- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengalami sorotan publik akibat 8.649 kasus keracunan yang terjadi sejak Januari hingga September 2025.
- Di tengah evaluasi besar-besaran, perhatian tertuju pada tiga pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) yang ternyata tidak berlatar belakang pendidikan gizi.
- Kepala BGN Dadan Hindayana adalah ahli entomologi, Wakil Kepala Sony Sonjaya berasal dari kepolisian dan hukum, sementara Nanik S. Deyang berlatar biologi dan berkarier di dunia jurnalistik serta komunikasi publik.
Suara.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diluncurkan pemerintah sejak Januari 2025 bertujuan mulia, yakni memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan gizi yang layak setiap hari sekolah.
Namun, hingga September 2025, program ini diwarnai oleh puluhan kasus keracunan. Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mencatat sebanyak 8.649 anak Indonesia menjadi korban keracunan MBG.
Dari Pulau Jawa hingga Sumatra dan Kalimantan, insiden ini memicu kekhawatiran publik dan mendorong evaluasi besar-besaran terhadap sistem pengelolaan dapur MBG.
Sebagian besar kasus keracunan MBG terjadi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang baru beroperasi, dengan SDM yang masih minim pengalaman dan belum terbiasa memasak dalam skala besar.
Faktor lain seperti kualitas bahan baku, kondisi air, dan pelanggaran SOP turut memperburuk situasi.
Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan perbaikan menyeluruh, mulai dari pelatihan koki hingga pemasangan alat sterilisasi dan CCTV di dapur MBG.
Di tengah sorotan publik, perhatian juga tertuju pada kepemimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) yang menjadi ujung tombak pelaksanaan program ini, yakni Kepala BGN Dadan Hindayana, Wakil Kepala BGN Brigjen Pol Sony Sonjaya, dan Wakil Kepala BGN Nanik S. Deyang.
Setelah ditelusuri, rupanya ketiga pemimpin BGN tidak memiliki keahlian di bidang gizi. Lalu, dari manakah latar pendidikan mereka? Simak penjelasannya di bawah ini.
1. Kepala BGN Dadan Hindayana
Baca Juga: Dari Koki Terlatih hingga Pasang CCTV, Ini Permintaan Prabowo Usai Dengar Laporan KLB dari BGN
Dadan Hindayana menyelesaikan pendidikan strata satu di Institut Pertanian Bogor (IPB) pada 1990, jurusan Proteksi Tanaman. Bidang ini berfokus pada pengendalian hama dan penyakit tumbuhan, dan menjadi fondasi awal keilmuannya di dunia pertanian dan ekologi.
Dadan melanjutkan studi magister di University of Bonn (Rheinischen Friedrich Wilhelms Universität Bonn), Jerman, pada tahun 1995 hingga 1997. Di sana, Dadan mendalami bidang Entomologi Terapan, yaitu ilmu tentang serangga dan peranannya dalam ekosistem pertanian.
Gelar doktor (PhD) diraihnya dari Leibniz Universität Hannover, Jerman, pada tahun 2000. Fokus penelitiannya tetap berada di ranah entomologi, khususnya keanekaragaman serangga dan proteksi tanaman.
Dadan dikenal aktif meneliti peran fungsional serangga dalam ekosistem, termasuk di lahan reklamasi tambang.
Meski kini memimpin lembaga yang berfokus pada gizi, latar pendidikan Dadan Hindayana berasal dari dunia pertanian dan entomologi.
2. Wakil Kepala BGN Brigjen Pol Sony Sonjaya
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali
-
Demi Jam Terbang, Persib Bandung Resmi Pinjamkan Henhen Herdiana ke PSM Makassar
-
Bejad, Oknum Guru Ngaji di Kota Serang Asusila Gadis Berusia 9 Tahun
-
Smart Stick Berbasis AI Karya Siswa Indonesia Dilirik Profesor China, Apa Keunggulannya?
-
Gamer Siap-Siap! Nintendo Switch dan Switch 2 Bakal Resmi Masuk Indonesia Desember 2026
-
Dorong Purnabakti Berwirausaha, BRI Hadirkan Kemudahan Pembiayaan Toko Mandiri Indogrosir