- Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menegaskan bahwa modernisasi alutsista, seperti penambahan Tank Harimau
- Tank Harimau, hasil kerja sama strategis Indonesia-Turki yang diproduksi di dalam negeri
- Pameran di TNI Fair 2025 menunjukkan komitmen TNI dalam memperkuat pertahanan negara
Suara.com - Di tengah deru dan gagahnya pameran alat utama sistem senjata (alutsista) dalam acara TNI Fair 2025 di Monas, Jakarta, sorotan publik tertuju pada satu kendaraan tempur sangar, yakni Tank Harimau.
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto secara langsung membeberkan alasan strategis di balik keputusan TNI untuk menambah kekuatan tempurnya dengan alutsista modern ini.
Menurut Panglima, langkah ini adalah sebuah keharusan, bukan sekadar keinginan. Karakteristik geografis Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, dengan ribuan pulau yang tersebar hingga ke wilayah terpencil, menuntut sistem pertahanan yang kuat, modern, dan mampu beradaptasi dengan cepat.
Dalam pernyataannya di sela-sela acara, Minggu (21/9/2025), Jenderal Agus Subiyanto menegaskan bahwa menjaga setiap jengkal kedaulatan tanah air memerlukan alutsista yang tidak ketinggalan zaman. Perkembangan teknologi militer global yang pesat menjadi tolok ukur bagi TNI untuk terus berbenah.
“Kalau kita lihat peperangannya sekarang dunia itu sudah sangat canggih sekali. Kalau kita tidak mengikuti perkembangan zaman bagaimana kita mau melindungi masyarakat?” ucap Panglima sebagaimana dilansir Antara.
Pernyataan ini menjadi sinyal jelas bahwa modernisasi alutsista, termasuk kehadiran Tank Harimau, adalah jawaban TNI untuk menghadapi potensi ancaman perang modern dan memastikan keamanan seluruh warga negara Indonesia.
Mengintip Kehebatan Tank Harimau, Buah Kolaborasi Indonesia-Turki
Tank Harimau yang dipamerkan oleh TNI Angkatan Darat (AD) bukanlah sekadar kendaraan tempur impor. Tank ini merupakan simbol kemajuan industri pertahanan dalam negeri, hasil kerja sama strategis antara Indonesia dan Turki. Diproduksi di dalam negeri, Tank Harimau dirancang untuk menjadi medium tank yang lincah namun mematikan.
Dengan bobot tempur sekitar 30 ton, Tank Harimau memiliki dimensi yang relatif ringkas: panjang 7 meter, lebar 3,2 meter, dan tinggi 2,62 meter. Keunggulannya terletak pada mobilitas tinggi, di mana ia mampu melesat hingga kecepatan 70 kilometer per jam dan memiliki jarak jelajah mencapai 600 kilometer, ideal untuk operasi cepat di berbagai medan.
Baca Juga: Kapolri Absen Jemput Presiden Prabowo di Bali di Tengah Isu Penggantian TB-1
Sistem persenjataan utamanya pun tak bisa diremehkan. Tank ini dipersenjatai meriam kaliber 105 milimeter yang mampu menjangkau target lebih dari 5 kilometer, dengan jarak tembak efektif sekitar 3 kilometer. Kemampuan ini memberikan daya hancur yang signifikan untuk melumpuhkan pertahanan lawan.
Proyek pengembangan Tank Harimau dimulai pada 2019, dan unit pertamanya tiba di Indonesia pada 2021. Hingga saat ini, TNI AD tercatat telah mengoperasikan sebanyak 18 unit, yang siap ditugaskan untuk menjaga kedaulatan negara.
Selain Tank Harimau, dalam TNI Fair 2025, TNI AD juga memamerkan deretan alutsista modern lainnya yang menjadi tulang punggung kekuatan darat, seperti Panser Anoa yang legendaris, tank tempur utama Leopard, berbagai jenis helikopter serbu, serta perlengkapan komunikasi dan konstruksi canggih lainnya.
Berita Terkait
-
Intip Persiapan HUT ke-80 TNI: Alutsista Canggih Siap Unjuk Gigi di Monas
-
Kapolri Absen Jemput Presiden Prabowo di Bali di Tengah Isu Penggantian TB-1
-
Panglima TNI Kunjungi PPAD, Pererat Silaturahmi dan Apresiasi Peran Purnawirawan
-
Ucapkan Selamat Pada Jokowi, Jenderal Gatot: Karena Sudah Merusak Negeri Ini
-
Ini Dia KRI Brawijaya 320, Kapal Baru TNI AL yang Siap Perkuat Pertahanan Laut
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
-
Obsesi Epstein Bangun 'Pabrik Bayi' dengan Menghamili Banyak Perempuan
-
5 HP Baterai Jumbo untuk Driver Ojol agar Narik Seharian, Harga mulai dari Rp2 Jutaan
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
Terkini
-
Atasi Sampah di Bali, Menpar Widyanti Siap Jalankan Gerakan Indonesia Asri Arahan Prabowo
-
Cak Imin Ungkap Obrolan PKB Bareng Prabowo di Istana: dari Sistem Pilkada hingga Reshuffle?
-
Geger Tragedi Siswa SD di NTT, Amnesty International: Ironi Kebijakan Anggaran Negara
-
Rute MRT Balaraja Dapat Restu Komisi D DPRD DKI: Gebrakan Baru Transportasi Aglomerasi
-
Wamensos Minta Kepala Daerah Kaltim & Mahakam Ulu Segera Rampungkan Dokumen Pendirian Sekolah Rakyat
-
Dukung 'Gentengisasi' Prabowo, Legislator Demokrat: Program Sangat Menyentuh Masyarakat
-
Pemulihan Pascabencana Sumatera Berlanjut: Pengungsi Terus Berkurang, Aktivitas Ekonomi Mulai Pulih
-
DPR Soroti Tragedi Siswa SD NTT, Dorong Evaluasi Sisdiknas dan Investigasi Menyeluruh
-
Dobrak Kemacetan Jakarta-Banten, Jalur MRT Bakal Tembus Sampai Balaraja
-
Pakar Soal Kasus Chromebook: Bukti Kejagung Bisa Gugurkan Dalih Niat Baik Nadiem Makarim