- Said Didu mengkritik keras Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari, menuduhnya bertindak melampaui wewenang seperti "perdana menteri" karena ikut campur dalam wacana realokasi anggaran MBG
- Kritik tersebut dipicu oleh pernyataan Qodari yang mendukung usulan Menteri Keuangan untuk mengalihkan dana MBG
- Inti polemik ini adalah perbedaan pandangan mengenai peran dan fungsi KSP
Suara.com - Mantan Sekretaris BUMN, Said Didu melancarkan kritik tajam kepada Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari. Pemicunya adalah pernyataan Qodari yang menyetujui wacana pengalihan anggaran atau realokasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke pos lain.
Said Didu menilai Qodari telah melampaui batas kewenangannya sebagai KSP. Menurutnya, tugas utama seorang KSP adalah memberikan masukan dan pertimbangan langsung kepada Presiden, bukan bertindak seolah-olah menjadi pengambil keputusan yang mengoordinasikan para menteri.
Kritik keras ini dilayangkan Said Didu melalui media sosial, menyoroti peran Qodari yang dianggapnya tidak pada tempatnya.
“KSP tuh memberikan masukan ke Presiden,” tulis Didu dalam unggahannya di platform X, Senin (22/9/2025).
Tidak berhenti di situ, Said Didu bahkan menyindir sikap Qodari yang seakan memposisikan dirinya layaknya seorang kepala pemerintahan yang memiliki kuasa atas kementerian.
“Bukan seakan jadi koordinator Menteri atau bahkan seakan perdana Menteri,” sindirnya.
Komentar pedas Said Didu ini merupakan respons langsung terhadap pernyataan Qodari beberapa waktu sebelumnya. Saat itu, Qodari menanggapi usulan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk merealokasi sebagian dana MBG yang tidak terserap untuk dialihkan ke program lain atau untuk membayar utang negara.
Qodari secara terbuka menyatakan bahwa pendekatan realokasi anggaran tersebut adalah langkah yang masuk akal dan tepat. Ia memberikan contoh, jika serapan anggaran di program MBG hanya mencapai 10 persen, maka sisa 90 persen dana tersebut sebaiknya dialihkan agar tetap produktif dan memberikan dampak nyata bagi pergerakan ekonomi.
“Harusnya langkah yang tepat ya. Pak Prabowo ini kan efisiensi dan realokasi. Kalau dana diambil dari, katakanlah kantong A, dipindahkan ke kantong B, katakanlah kantong B ini MBG. Kantong B serapannya 10 persen, yang 90 persen ini (dana awal) kan enggak ngucur, enggak ada likuiditas,” jelas Qodari di Jakarta, Sabtu lalu.
Baca Juga: Said Didu Curiga Ada 'Pembangkangan' di Tubuh Polri, Tim Reformasi Kapolri Salip Bentukan Prabowo?
Meski setuju dengan ide tersebut, Qodari menekankan pentingnya pematangan teknis agar dana yang dialihkan tidak mandek di program baru dan benar-benar bisa dieksekusi dengan baik.
“Saya kalau jadi Pak Purbaya juga sama. Dana yang 90 (persen) ini kalau enggak turun-turun lebih baik didistribusikan kepada program-program yang lain. Agar apa? Agar ekonomi bergerak, kesejahteraan masyarakat juga terpenuhi,” tambah Qodari.
Pernyataan inilah yang menyulut reaksi keras dari Said Didu, yang melihat adanya pergeseran peran KSP dari sekadar penasihat menjadi aktor yang seolah ikut mengatur kebijakan antar-kementerian.
Berita Terkait
-
Said Didu Curiga Ada 'Pembangkangan' di Tubuh Polri, Tim Reformasi Kapolri Salip Bentukan Prabowo?
-
Rocky Gerung 'Sentil' Prabowo, Sebut Pengangkatan Qodari Blunder Besar: Sinyal Ingin Tiga Periode?
-
Istana 'Spill' Arti Sebenarnya IKN Ibu Kota Politik: Bukan Dipisah dari Ibu Kota Ekonomi!
-
Said Didu Bongkar Sinyal Keras Jokowi ke Prabowo: Ancaman 'Paket Maut' dan Kunci Tiket 2 Periode
-
Menkeu Purbaya Ultimatum ke Pengelolaan Program Makan Gratis: Nggak Jalan, Kita Ambil Duitnya!
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Rudal Kiamat Iran Hantam Kota Dekat Tel Aviv Israel, Belasan Warga Sipil Termasuk Anak-Anak Terluka
-
Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup
-
Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM
-
Arus Balik Padat, Korlantas Polri Berpeluang Perpanjang One Way Nasional Trans Jawa
-
Respons KPK Usai Dapat Sindiran Satire Soal Status Tahanan Rumah Yaqut
-
Urai Kepadatan di Jalur Arteri, Jam Operasional Tol Fungsional Purwomartani Diperpanjang
-
Waka MPR Ingatkan Opsi Sekolah Daring untuk Hemat BBM: Jangan Ulangi Kesalahan Saat Covid-19
-
Cegah Pemudik Nyasar ke Sawah, Jasamarga Hapus Rute Google Maps
-
Kenapa Krisis Minyak Global 2026 Lebih Parah dari 1973? Begini Penjelasannya dari Ahli
-
Terminal Kampung Rambutan Bakal Dirombak Total Usai Terendam Banjir