-
Indonesia mengekspor 113 ton tilapia ke Amerika Serikat, bagian dari pencapaian satu dekade ekspor 116 ribu ton ke pasar global.
-
Produk tilapia Indonesia telah menembus pasar Amerika, Eropa, dan Asia dengan standar sertifikasi internasional.
-
Ekspor ini bukan hanya soal angka, tapi juga memberi lapangan kerja, mendukung hilirisasi, serta mendorong pemberdayaan masyarakat lokal.
Suara.com - Indonesia kembali menorehkan pencapaian di sektor perikanan dengan melepas ekspor 113 ton tilapia ke Amerika Serikat. Pengiriman ini bukan sekadar transaksi dagang, melainkan bukti nyata bahwa kualitas ikan lokal mampu bersaing di pasar internasional.
Selama satu dekade terakhir, tilapia Indonesia telah mencatatkan volume ekspor fantastis mencapai 116 ribu ton yang tersebar ke berbagai negara, termasuk Amerika, Eropa, dan Asia. Fakta ini memperlihatkan betapa besarnya potensi komoditas perikanan Indonesia untuk menjadi pemain utama di pasar global.
Presiden Direktur Regal Springs Indonesia, Rudolf Hoeffelman, menjelaskan bahwa keberhasilan ini tak lepas dari sistem produksi terintegrasi yang melibatkan hatchery, farming, feedmill, hingga processing plant. Investasi yang sudah digelontorkan mencapai lebih dari USD 100 juta dengan menyerap lebih dari 2.000 tenaga kerja lokal.
“Kami ingin ekspor tilapia ini terus mendapat dukungan dari pemerintah agar bisa memberi kontribusi berkelanjutan, memberdayakan masyarakat, sekaligus mendorong UMKM di sekitar area operasional,” ujarnya.
Produk utama yang diekspor mayoritas berupa fillet tilapia beku, dengan lebih dari 90 persen tujuannya ke Amerika Serikat.
Tak hanya itu, bagian ikan lain seperti kulit dan sisik juga dimanfaatkan menjadi produk bernilai tambah oleh industri terkait. Hal ini sejalan dengan upaya hilirisasi yang tengah digenjot pemerintah untuk meningkatkan nilai ekspor sekaligus mendukung ekonomi lokal.
Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, memberikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ekspor tilapia tidak hanya memperkuat posisi Indonesia sebagai pemasok perikanan dunia, tetapi juga membawa manfaat ekonomi dan sosial yang signifikan.
“Ini menjadi contoh bagaimana praktik budidaya berkelanjutan dengan standar internasional bisa membawa dampak besar bagi Indonesia,” ujarnya.
Data Kementerian Kelautan dan Perikanan mencatat, sepanjang 2024 nilai ekspor produk perikanan Indonesia mencapai USD 5,95 miliar, naik 5,7 persen dari tahun sebelumnya.
Baca Juga: BYD Ekspor Mobil Listrik dari Thailand, Hindari Tarif Tinggi Uni Eropa
Dari angka tersebut, tilapia menjadi salah satu komoditas unggulan dengan pertumbuhan ekspor hingga 14,4 persen. Amerika Serikat masih menjadi pasar utama dengan pangsa lebih dari 64 persen.
Ke depan, tantangan tetap ada. Persaingan global kian ketat dengan Tiongkok dan Vietnam yang terus meningkatkan produksi dan ekspor tilapia. Namun, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjaga keunggulannya lewat inovasi, hilirisasi, dan penguatan kualitas produksi dari hulu hingga hilir.
Ekspor tilapia terbaru ini pada akhirnya menegaskan satu hal: ikan lokal tidak kalah bersaing. Dengan dukungan penuh dari pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat, tilapia Indonesia berpeluang semakin menguasai pasar dunia sekaligus memberi manfaat nyata bagi perekonomian nasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
-
Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik
-
Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan
-
Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia
-
Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil
-
Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan
-
Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time
-
Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu
-
Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini
-
Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya