Suara.com - Baca 10 detik
- Pramono memastikan kalau kasus campak di Jakarta tidak meningkat.
- Pemprov Jakarta telah melakukan upaya untuk mencegah penularan campak meluas.
- Kasus campak di Jakarta terpantau di dua wilayah, yakni Cilincing, Jakarta Utara dan Cengkareng, Jakarta Barat.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan kalau kasus campak di Jakarta tidak meningkat, seperti yang terjadi di provinsi lain.
Pramono menyebutkan kalau kasus campak di Jakarta terpantau di dua wilayah, yakni Cilincing, Jakarta Utara, dan Cengkareng, Jakarta Barat.
Dari pantauan yang dilakukan, jumlah kasus campak di dua daerah itu juga relatif sama seperti tahun lalu.
“Jakarta saat ini hal yang berkaitan dengan campak sebenarnya tidak ada sesuatu peningkatan seperti yang terjadi di provinsi-provinsi lain. Sehingga dengan demikian untuk persoalan yang menyangkut campak di Jakarta ini benar-benar tidak seperti yang dikhawatirkan,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Jumat (12/9/2025).
Dia menegaskan kalau Pemprov Jakarta telah melakukan upaya untuk mencegah penularan campak meluas, salah satunya dengan meningkatkan vaksin MR pada anak-anak.
Kendati begitu, Pramono menekankan kepada masyarakat juga harus waspada, terutama potensi penularan dari luar Jakarta.
“Kalau melihat sampai dengan hari ini memang yang terjadi campak yang kami khawatirkan kalau kemudian dari luar masuk ke Jakarta. Tetapi kalau per hari ini di Jakarta tidak ada peningkatan,” kata dia.
Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta sebelumnya mencatat ada peningkatan jumlah kasus campak pada awal September 2025, yakni 218 kasus campak dan 63 kasus rubella yang terkonfirmasi.
Baca Juga: Dikritik Tak Turun Saat Rusuh, Gubernur Pramono: Saya Mantan Demonstran, Tak Mau Ambil Panggung
Kepala Dinkes DKI Ani Ruspitawati memastikan tidak ada korban jiwa akibat lonjakan kasus tersebut.
Peningkatan kasus campak itu terjadi juga dibeberapa provinsi lain sejak pertengahan Agustus lalu.
Kementerian Kesehatan mengonfirmasi adanya peningkatan kasus campak di Indonesia akibat turunnya cakupan imunisasi rutin lengkap dalam beberapa tahun terakhir.
Kejadian Luar Biasa (KLB) campak kembali muncul, salah satunya di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
Direktur Imunisasi Kemenkes, dr. Prima Yosephine, menyebutkan cakupan imunisasi rutin lengkap di Indonesia pernah mencapai 92 persen pada 2018, namun turun menjadi hanya 87,8 persen pada 2023.
Berita Terkait
-
Sesumbar Kasus Campak di Jakarta Tak Naik, Pramono: Tak Seperti yang Dikhawatirkan!
-
DPR Bakal Panggil KKP Terkait Tanggul Beton di Cilincing yang Dikeluhkan Nelayan
-
Gubernur DKI Jakarta Beri Penjelasan Wacana Kenaikan Tarif Parkir Mobil dan Motor
-
Pramono Anung Ungkap Reaksi Spontan Pasca Ojol Affan Tewas Dilindas Rantis Brimob
-
Dikritik Tak Turun Saat Rusuh, Gubernur Pramono: Saya Mantan Demonstran, Tak Mau Ambil Panggung
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
Terkini
-
Andi Gani Tegaskan Perayaan May Day di Monas 'Nol Dana Negara' Meski akan Dihadiri Prabowo
-
Pola Kekerasan Sejak Lama, LPSK Sebut Masih Ada Potensi Lonjakan Korban Daycare Little Aresha
-
Krisis Energi Tekan Kelas Menengah Indonesia, Satu Guncangan Bisa Jadi Miskin
-
Transportasi Publik Belum Jadi Layanan Dasar, ITDP Dorong Penguatan Kebijakan Nasional
-
Dunia Harus Tahu! 8 Juta Warga Sudan Terancam Kelaparan, 700 Ribu Anak di Ambang Maut
-
Stasiun Bekasi Timur Dibuka Lagi, KAI Pastikan Asepek Keselematan Sudah Terpenuhi
-
Dikritik Perang Lawan Iran, Donald Trump Murka ke Kanselir Jerman: Dia Gak Tahu Apa-apa
-
Ketergantungan Energi Fosil Bebani APBN, Transisi Energi Bisa Jadi Solusi?
-
Raja Charles Sindir Trump di Gedung Putih, Candaan soal Bahasa Prancis Bikin Ruangan Pecah
-
Bakal Hadiri May Day 2026 di Monas, Prabowo Subianto Siapkan 'Kejutan' untuk Buruh