarah, mestinya di rumah Menteri – Menteri yang sensitif dengan itu mestinya diperkuat,” tegasnya.
Kontributor : Kanita
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Harga Minyak Makin Amburadul Gara-gara Iran Perketat Blokir Selat Hormuz
-
Warga Pinggir Rel Senen Direlokasi, Pemprov DKI Siapkan 3 Rusun dan Fasilitas Lengkap
-
Jujur Janggal! Secret Service Biarkan Trump Duduk Manis Saat Tembakan Pertama Meletus
-
Sorot Kekerasan Ekstrem di Jalur Angkot Tanah Abang, Anggota DPRD Kevin Wu: Alarm Serius Bagi DKI
-
Isu Reshuffle Sore Ini: Qodari Dikabarkan Geser ke Bakom RI, Dudung Abdurachman Masuk KSP?
-
Kata-kata Berani Penembak di Gala Dinner Donald Trump
-
Menlu Iran Abbas Araghchi ke Rusia di Tengah Negosiasi Buntu Teheran-Washington
-
Kasus Kekerasan Daycare Yogyakarta, DPR Desak Hukuman Berat dan Audit Total
-
Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30, Mendagri Anugerahkan Pemprov, Pemkab, Pemkot Terbaik
-
Dukung KPK Batasi Uang Tunai di Pemilu, PAN: Rakyat Harus Pilih Kapasitas, Bukan Isi Tas