Suara.com - Wakil Ketua Komisi XIII Andreas Hugo enggan ambil pusing soal pernyataan Menteri HAM Natalius Pigai, yang mengganti kata hilang terhadap tiga pendemo Agustus lalu menjadi belum terlihat.
Hugo menekankan bahwa terpenting ketiga aktivis itu harus segera kembali ke keluarganya.
"Ya apapun istilahnya, yang penting temukan kembali dan kembalikan ke keluarganya. Menurut saya itu yang paling penting," kata Hugo kepada wartawan di Gedung DPR , Jakarta, Rabu (17/9/2025).
Faktanya, lanjut Hugo, tiga aktivis tersebut hingga saat ini tidak diketahui keberadaannya.
Sehingga, hal tersebut harus menjadi tanggungjawab negara untuk mengembalikan mereka kepada keluarganya.
"Kita kembalikan orang ini, dan tugas negara adalah mengembalikan kepada keluarganya, mengembalikan kepada tempat di mana dia berasal. Itu yang paling penting. Dan menemukan itulah yang menjadi tugas dari negara," ujar politisi PDIP tersebut.
Sebelumnya, KontraS menerima laporan mengenai hilangnya tiga mahasiswa tersebut setelah aksi unjuk rasa yang berlangsung pada akhir Agustus lalu.
Bima Permana Putra dinyatakan hilang sejak 31 Agustus 2025 di sekitar Glodok, Jakarta Barat. Muhammad Farhan Hamid dan Reno Syahputra Dewo hilang sejak 30 dan 31 Agustus 2025 di sekitar Mako Brimob, Kwitang, Jakarta Pusat.
KontraS menduga mereka menjadi korban penghilangan paksa berdasarkan pola penahanan incommunicado dan penyiksaan yang ditemukan pada 33 korban lain yang sempat dilaporkan hilang namun kemudian ditemukan.
Baca Juga: DPR Ungkap Seabrek PR Besar Menko Polkam Djamari Chaniago, Salah Satunya Masalah Demokrasi Cacat!
Berita Terkait
-
Terpecah! Komunitas URC Jaksel Ogah Ikut Demo Hari Ini: Mereka Bukan Ojol Sejati
-
Turunkan Ribuan Pasukan, Polisi Larang Massa Ojol Bakar Ban hingga Tutup Jalan Selama Demo!
-
Capai Ribuan Orang, Ini Rute Konvoi Demo Ojol di Jakarta: Bawa 7 Tuntutan ke Istana hingga DPR!
-
DPR Acungi Jempol, Sebut KPU Bijak Usai Batalkan Aturan Kontroversial
-
Nasib 7 Pekerja Freeport Tertimbun Longsor: Titik Terang Belum Juga Muncul, Komunikasi Terputus!
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan