- Ribuan mahasiswa Timor Leste memprotes rencana mobil mewah parlemen.
- Aksi unjuk rasa tersebut berakhir ricuh dengan lemparan batu.
- Polisi membubarkan massa demonstran dengan tembakan gas air mata.
Suara.com - Setelah Indonesia, Nepal, Filipina, dan Thailand, giliran mahasiswa dan Gen-Z Republik Demokratik Timor Leste menggelar aksi demonstrasi besar-besaran memprotes foya-foya pemerintah.
Aksi pemuda-pemudi di negeri jiran Indonesia itu dipicu oleh kebijakan pemerintah yang membeli mobil baru, yakni Toyota Prado untuk anggota DPR.
Senin (15/9/2025) hari ini, aparat kepolisian setempat sudah melakukan represi terhadap aksi ribuan demonstran itu dengan menembakkan gas air mata, demikian laporan media daring Portugal, Expresso.
Rencana pembelian mobil mewah untuk anggota parlemen ini memicu kemarahan besar di salah satu negara termiskin di kawasan Asia Tenggara tersebut.
Lebih dari 1.000 orang, yang mayoritas adalah mahasiswa, turun ke jalan dan berkumpul di dekat Gedung Parlemen Nasional di Dili.
Mereka menyuarakan satu tuntutan: batalkan rencana yang telah disetujui tahun lalu untuk pengadaan 65 unit mobil Toyota Prado bagi setiap anggota parlemen.
Rencana pengadaan mobil ini menjadi titik nyala terbaru di negara yang sangat bergantung pada sumber daya alam itu.
Menurut data Bank Dunia, lebih dari 40 persen populasi Timor Leste hidup di bawah garis kemiskinan, membuat rencana belanja mewah ini dinilai melukai rasa keadilan publik.
"Kami meminta para anggota parlemen untuk membatalkan keputusan pembelian (Toyota) Prado demi perbaikan diri," seru Leonito Carvalho, seorang mahasiswa dari universitas swasta Universidade da Paz di Dili.
Baca Juga: WNI Ditembak di Perbatasan Timor Leste, Begini Kondisinya
Dia melanjutkan, "Jika tidak, kami akan tetap berdiri di sini".
Awalnya, demonstrasi berjalan dengan damai.
Namun, situasi memanas ketika beberapa pengunjuk rasa mulai melemparkan batu ke arah gedung parlemen, yang mengakibatkan kerusakan pada sejumlah mobil yang terparkir.
Aksi ini langsung dibalas oleh aparat kepolisian dengan tembakan gas air mata ke arah kerumunan.
Sementara menurut laporan jurnalis AFP di lokasi, tembakan gas air mata tersebut menyebabkan sedikitnya empat orang pengunjuk rasa terluka.
Keempat demonstran tersebut harus dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan.
Berita Terkait
-
WNI Ditembak di Perbatasan Timor Leste, Begini Kondisinya
-
Kronologi Aparat Timor Leste Tembak WNI di Perbatasan NTT, Pemerintah Dituntut Tegas
-
3 Fakta Viral WNI Ditembak di Perbatasan Timor Leste, Polisi Turun Tangan!
-
Berburu hingga Masuk Timor Leste, WNI Asal Belu NTT Tewas Diduga Ditembak
-
Satu Warga Tewas Tertembak, WNI Diminta Tak Berburu Hewan Sampai ke Timor Leste
Terpopuler
- 5 Produk Viva Cosmetics yang Ampuh Atasi Flek Hitam, Harga di Bawah Rp50 Ribu
- Denada Akhirnya Akui Ressa Anak Kandung, Bongkar Gaya Hidup Hedon di Banyuwangi
- 5 Rekomendasi HP Layar AMOLED 120Hz Termurah 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
Pilihan
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
Terkini
-
Waspada! Daerah Ini Diprediksi BMKG Diguyur Hujan Disertai Petir Hari Minggu Ini
-
Waspada! Pos Angke Hulu Siaga 3 Gegara Hujan Deras, Jakarta Sempat Tergenang
-
Terpapar Radikalisme via Medsos, Dua Anak di Langkat Terlibat Kasus Terorisme
-
Anggaran Bencana Dipangkas Drastis, Legislator PDIP Ini Desak Kemensos Tinjau Ulang
-
OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Tetap Berjalan di Tengah Transisi Kepemimpinan
-
Pembangunan Huntara Terus Dikebut, 4.263 Unit Rampung di 3 Provinsi Terdampak Bencana
-
Prabowo Temui Sejumlah Tokoh yang Disebut Oposisi di Kertanegara, Bahas Korupsi hingga Oligarki
-
DLH DKI Pastikan RDF Plant Rorotan Beroperasi Aman, Keluhan Warga Jadi Bahan Evaluasi
-
Wamensos Agus Jabo Tekankan Adaptivitas Siswa Sekolah Rakyat Hadapi Perubahan Zaman
-
Belum Jadi Kader Resmi, Jokowi Disebut Sudah Ajak Relawannya untuk Masuk PSI