- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara resmi membentuk "Tim Transformasi Reformasi Polri" yang terdiri dari 52 perwira tinggi dan menengah
- Pembentukan tim ini merupakan langkah internal Polri yang sejalan dengan agenda Presiden Prabowo
- Reformasi ini bertujuan untuk melakukan perbaikan mendasar dan luas di seluruh jajaran Polri
Suara.com - Sebuah langkah besar dan strategis baru saja diambil oleh pucuk pimpinan Kepolisian Republik Indonesia. Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo secara resmi membentuk tim khusus bernama "Transformasi Reformasi Polri". Pembentukan tim elite ini disebut sebagai langkah konkret untuk memastikan akuntabilitas dan responsibilitas institusi Korps Bhayangkara di hadapan publik.
"Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo telah memerintahkan kepada staf dan jajarannya sebagai langkah responsibilitas dan akuntabilitas," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, di Jakarta, Senin (22/9/2025).
Dasar hukum pembentukan tim ini sangat jelas, tertuang dalam Surat Perintah (Sprin) dengan nomor Sprin/2749/IX/TUK.2.1/2025. Surat sakti yang ditandatangani langsung oleh Kapolri pada 17 September 2025 ini menjadi penanda dimulainya era baru pembenahan di tubuh Polri.
Menurut Trunoyudo, surat perintah ini bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah tindak lanjut serius Polri dalam mengelola transformasi institusi secara sistematis, dengan melibatkan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya. Tujuannya satu: percepatan perubahan yang sesuai dengan ekspektasi masyarakat.
"Transformasi institusi guna mencapai proses dan tujuan akselerasi transformasi Polri sesuai dengan harapan masyarakat," ujarnya.
Diisi 52 Jenderal, Dipimpin Langsung Bintang Tiga
Tim ini bukanlah tim sembarangan. Sebanyak 52 perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen) terbaik Polri ditunjuk untuk mengisi pos-pos strategis di dalamnya. Struktur komandonya pun menunjukkan keseriusan tingkat tinggi.
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menempatkan dirinya sebagai Pelindung, sementara Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo bertindak sebagai Penasihat.
Adapun posisi Ketua Tim dipercayakan kepada Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri, Komjen Pol. Chryshnanda Dwilaksana, seorang jenderal bintang tiga yang dikenal memiliki rekam jejak mumpuni.
Baca Juga: Kapolri Bentuk Tim Transformasi Reformasi Polri Libatkan Puluhan Jenderal, Berikut Daftarnya!
Trunoyudo menambahkan bahwa reformasi ini bersifat fundamental dan akan menyentuh seluruh satuan kerja di Mabes Polri hingga ke tingkat kewilayahan. Arah perubahannya pun sudah dipetakan dalam sebuah visi jangka panjang yang ambisius, yaitu "Grand Strategy Polri 2025-2045".
Sejalan dengan Visi Presiden Prabowo
Gebrakan internal Polri ini terjadi tak lama setelah Presiden RI Prabowo Subianto melantik Jenderal (HOR) Ahmad Dofiri sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Keamanan dan Ketertiban Masyarakat dan Reformasi Kepolisian. Penunjukan Dofiri menjadi sinyal kuat bahwa Presiden menaruh perhatian khusus pada pembenahan Korps Bhayangkara.
Bahkan, saat ini Presiden Prabowo tengah mempersiapkan Keputusan Presiden (Keppres) terkait pembentukan Komisi Reformasi Polri, sebuah lembaga yang akan mengawasi dan mengarahkan perbaikan secara nasional.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengonfirmasi bahwa latar belakang pembentukan tim ini adalah untuk melakukan evaluasi dan perbaikan kinerja serta pelayanan di institusi kepolisian.
"Keinginan Presiden adalah tentunya kan kita semua sangat mencintai institusi kepolisian, tetapi ada beberapa hal yang mungkin perlu dilakukan perbaikan, evaluasi, dan itu biasa untuk seluruh institusi sesuai arahan Presiden untuk memperkuat profesionalisme Polri," katanya.
Berita Terkait
-
Kapolri Bentuk Tim Transformasi Reformasi Polri Libatkan Puluhan Jenderal, Berikut Daftarnya!
-
Isu Pencopotan Kapolri Mencuat, Ini Kata Pengamat soal Pengganti Listyo Sigit
-
Jenderal 'Pemecat Sambo' Jadi Penasihat Prabowo: Misi Bersih-Bersih Polri Dimulai?
-
Istana Ajak Mahfud MD Perkuat Reformasi Polri, Mampukah Ubah Citra Polisi?
-
Sirine-Strobo Polisi Kini Dilarang, Kang Maman: Moga Tak Ada Lagi 'Tet Tot Tet Tot' Menyebalkan Itu
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'
-
Anggota DPRD DKI beberkan kondisi memprihatinkan Flyover Pesing
-
Sekolah Rakyat Tuban Tunjukkan Dampak Positif, Sekolah Permanen Disiapkan
-
Ferdinand Hutahean: Penempatan Polri di Bawah Kementerian Bukan Solusi Benahi Keluhan Masyarakat
-
Usai Gelar Perkara, KPK Tetapkan Status Hukum Hakim dan Pihak Lain yang Terjaring OTT di Depok
-
KPK Geledah Kantor Pusat Bea Cukai dan Rumah Tersangka, Dokumen hingga Uang Tunai Diamankan
-
Indonesia Police Watch Tolak Wacana Polri di Bawah Kementerian: Akan Jadi Pembantu Politisi
-
Filosofi Jersey Soekarno Run 2026: Mengusung Semangat Berdikari dan Simbol Perjuangan
-
Golkar Dukung Prabowo Masuk Dewan Perdamaian Gaza: Politik Bebas Aktif, Mengalir tapi Tidak Hanyut