Suara.com - Duo aktivis media sosial Dokter Tifa dan Roy Suryo hingga detik ini tak kunjung berhenti menyentil soal kasus ijazah Jokowi dan ijazah Gibran.
Baru-baru ini, Roy Suryo secara pribadi menyambangi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Selasa (23/9/2025) dengan tujuan untuk membongkar kejanggalan pada ijazah milik Gibran Rakabuming Raka.
Kala itu, Roy Suryo menuding Gibran menyerahkan berkas pendidikan tidak sah dan hanya dibuat sebagai syarat untuk proses pencalonan wapres.
Tak sendirian, Roy Suryo juga didampingi oleh pakar forensik Rismon Sianipar yang menilai ijazah Gibran tak kredibel dan hanya setingkat SMA, bukan perguruan tinggi.
Roy Suryo dan Dokter Tifa memang menjadi 'pelantang suara' dari dugaan pemalsuan ijazah dari mantan Presiden RI Joko Widodo dan putranya itu.
Keduanya seperti tak pernah kehabisan 'bukti' untuk membongkar bahwa Jokowi dan putra sulungnya memalsukan pendidikan mereka.
Lantas, apa yang membedakan antara kasus ijazah Gibran dengan yang menimpa sang ayah?
Gibran dituding hanya menempuh sekolah hingga SMA
Gibran Rakabuming Raka sukses melenggang hingga dilantik menjadi Wakil Presiden 2024-2029. Sepanjang proses pelantikannya, tak sedikit pihak yang melayangkan protes. Salah satu protes muncul lantaran pendidikan Gibran dinilai tak kredibel.
Gibran diketahui sebagai alumni Management Development Institute of Singapore (MDIS) dan memperoleh ijazah dari kampus tersebut sebagai modal untuk maju nyalon sebagai Wakil Presiden.
Baca Juga: Duduk Perkara Polemik Ijazah Gibran yang Dipermasalahkan Roy Suryo, Benarkah Tidak Sah?
Putra Jokowi ini mengantongi ijazah Bachelor of Science (BSc) dari universitas ini, yang merupakan mitra dari MDIS. Tudingan bahwa Gibran hanya punya gelar setara SMA akhirnya muncul.
Jika tuduhan tersebut benar, memang Gibran masih layak untuk maju menjadi calon Wakil Presiden, sebagaimana Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu.
Undang-undang tersebut menyaratkan agar seorang calon Wakil Presiden RI minimal berpendidikan SMA.
Kendati demikian, tentu reputasi Gibran akan tercoreng jika ia memalsukan tingkat pendidikannya. Dokter Tifa menjadi sosok yang memulai tudingan bahwa Gibran hanya tuntas SMA.
"Yang baru ditemukan adalah Suket alias Surat Keterangan setara SMK," ujar Dokter Tifa saat meneliti ijazah Gibran dari MDIS.
Hal lain yang disoroti oleh Dokter Tifa adalah ijazah Gibran yang menempuh program pendidikan di University of Technology Sydney hanya setingkat kursus SMK.
Berita Terkait
-
Jadi Tempat Gibran Kuliah, Kampus MDIS Sebenarnya Ranking Berapa di Singapura?
-
Ijazah Gibran Diragukan, Pakar Pendidikan Internasional Bongkar Fakta Sebaliknya
-
Paket Bansos 'Wakil Presiden RI' Muncul di Tengah Aksi Hari Tani
-
Duduk Perkara Polemik Ijazah Gibran yang Dipermasalahkan Roy Suryo, Benarkah Tidak Sah?
-
Viral Didi Lionrich Nilai Jabatan Jokowi di Bloomberg Tak Penting: Cuma 2-3 Hari Doang
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19
-
Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak
-
Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo
-
Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional
-
Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan
-
Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan
-
Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir
-
Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah
-
Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia
-
Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'